66 Tahun SMPN 2 Ponorogo, Wayang Kulit Jadi Persembahan Istimewa: Rawat Budaya, Cetak Generasi Berkarakter

Reporter : Bayu

Ponorogo, beritaplus.id | Enam puluh enam tahun perjalanan SMP Negeri 2 Ponorogo dalam mengabdi di dunia pendidikan dirayakan dengan cara yang istimewa. 

Bukan sekadar seremoni, sekolah yang dipimpin Imam Saifudin, S.Pd, M.Or itu menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk, Rabu (12/8/2026) di Hall Dapo.

Baca juga: Fun Run 5K Wujudkan Siswa SMPN 2 Ponorogo Yang Sehat dan Kuat

Mengangkat seni tradisi sebagai bagian dari perayaan hari ulang tahun, kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme dari keluarga besar sekolah, alumni maupun masyarakat.

Pagelaran wayang kulit menjadi bukti bahwa perjalanan pendidikan dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan.

Istimewanya lagi malam budaya tersebut menghadirkan empat dalang bocah yakni Dylon Maheswara Galih kelas 9B, Akhdan Tantama Prayoga kelas 8H, Nabawy Aura kelas 8F, dan Pradiptagara Nakhla Witama kelas 7C. Mereka membawakan lakon “Sesaji Rajasuya” serta diringi karawitan Daniswara Nyawiji. 

Sajian wayang kulit semakin semarak dengan kehadiran sejumlah undangan kepala sekolah SMP se Ponorogo, ketua komite beserta pengurus, ketua Pepadi, pengawas sekolah, wali murid, serta siswa.   

Suasana semakin hidup ketika tokoh wayang diserahkan secara simbolis oleh Kepala SMP Negeri 1 Ponorogo, pengawas, ketua komite, ketua Pepadi kepada ke empat dalang. 

Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya pagelaran sekaligus simbol dibukanya rangkaian perayaan HUT ke-66 SMP Negeri 2 Ponorogo.

Lakon Sesaji Rajasuya yang dibawakan ke empat dalang menjadi sajian utama malam tersebut. 

Penampilan sang dalang berhasil menyedot perhatian penonton hingga suasana pertunjukan berlangsung semarak.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa sekolah tidak hanya bertugas mencetak peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga generasi yang mengenal, menghargai dan mampu menjaga warisan budaya bangsa.

Baca juga: Karawitan Daniswara Nyawiji SMPN 2 Ponorogo Raih Penyaji Terbaik 3 Festival Karawitan Pelajar 2026

Dalam sambutannya, Kepala SMPN 2 Ponorogo, Imam Saifudin, S.Pd, M.Or mengatakan pagelaran wayang kulit sengaja dihadirkan sebagai bagian dari upaya sekolah mengenalkan sekaligus melestarikan budaya wayang kepada generasi muda.

Menurutnya, wayang merupakan budaya adiluhung yang harus terus kita lestarikan. Anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi kita beri ruang untuk tampil dan menjadi bagian dari regenerasi seni pedalangan.

Imam menjelaskan, rangkaian peringatan HUT ke-66 dan HUT ke-81 RI tersebut diharapkan mampu membangun karakter siswa melalui nilai religius, nasionalisme, gotong royong, kepedulian sosial dan kecintaan terhadap budaya.

“Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua Komite SMPN 2 Ponorogo, Ketua Pepadi H. Sindu Parwoto, H. Suroto yang turut mendukung pagelaran malam itu, mulai dari penyediaan gamelan, wayang kulit hingga sound system serta dukungan dan masukan terhadap kegiatan sekolah,”ujarnya.

Dukungan tersebut, kata Imam, menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak dapat dilakukan sekolah sendirian. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, komite dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengenal budaya mereka.

“Besar harapan kami tahun depan SMP 2 Ponorogo bisa menggelar dalang tidak hanya empat. Bahkan mudah-mudahan dalang kondang bisa dihadirkan di sekolah kita,”tandasnya.

Baca juga: 295 Siswa Ikuti MPLS Ramah SMPN 2 Ponorogo Ciptakan Budaya Aman Nyaman dan Berkarakter

Di akhir sambutan Imam menyampaikan apresiasi kepada para orang tua siswa kelas VII yang telah mendampingi putra-putrinya lantaran  keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun kecintaan anak terhadap budaya. 

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo Drs. Nurhadi Hanuri, MM mengucapkan selamat HUT SMPN 2 Ponorogo ke-66 hari ini yang luar biasa, setiap tahun sajian SMPN 2 semakin meriah karena lembaga melayani anak-anak agar bangga kepada Dapo.

"Dari Dapo lahir orang yang hebat pak Sukarwo seorang Gubernur lahir dari Dapo semakin banyak anak- anak menjadi pemimpin masa depan, anak- anak yang punya karya yang luar biasa, tunjukan kalian anak- anak yang lahir dari Dapo menjadi orang hebat yang akan memimpin negeri ini,”terang Kadindik Ponorogo. 

Dengan semangat kebersamaan dan nasionalisme, keluarga besar SMPN 2 Ponorogo berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas serta mencetak generasi yang berprestasi, berkarakter, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa.

Peringatan HUT ke-66 SMPN 2 Ponorogo dan HUT RI ke-81 ini diharapkan menjadi momentum untuk terus meningkatkan semangat kebersamaan, prestasi, serta kecintaan terhadap sekolah dan bangsa.(aw)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru