UWP Gelar Drafting dan Pelatihan Paten, Dorong Peningkatan Hilirisasi Hasil Riset Dosen

Reporter : Rosyid

Surabaya, beritaplus.id | Universitas Wijaya Putra (UWP) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan kegiatan Drafting dan Pelatihan Paten pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB bertempat di Kampi Hotel, Surabaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UWP sebagai Kampus Sociopreneur yang tidak hanya mencetak lulusan berjiwa wirausaha sosial, tetapi juga mendorong setiap hasil riset dosen dan mahasiswa untuk bertransformasi menjadi solusi nyata yang berdampak luas bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Impactful UWP.

Baca juga: UWP Gandeng LPK Tokiwa Nozomi Utama Siapkan Lulusan ke Jepang

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya UWP untuk meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti dalam menghasilkan karya inovatif yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memperoleh perlindungan hukum melalui Hak Kekayaan Intelektual (HKI), khususnya paten.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami karakteristik invensi yang dapat dipatenkan sekaligus menyusun dokumen paten secara lebih tepat dan sistematis, sehingga inovasi yang lahir di lingkungan kampus dapat memiliki payung hukum yang kuat sebelum dihilirisasi ke industri dan masyarakat.

Acara diawali dengan sambutan Ketua LPPM UWP, Prof. Dr. Nugroho Mardi Wibowo, M.Si. Dalam sambutannya, Ketua LPPM menekankan pentingnya peningkatan kualitas luaran penelitian dosen, terutama dalam bentuk inovasi yang memiliki potensi untuk memperoleh perlindungan paten serta dapat dikembangkan menuju tahap hilirisasi dan pemanfaatan oleh masyarakat maupun dunia industri.

Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Fasilitasi Sentra Kekayaan Intelektual Hibah DRPM DIKTI Tahun 2026, yang menjadi momentum strategis bagi UWP untuk memperkuat portofolio kekayaan intelektual berbasis riset unggulan.

Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Rektor UWP, Dr. Budi Endarto, SH., M.Hum., Rektor menyampaikan bahwa penguatan budaya inovasi menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi.

Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan penelitian dan publikasi ilmiah, tetapi juga perlu mendorong agar hasil penelitian dapat diwujudkan menjadi produk, metode, sistem, maupun teknologi yang memiliki nilai tambah dan terlindungi secara hukum.

"Publikasi ilmiah sudah kita capai dengan baik, namun muara akhir dari riset adalah manfaat nyata. Sebagai Kampus Sociopreneur, UWP harus memastikan setiap inovasi tidak berhenti sebagai jurnal, tetapi menjelma menjadi usaha sosial yang berkelanjutan. Di sinilah letak Impactful UWP, dampak nyata yang dirasakan masyarakat dari setiap gagasan anak bangsa," ujar Dr. Budi.

Ia menambahkan bahwa visi UWP sebagai Sociopreneur University dengan tagline Impactful UWP menuntut seluruh sivitas akademika untuk selalu berpikir bagaimana karya ilmiah dapat memecahkan persoalan sosial dan ekonomi di sekitar kita.

Sebagai narasumber utama, kegiatan menghadirkan Dr. Muhammad Zainuddin, M.Eng. dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), yang memiliki kompetensi di bidang pemeriksaan paten.

Baca juga: BEM FH UWP Gelar Kajian Hukum Terkait Pemakzulan Wakil Presiden

Dalam pemaparannya, peserta memperoleh penjelasan mengenai prinsip dasar perlindungan paten, persyaratan suatu invensi agar dapat memperoleh paten, unsur kebaruan dan langkah inventif, hingga berbagai aspek yang perlu diperhatikan sebelum mengajukan permohonan paten.

Narasumber juga menekankan bahwa paten bukan sekadar pengakuan hukum, melainkan aset strategis yang dapat mendorong kemandirian ekonomi bangsa.

Tidak hanya berupa pemaparan materi, kegiatan juga difokuskan pada proses drafting dokumen paten. Peserta mendapatkan arahan mengenai penyusunan deskripsi invensi, penentuan ruang lingkup perlindungan, penyusunan klaim, abstrak, serta berbagai kesalahan yang sering terjadi dalam proses pengajuan paten.

Pendekatan ini diharapkan dapat membantu dosen dan peneliti UWP mengidentifikasi potensi paten dari hasil penelitian yang telah maupun sedang dikembangkan, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan teknis yang langsung aplikatif.

Diskusi berlangsung interaktif karena peserta dapat mengonsultasikan berbagai gagasan dan hasil penelitian yang berpotensi untuk didaftarkan sebagai paten.

Baca juga: Dosen Psikologi UWP Perkuat Layanan Bimbingan Dan Konseling Melalui Media Flashcard Di SMA Wijaya Putra

Melalui pendampingan langsung dari narasumber, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana mengubah hasil penelitian menjadi dokumen invensi yang memenuhi kaidah substantif dan administratif dalam pengajuan paten.

Antusiasme peserta mencerminkan kesadaran bahwa perlindungan kekayaan intelektual adalah langkah awal menuju hilirisasi yang berkeadilan.

Melalui kegiatan Drafting dan Pelatihan Paten ini, UWP menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem penelitian, inovasi, dan kekayaan intelektual di lingkungan universitas.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan jumlah dan kualitas permohonan paten dari sivitas akademika UWP sekaligus memperkuat hilirisasi hasil penelitian agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan nasional.

Dengan terus menggelorakan semangat Kampus Sociopreneur dan Impactful UWP, UWP membuktikan diri sebagai perguruan tinggi yang menjadikan setiap riset sebagai pilar perubahan dan setiap inovasi sebagai denyut nadi kemajuan bangsa. (syd)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru