Proyek Konstruksi Irigasi Perpompaan Dikerjakan Secara Swakelola oleh Poktan

Reporter : Muhajir

Jombang – Beritaplus.id | Upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian terus digalakkan pemerintah. Salah satunya melalui Program Ketersediaan, Akses, dan Konsumsi Pangan Berkualitas dari Kementerian Pertanian yang kini tengah dilaksanakan di Desa Brangkal, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang.

Program tersebut meliputi kegiatan Pengelolaan Air Irigasi untuk Pertanian dengan pekerjaan Konstruksi Irigasi Perpompaan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Adapun rincian kegiatan sebagai berikut:

Nama Kegiatan : Pengelolaan Air Irigasi untuk Pertanian
Pekerjaan : Konstruksi Irigasi Perpompaan
Anggaran : Rp155.700.000
Volume : 1 Unit
Pelaksana : Poktan/Gapoktan Brangkal 2
Sumber Dana : APBN Tahun Anggaran 2026
Metode Pelaksanaan : Swakelola

Ketua Kelompok Tani Brangkal 2, M. Ridwan, saat ditemui Beritaplus.id di lokasi pekerjaan pada Senin (27/7/2026), menjelaskan bahwa seluruh proses pembangunan dikerjakan secara swakelola oleh anggota kelompok tani.

"Proyek konstruksi irigasi perpompaan ini sepenuhnya kami kerjakan dan kami kelola sendiri melalui sistem swakelola. Seluruh pekerjaan dilaksanakan oleh anggota Poktan karena kami memahami kondisi lahan serta kebutuhan air di wilayah ini. Dengan demikian, pekerjaan dapat berjalan lebih tepat sasaran, efisien, dan memberikan manfaat maksimal bagi pertanian masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, sistem swakelola menjadi pilihan yang tepat karena melibatkan langsung para petani sebagai penerima manfaat utama. Selain mampu menghemat biaya pelaksanaan, metode tersebut juga menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap hasil pembangunan.

"Dengan adanya rasa memiliki, fasilitas yang dibangun akan lebih terawat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," tambahnya.

Melalui pembangunan irigasi perpompaan ini, diharapkan distribusi air menuju lahan pertanian menjadi lebih lancar dan berkelanjutan. Ketersediaan air yang memadai akan mendukung peningkatan intensitas tanam, memungkinkan petani bercocok tanam sepanjang tahun, serta berkontribusi pada peningkatan produktivitas hasil panen dan kesejahteraan petani di Desa Brangkal. (ajr/nang)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru