Demo di Depan Grahadi Surabaya Berujung Ricuh, OTK Diduga Rusak Pagar dan Lempar Petasan ke Arah Aparat

Reporter : Rosyid
massa aksi yang mulai anarkis (its)

Surabaya, Beritaplus.id – Aksi unjuk rasa di depan Gedung Grahadi, Surabaya, pada Jumat (26/6/2026), yang semula berlangsung tertib dan damai, berakhir ricuh setelah diduga muncul sekelompok orang tidak dikenal (OTK) yang memicu kerusuhan.

Sejak sore, massa dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan Gedung Grahadi. Aksi berlangsung kondusif dengan penyampaian orasi secara bergantian, kemudian dilanjutkan dengan long march di kawasan pusat Kota Surabaya.

Namun, situasi berubah usai long march. Berdasarkan pantauan di lapangan, sekelompok orang tidak dikenal tiba-tiba melakukan pelemparan ke arah kompleks Grahadi hingga merusak pagar sisi timur. Akibat aksi tersebut, kondisi yang sebelumnya kondusif berubah menjadi memanas.

Kelompok tersebut kemudian diduga merusak rangka pagar di sisi timur kompleks Grahadi. Mereka juga menyalakan dan melemparkan petasan (mercon) ke arah area yang dijaga aparat kepolisian sehingga memicu ketegangan di lokasi.

Di tengah kericuhan, terlihat pula tiga sepeda motor datang dari arah timur dengan melawan arus lalu lintas. Ketiga pengendara berputar-putar di depan gerbang timur Grahadi, tepat di lokasi kerusuhan, sambil menggeber-geber mesin kendaraan sehingga menambah suasana gaduh.

Dari dalam kompleks Grahadi, petugas kepolisian beberapa kali menyampaikan imbauan melalui pengeras suara agar massa tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum selama menyampaikan aspirasi.

"Kepada demonstran kami imbau tertib, saya minta supaya teman-teman massa aksi untuk tertib," ujar petugas melalui mobil komando.

Menghadapi situasi tersebut, personel kepolisian memilih bertahan dan menarik barisan ke belakang. Aparat berlindung di balik kendaraan taktis berupa truk sambil tetap mengamankan kawasan Gedung Grahadi.

Hingga sekitar pukul 18.48 WIB, massa sempat berkumpul di depan Grahadi dan menghentikan aksi pelemparan. Kondisi berangsur lebih terkendali meski aparat tetap bersiaga mengantisipasi kemungkinan terjadinya kericuhan lanjutan.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan, melalui mobil komando memberikan peringatan tegas kepada massa agar tetap menjaga kondusivitas selama aksi berlangsung.

"Kami mengimbau seluruh peserta aksi untuk tetap tertib dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Apabila terdapat tindakan anarkis yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum, kepolisian akan mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Aparat kepolisian masih melakukan pengamanan di sekitar Gedung Grahadi. Belum ada keterangan resmi mengenai identitas kelompok yang diduga menjadi pemicu kericuhan maupun jumlah orang yang diamankan. Polisi juga masih melakukan pendataan terkait kerusakan yang terjadi akibat insiden tersebut.(syd)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru