Meh Rahino dan Sumandhing Antarkan Siswa SMKN 1 Sawoo Juara Lomba Nembang Campursari

Reporter : Bayu

Ponorogo, beritaplus.id | SMK Negeri 1 Sawoo bisa dibilang sekolah gudangnya prestasi, SMK yang berada di ujung timur Kota Ponorogo kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui salah satu siswanya yang berhasil meraih juara tingkat Provinsi Jawa Timur.

Terbaru, penghargaan diberikan kepada Aufa Irsyad Rizqullohi siswa kelas XII TKR (Teknik Kendaraan Ringan) yang berhasil meraih Juara harapan 1 dalam Lomba Nembang Seni Sastra Jawa Sempulur Campursari Tingkat Nasional 2026 di Unesa Surabaya. 

Baca juga: SMKN 1 Sooko Tampilkan Karya dan Semangat Kewirausahaan di Ponorogo City Expo 2026

Pemenang menerima penghargaan berupa sertifikat, piala, dan uang pembinaan diserahkan oleh juri Rendra sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam melestarikan seni budaya Jawa.

Dalam perlombaan tersebut, Aufa Irsyad Rizqullohi tampil pada urutan ke-07 dengan membawakan lagu berjudul “Meh Rahino dan Sumandhing”. 

Penampilan tersebut berhasil memukau dewan juri dan penonton, sehingga layak diganjar penghargaan juara harapan 1 karena mampu membawakan lagu dengan penghayatan dan teknik vokal yang baik. 


“Saya sangat bersyukur bisa menjadi juara. Ini adalah hasil kerja keras dan dukungan yang luar biasa dari orang-orang terkasih dibelakang layar. Semoga kemenangan ini menjadi inspirasi generasi penerus bangsa untuk terus melestarikan budaya bangsa,”ujar Aufa.

Prestasi gemilang yang diraih di ajang prestisius tersebut menjadi bukti semangat dan kerja keras siswa dalam mengembangkan bakat akademik maupun non akademik. 

Raihan yang diraih Aufa tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kepala SMKN 1 Sawoo, Elvi Nur Mufidah,M.Pd atas capaian anak didiknya.

Baca juga: Semangat Membara di Bawah Api Unggun, 330 Siswa Baru SMKN 1 Sawoo Resmi Jadi Pramuka Penegak

“Alhamdulillah, kami sangat bangga dengan pencapaian ini sebagai bukti bahwa siswa kami tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki bakat seni yang luar biasa. Prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi siswa lain untuk mencintai dan melestarikan budaya lokal,”ujar Elvi Nur Mufidah,M.Pd. 

Prestasi ini menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki perhatian besar terhadap kesenian daerah, terutama dalam menjaga eksistensi budaya leluhur di tengah gempuran budaya modern.

“Dengan capaian ini, SMKN 1 Sawoo berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi minat serta bakat siswa dalam bidang seni budaya, sebagai bagian dari pembentukan karakter dan pelestarian warisan budaya bangsa,”terangnya.

Menurutnya, prestasi ini menjadi kebanggaan bagi sekolah. Berharap capaian aufa dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi dan berani mengembangkan potensi diri. 

Baca juga: My HERO SMKN 1 Sooko Siap Hadapi Dunia Kerja dan Berwirausaha  

Aufa Irsyad Rizqullohi mengaku bersyukur atas hasil yang diraih dalam lomba tersebut.

“Saya senang dan tidak menyangka bisa meraih juara harapan 1. Terima kasih kepada sekolah, guru pembimbing, orang tua, dan teman-teman yang selalu mendukung saya,”tuturnya.
Perlombaan ini menjadi ajang generasi muda untuk menunjukkan bakat mereka dalam seni campursari, sekaligus mendukung pelestarian budaya Jawa.

Kompetisi ini bertujuan mendorong kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga warisan budaya melalui seni nembang campursari. Selain itu, kegiatan ini merupakan implementasi Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 19 Tahun 2014 tentang mata pelajaran Bahasa Jawa sebagai muatan lokal wajib di sekolah.(aw) 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru