Ponorogo, beritaplus.id – Cabang olahraga Pickleball mulai menunjukkan perkembangan pesat di Kabupaten Ponorogo. Hal itu ditandai dengan digelarnya Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pickleball 2026 tingkat pelajar yang berlangsung di Lapangan Tenis Kebonrojo, Jalan Pahlawan, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan ini menjadi Kejurkab Pickleball pertama yang diselenggarakan sejak Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kabupaten Ponorogo resmi menjadi anggota KONI Ponorogo.
Kejurkab ditutup secara resmi oleh Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita yang diwakili oleh Wakhid Purwanto, sekaligus Kabid Pemuda dan Olahraga Disbudparpora Kabupaten Ponorogo.
Ketua Pengcab IPF Kabupaten Ponorogo, Ramsa Rolanda, menjelaskan bahwa Kejurkab tahun 2026 merupakan ajang terbesar sekaligus yang pertama digelar di Ponorogo sebagai upaya pembinaan atlet sejak Pickleball resmi diakui KONI.
"Kejuaraan ini diikuti 48 peserta yang terbagi dalam 24 tim pada kategori ganda putra dan ganda putri kelompok usia U-13 dan U-18, mulai jenjang SD, SMP, SMA hingga kategori umum putra. Seluruh pertandingan dilaksanakan dalam satu hari, yakni 25 Juli 2026," ujarnya.
Menurut Ramsa, Pickleball merupakan olahraga yang memadukan unsur tenis lapangan, bulu tangkis, dan tenis meja. Melalui Kejurkab ini diharapkan lahir atlet-atlet potensial yang nantinya dipersiapkan menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) hingga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
"Alhamdulillah seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar hingga penyerahan medali, piagam penghargaan, serta uang pembinaan sebagai motivasi bagi para atlet muda untuk terus berkembang dan berprestasi," katanya.
Ia menambahkan, IPF Ponorogo akan memberikan pembinaan khusus kepada atlet-atlet terbaik hasil seleksi Kejurkab sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprov Jawa Timur 2027.
Selain pembinaan prestasi, IPF juga berkomitmen memperkenalkan Pickleball kepada masyarakat luas sebagai olahraga yang mudah dimainkan, menyenangkan, dan dapat dinikmati semua kalangan.
Sementara itu, Wakhid Purwanto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kejurkab tersebut. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Disbudparpora mendukung penuh pengembangan olahraga Pickleball di daerah.
Ia mengungkapkan bahwa Ponorogo menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang bergerak cepat dengan membentuk kepengurusan cabang Pickleball sekaligus menyelenggarakan Kejurkab.
"Ke depan kami akan menggerakkan Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Kabupaten Ponorogo untuk menyosialisasikan olahraga Pickleball di sekolah-sekolah. Dengan semakin dikenalnya olahraga ini, akan semakin banyak siswa yang berpartisipasi sehingga lahir atlet-atlet berprestasi dari Ponorogo," ujarnya.
Wakhid berharap keberadaan Pickleball mampu menjadi pilihan olahraga baru bagi generasi muda Ponorogo sehingga prestasi olahraga daerah terus meningkat.
Dukungan juga datang dari Sekretaris KONI Kabupaten Ponorogo, Luhur Apidianto, yang mengapresiasi langkah cepat IPF Ponorogo dalam menyelenggarakan Kejurkab.
"Kami sangat mendukung olahraga Pickleball agar semakin berkembang dan diminati masyarakat. Dengan memulai pembinaan lebih awal, kami optimistis akan lahir lebih banyak atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Ponorogo," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum IPF Jawa Timur, Syaqif Constantine Arsalan, menyampaikan ucapan selamat atas suksesnya penyelenggaraan Kejurkab Pickleball antar pelajar se-Kabupaten Ponorogo.
Menurutnya, kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang mengukur kemampuan bertanding para atlet, tetapi juga menjadi media promosi dan sosialisasi olahraga Pickleball kepada masyarakat.
Pada Kejurkab Pickleball 2026 ini, para juara pertama, kedua, dan ketiga memperoleh piala, piagam penghargaan, serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan menuju kompetisi yang lebih tinggi.(aw)
Editor : Redaksi