Ponorogo, beritaplus.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Puskesmas Sawoo turut ambil bagian dalam gelaran budaya Kirab Boyong Keprabon Kapanewon Sawoo, Kamis (20/8/2026) sore.
Kontingen Puskesmas Sawoo tampil memukau dengan mengusung nuansa budaya Jawa dan tokoh pewayangan Punokawan. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan peringatan HUT RI, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, patriotisme, sekaligus melestarikan budaya Jawa.
Di bawah kepemimpinan Kepala Puskesmas (Kapus) Sawoo, Suprayitno, S.Kep., Ners, para tenaga kesehatan (nakes) tampil kompak dan disiplin sepanjang rute kirab.
Keikutsertaan Puskesmas Sawoo memiliki daya tarik tersendiri karena menghadirkan sejumlah tokoh pewayangan, di antaranya Semar, Bagong, Petruk, Gareng, Arjuna, dan Dewi Sembadra.
Tokoh Punokawan tersebut dimaknai sebagai gambaran para abdi yang senantiasa menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Sementara Arjuna dan Dewi Sembadra menggambarkan sosok profesional, disiplin, serta bertanggung jawab dalam menjalankan pengabdian.
Adapun para dayang menggambarkan sosok yang tulus mengabdi dan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sepenuh hati.
Ketua panitia rangkaian HUT ke-81 RI Puskesmas Sawoo, Suprayitno, S.Kep., Ners, menjelaskan bahwa tema yang diusung dalam kegiatan tersebut adalah “Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat dengan Mengoptimalkan Upaya Pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG), Semangat Kepahlawanan dan Pelestarian Budaya Jawa.”
“Kami menampilkan formasi atribut Punokawan yang menggambarkan abdi. Puskesmas beserta seluruh staf merupakan abdi negara yang mengemban amanah pemerintah untuk melaksanakan program pemerintah sekaligus menjadi abdi masyarakat dalam menjaga dan melayani seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah PKM Sawoo,” terang Suprayitno di sela-sela persiapan pawai.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Lebih dari itu, partisipasi Puskesmas Sawoo merupakan bentuk pengabdian kepada negara dan masyarakat sekaligus penghormatan terhadap sejarah serta budaya daerah.
“Prinsip utama, selain memeriahkan kegiatan, kami juga berupaya untuk selalu mengabdi kepada negara dan masyarakat sebagai insan kesehatan yang ada di wilayah PKM Sawoo. Ini adalah bentuk penghormatan kami terhadap sejarah dan budaya daerah melalui pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Sebanyak 60 peserta dari Puskesmas Sawoo terlibat langsung dalam barisan kirab. Mereka terdiri atas unsur Punokawan, Arjuna, Dewi Sembadra, serta para dayang.
Penampilan semakin autentik dengan balutan busana tradisional Jawa, lengkap dengan kain jarik batik, riasan wajah, dan berbagai atribut pewayangan.
Tidak sekadar menjadi atraksi budaya, Puskesmas Sawoo menjadikan momentum tersebut sebagai sarana menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pola hidup bersih dan sehat serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Kegiatan ini menjadi sarana menyampaikan pola hidup sehat dengan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal melalui pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis atau CKG,” tutur Suprayitno.
Ia menegaskan, tenaga kesehatan tidak hanya beraktivitas di ruang pelayanan kesehatan, tetapi juga memiliki peran dalam pembangunan kesehatan masyarakat melalui pendekatan sosial dan budaya.
Kehadiran kontingen Puskesmas Sawoo mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kekompakan dan kedisiplinan para nakes sepanjang rute kirab sekitar tiga kilometer hingga prosesi di Pendopo Kecamatan Sawoo berhasil mencuri perhatian warga dan tamu undangan.
Melalui partisipasi tersebut, Puskesmas Sawoo semakin menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pelayanan kesehatan yang inklusif, peduli terhadap masyarakat, sekaligus ikut menjaga dan melestarikan budaya lokal.
Suprayitno berharap keikutsertaan Puskesmas Sawoo dalam kegiatan tersebut semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat serta upaya pencegahan penyakit melalui pemeriksaan kesehatan.
“Jadi sebelum terjadi kesakitan, masyarakat diharapkan ikut aktif untuk selalu mengikuti CKG yang dilayani PKM Sawoo. Sebelum terjadi kesakitan, sudah terdeteksi apakah sehat atau tidak sehat. Jika ditemukan masalah kesehatan, bisa cepat ditangani melalui tata laksana CKG lanjutan,” pungkasnya.
Kirab Boyong Keprabon Kapanewon Sawoo berlangsung khidmat sekaligus meriah. Kegiatan ditutup dengan antusiasme masyarakat yang berebut isi gunungan sebagai bagian dari tradisi dan kemeriahan acara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
(aw)
Editor : Redaksi