Ponorogo, beritaplus.id | MTsN 1 Ponorogo secara resmi menutup rangkaian kegiatan MATAMUDA (Masa Ta'aruf Murid Madrasah) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang telah berlangsung selama lima hari dengan penuh semangat dan antusiasme.
Kegiatan penutupan yang dilaksanakan di halaman MTsN 1 Ponorogo ini dirangkaikan dengan pawai taaruf, bakti sosial, dan penampilan dari berbagai organisasi dan ekstrakurikuler yang ada di lingkungan madrasah sebagai bentuk pengenalan kepada seluruh peserta didik baru.
Melalui kegiatan ini, peserta didik baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan belajar di MTsN 1 Ponorogo, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mengenal berbagai organisasi yang dapat menjadi wadah dalam mengembangkan minat, bakat, serta potensi yang dimiliki.
Bahkan setiap organisasi menampilkan pertunjukan terbaiknya untuk mengajak para peserta didik baru bergabung dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan positif di madrasah.
Tak hanya itu, pada penutupan Matamuda juga berfungsi untuk mengenalkan beberapa program khusus sains, riset, bahasa, olahraga, multi media dan tahfidz kepada masyarakat dengan plakat dengan karater sendiri mengelilingi beberapa jalan sekitar Jetis.
Penutupan dikemas dalam bentuk pawai ta’aruf di lingkungan masyarakat Jetis yang akan menambah pengetahuan dan wawasan pengalaman dalam belajar di sekolah ini.
Pada kesempatan itu, Kepala MTsN 1 Ponorogo Taufik Effendy,S.Ag, M.Pd.I secara simbolis melepas kartu tanda peserta perwakilan siswa baru sebagai tanda diakhirinya masa pengenalan lingkungan madrasah.
Kepada awak media usai pemberangkatan pawai ta’aruf, Kepala MTsN 1 Ponorogo Taufik Effendy,S.Ag, M.Pd.I mengatakan, kegiatan pawai ta’aruf ini merupakan rangkaian kegiatan Matamuda dan orientasi PBB mulai 13 Juli sampai 17 Juli 2026.
Ditambahkan Taufik, hari Jum’at tanggal 17 ini penutupan Matamuda dirangakai dengan pawai ta’aruf untuk memberikan pengalaman anak-anak yang baru kenal dengan lingkungan sekolah, bapak ibu guru dan lingkunagn masyarakat.
Menurut Taufik, pada kesempatan itu juga ada santunan pembagian sembako kepada masyarakat oleh ibu-ibu Darma Wanita di lingkungan Jetis kepada tukang becak, karyawan CS, dan ibu kantin sekolah kurang lebih 150 sembako.
“Alhamdulillah rangkaian acara pembukaan hingga penutupan Matamuda berjalan sukses mulai 13 juli hingga 17 juli semua bekerja sama, sinergi agar suksesnya kegiatan ini,”ucapnya haru.
Taufik menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia Matamuda dan orientasi PBB, bapak ibu guru, karyawan, pemerintah desa Josari, Danramil, Kapolsek beserta jajaran. “Mudah-mudahan menjadi ladang amal kebaikan,”ujarnya bangga..
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses adaptasi siswa baru sekaligus pembinaan karakter, spiritualitas, dan wawasan kebangsaan sebelum memulai kegiatan belajar mengajar.
Belajar itu ibarat sedang menggali sumur butuh proses, tenaga, dan cucuran keringat. Jadi, jangan pernah mengeluh capek, karena belajar dengan semangat adalah syarat mutlak untuk menjemput kesuksesan.
“Mari kita tata kembali niat kita dari hari terakhir dengan mengucap Alhamdulillah, Matamuda dan PBB 2026/2027 resmi dinyatakan ditutup,” ungkap Taufik Effendy menutup kegiatan Matamuda.
Salah seorang peserta Matamuda, Akifa Nayla Azzahra dari kelas VII F, mengaku memperoleh banyak pengalaman selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Seneng banget, karena dari Matamuda jadi punya banyak pengalaman seru dan dapet temen-temen baru. Apalagi pas materi cyber-bullying kemarin, seru banget karena dapet hadiah. Kalau dibilang kegiatannya padat, ya lumayan padat dan capek, tapi seru,” pungkasnya saat diwawancarai. (aw)
Editor : Redaksi