Ponorogo, beritaplus.id – Tim kreatif SMKN 1 Jenangan Ponorogo kembali menunjukkan kualitas dan kreativitasnya dalam ajang Pawai Kirab Pusaka Lintasan Sejarah Grebeg Suro 2026. Penampilan para siswa berhasil mencuri perhatian ribuan penonton yang memadati jalur kirab di pusat Kota Ponorogo.
Pada momen sakral yang menjadi salah satu rangkaian utama Grebeg Suro tersebut, Pemerintah Kabupaten Ponorogo mempercayakan SMKN 1 Jenangan untuk memerankan tokoh sejarah Ratu Shima, sosok pemimpin perempuan legendaris yang dikenal tegas, jujur, dan menjunjung tinggi keadilan.
Baca juga: SMKN 1 Jenangan Lepas 746 Siswa Kelas XII, Angkat Tema Melepas Kebersamaan Merajut masa depan
Sekolah yang dipimpin Farida Hanim Handayani itu menerjunkan sekitar 80 siswa pilihan yang tampil mengenakan busana adat lengkap dengan berbagai atribut budaya yang menggambarkan kejayaan nusantara pada masa lampau.
Dalam penampilannya, para siswa memerankan pasukan kerajaan yang mengiringi Ratu Shima. Barisan prajurit tampil gagah dan berwibawa, sementara para siswi yang memerankan tokoh-tokoh kerajaan terlihat anggun dan mempesona, menambah semarak jalannya kirab budaya tersebut.
Kepala SMKN 1 Jenangan Ponorogo, Farida Hanim Handayani, mengatakan bahwa partisipasi sekolahnya dalam Kirab Pusaka Lintasan Sejarah merupakan bentuk komitmen untuk mendukung pelestarian budaya daerah sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa.
“Keikutsertaan siswa dalam kegiatan kirab pusaka tahun ini merupakan bagian dari pendidikan karakter sekaligus upaya menanamkan rasa cinta terhadap warisan budaya leluhur,” ujarnya.
Baca juga: SMKN 1 Jenangan Ponorogo Borong 5 Emas dan 1 Perak di LKS Jatim 2026
Menurut Farida, keterlibatan siswa dalam kegiatan budaya tidak hanya memberikan pengalaman berharga di luar ruang kelas, tetapi juga memperkenalkan sejarah dan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas masyarakat Ponorogo.
“Kami berharap dengan keikutsertaan SMKN 1 Jenangan dalam Kirab Pusaka Grebeg Suro 2026, anak-anak semakin memahami, mengenal, dan mencintai budaya tanah leluhurnya,” tuturnya.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif generasi muda dalam berbagai kegiatan budaya menjadi langkah penting untuk menjaga eksistensi budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi.
Baca juga: Ramadhan Berbagi, Dharma Wanita Persatuan SMKN 1 Jenangan Semarakkan Bulan Suci 1447 H
“Anak-anak harus bangga menjadi bagian dari Ponorogo yang memiliki kekayaan budaya luar biasa. Dengan ikut berperan aktif dalam kegiatan seperti ini, mereka belajar untuk terus melestarikan budaya daerah yang menjadi identitas dan kebanggaan bersama,” tambahnya.
Melalui partisipasi dalam Grebeg Suro 2026, para siswa tidak hanya menampilkan kemampuan seni dan kreativitas, tetapi juga memperoleh pemahaman mendalam mengenai pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.
Semangat nguri-uri budaya yang ditanamkan sejak dini diharapkan terus tumbuh dalam diri generasi muda, sehingga budaya luhur Indonesia tetap lestari dan menjadi kebanggaan hingga masa mendatang.(aw)
Editor : Redaksi