SMAN 1 Ngrayun Raih Predikat Penyaji Terbaik VI Festival Karawitan Pelajar Ponorogo 2026

Reporter : Bayu

Ponorogo, beritaplus.id – Komitmen SMAN 1 Ngrayun dalam melestarikan seni budaya Jawa melalui karawitan kembali membuahkan hasil membanggakan. Grup karawitan Smara Laras berhasil meraih Predikat Penyaji Terbaik VI kategori SMA/SMK pada Festival Karawitan Pelajar Kabupaten Ponorogo Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

Tampil pada nomor urut 03 di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, penampilan Smara Laras mendapat apresiasi dari dewan juri maupun para penonton. Harmoni gamelan yang dimainkan dengan penuh penghayatan, kekompakan, dan disiplin menjadi bukti keseriusan para siswa dalam berlatih.

Baca juga: SMAN 1 Ngrayun Gelar PTA, Tanamkan Disiplin dan Jiwa Kepemimpinan Siswa Kelas X

Penghargaan berupa piala, sertifikat, dan uang pembinaan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, S.Sos., M.Si.

Kepala SMAN 1 Ngrayun, Siti Rohma, S.Kom., M.Pd., mengaku bersyukur atas capaian yang diraih anak didiknya.

"Alhamdulillah, Karawitan Smara Laras malam ini dapat tampil dengan penuh semangat dalam Festival Karawitan Pelajar Kabupaten Ponorogo Tahun 2026. Sekolah sangat bangga atas prestasi ini. Kami terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan potensi sesuai minatnya. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan latihan yang sungguh-sungguh," ujarnya.

Menurutnya, karawitan merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda.

"Kami ingin terus mengajak peserta didik untuk nguri-uri budaya. Melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, siswa dapat memilih bidang yang sesuai dengan minat dan bakatnya sehingga mampu berprestasi," tambahnya.

Sementara itu, pendamping sekaligus pelatih Smara Laras, Fitra Yoga Lanang Pangestu, mengatakan bahwa tahun ini merupakan kali ketiga SMAN 1 Ngrayun mengikuti Festival Karawitan tingkat Kabupaten Ponorogo.

"Alhamdulillah, dua tahun sebelumnya kami berhasil masuk tiga besar, dan tahun ini memperoleh predikat Penyaji Terbaik VI," katanya.

Ia menjelaskan, persiapan menuju festival dilakukan sekitar satu bulan, meski para siswa sebelumnya telah rutin mengikuti latihan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Tingginya semangat para anggota membuat mereka rela berlatih sejak pagi hingga larut malam demi memberikan penampilan terbaik.

"Di sekolah juga terdapat kelas khusus seni sehingga siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang seni lebih mudah berkolaborasi dan menghasilkan karya," jelasnya.

Menurut Fitra, persaingan pada festival tahun ini berlangsung sangat ketat karena diikuti sekolah-sekolah terbaik di Kabupaten Ponorogo. Meski demikian, Smara Laras mampu tampil maksimal membawakan gending Ladrang Pariwisata dan Gugur Gunung dengan garapan yang unik.

"Ladrang Pariwisata menggambarkan keindahan alam Indonesia, sedangkan Gugur Gunung mengandung pesan tentang semangat gotong royong dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat," terangnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa SMAN 1 Ngrayun tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan pembentukan karakter, tetapi juga berhasil mencetak prestasi di bidang seni budaya melalui pembinaan ekstrakurikuler yang berkesinambungan.(aw)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru