Perkuat Perlindungan Ibu dan Anak, Pemkab Jombang Satukan Tiga Inovasi Pendampingan ASI

Reporter : Muhajir

Jombang — beritaplus.id | Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat komitmen perlindungan kesehatan ibu dan anak melalui penguatan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Peringatan Puncak Pekan ASI Sedunia 2026 yang digelar di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (10/9/2026).

Baca juga: Usai Disorot Media, Jalan Rabat Beton Desa Tambar Ditambal Aspal Cair, Kualitas Pekerjaan Jadi Sorotan

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., Wakil Bupati Jombang Salmanudin, S.Ag., M.Pd., beserta istri, Sekdakab Jombang Agus Purnomo, S.H., M.Si., beserta istri, Ketua TP PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi, jajaran staf ahli dan kepala OPD terkait, jajaran Dinas Kesehatan, serta ratusan perwakilan kader, organisasi profesi dan lintas sektor.

Dalam arahannya, Bupati Jombang Warsubi menegaskan bahwa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan merupakan investasi penting dalam membangun generasi Jombang yang sehat, cerdas dan berkualitas.

Menurutnya, keberhasilan program ASI eksklusif juga menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting.

“Keberhasilan menyusui tidak dapat menjadi tanggung jawab ibu seorang diri. Ibu membutuhkan dukungan dari keluarga, terutama suami, pendampingan tenaga kesehatan dan kader, serta lingkungan yang aman,” ujar Warsubi.
Bupati juga mengapresiasi capaian pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Jombang yang mencapai 73,1 persen pada periode Januari–Juni 2026. Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar 61 persen pada 2025.

Meski capaian tersebut cukup menggembirakan, Pemkab Jombang memastikan penguatan program akan terus dilakukan secara merata di seluruh 21 kecamatan. Hal ini penting untuk mengurangi kesenjangan capaian antarwilayah sekaligus memastikan setiap ibu mendapatkan dukungan yang memadai selama masa menyusui.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, M.KP, menjelaskan bahwa momentum Puncak Pekan ASI Sedunia 2026 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga dijadikan momentum konsolidasi berbagai elemen untuk memperkuat sistem pendampingan ibu menyusui.

Tiga inovasi daerah yang selama ini berjalan kemudian diperkuat dalam satu sistem pendampingan terpadu, yakni KP-ASI, YUKENSI dan KEMPING ASIK.

KP-ASI (Kelompok Pendukung ASI) merupakan ruang edukasi dan saling menguatkan antarsesama ibu yang telah berjalan sejak 2011.

Kemudian YUKENSI (Paguyuban Kakek Nenek ASI) menjadi inovasi berbasis keluarga yang dikembangkan sejak 2017 dengan mengoptimalkan peran kakek dan nenek dalam memberikan dukungan kepada ibu menyusui.

Sementara KEMPING ASIK (Kader PKK Pendamping ASI Eksklusif) merupakan gerakan pendampingan langsung di lapangan yang melibatkan kader PKK.

Ketiga pendekatan tersebut dinilai penting karena keberhasilan pemberian ASI tidak hanya bergantung pada pengetahuan ibu, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, kader, tenaga kesehatan, lingkungan kerja dan masyarakat.

Ketua TP PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi mengajak seluruh kader PKK, hingga tingkat desa, untuk semakin aktif mendampingi ibu hamil dan ibu menyusui.

Menurutnya, pemberian ASI memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

Baca juga: Program PISEW 2026 di Jombang, Enam Kecamatan Dapat Manfaat, Pembangunan Infrastruktur Desa Capai 40 Persen

“ASI bukan sekadar makanan untuk bayi, tetapi ada perlindungan dan ikatan batin. Di balik ibu yang berhasil memberikan ASI, ada suami yang mendukung, keluarga yang memahami, dan lingkungan yang menghargai,” tegas Yuliati.
Sebagai bentuk langkah nyata, kegiatan tersebut ditandai dengan Penandatanganan Deklarasi Komitmen Bersama oleh jajaran Pemkab Jombang, TP PKK, kepala OPD, organisasi wanita hingga perwakilan puskesmas.

Deklarasi tersebut menegaskan komitmen untuk memastikan tersedianya ruang ASI yang layak, aman dan mudah diakses di fasilitas publik, fasilitas kesehatan maupun tempat kerja.

Selain itu, pekerja perempuan juga didorong mendapatkan kesempatan yang cukup untuk memerah ASI (pumping) selama berada di lingkungan kerja.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Jombang juga menyerahkan penghargaan dan piagam apresiasi kepada desa serta puskesmas yang dinilai berprestasi dalam mendukung program ASI eksklusif.

Adapun penerima penghargaan tersebut antara lain:

Desa KEMPING ASIK Terbaik

Juara: Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno.
Puskesmas Pembina KEMPING ASIK Berprestasi

Puskesmas Mojowarno.
Puskesmas dengan Ruang ASI Terstandar

Baca juga: Warga Jombang Kini Lebih Mudah Akses Pemeriksaan Dini Benjolan Tidak Normal

Juara 1: Puskesmas Pulolor
Juara 2: Puskesmas Mayangan
Juara 3: Puskesmas Tapen
Puskesmas dengan Inisiasi YUKENSI Terbaik

Juara 1: Puskesmas Mojoagung
Juara 2: Puskesmas Pulorejo
Juara 3: Puskesmas Plandaan
Puskesmas dengan KP-ASI Aktif dan Berkelanjutan

Juara 1: Puskesmas Kesamben
Juara 2: Puskesmas Kabuh
Juara 3: Puskesmas Blimbing Gudo
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan stan edukasi gizi dari PERSAGI, stan produk UMKM dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DSAS) Desa Pandanwangi, termasuk berbagai produk olahan herbal pendukung ASI dan makanan pendamping ASI (MPASI), serta stan TP PKK.

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan penyerahan Buku Petunjuk Teknis (Juknis) YUKENSI dan KP-ASI, pemutaran video edukasi, seminar kesehatan tumbuh kembang anak, serta pemaparan praktik baik (best practice) pendampingan ASI di tingkat kecamatan.

Seminar menghadirkan narasumber Sri Wahyuningsih, S.Gz., M.Gz. dan dr. Ahmad Mahfur, Sp.A., dokter spesialis anak.

Dalam pemaparannya, para narasumber mengupas pentingnya ASI bagi bayi, bukan hanya sebagai sumber nutrisi, tetapi juga sebagai bagian penting dalam membangun sistem imunitas serta mendukung proses tumbuh kembang anak secara optimal.

Melalui momentum Pekan ASI Sedunia 2026, Pemkab Jombang berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, keluarga, dunia kerja dan masyarakat semakin kuat sehingga perlindungan terhadap ibu menyusui dan anak dapat diwujudkan secara berkelanjutan.(ajr)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru