x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

2 Oknum Staf di Dinkes Gresik Diduga Curi dan Jual Barang Milik Negara

Avatar Yudi
Yudi
Kamis, 13 Jun 2024 12:52 WIB
Peristiwa
beritaplus.id leaderboard

Gresik, Beritaplus.id - Kelakuan 2 oknum staf di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik ini tak patut ditiru. Bukannya patuh pada jabatan karena memperoleh gaji dari negara, malah 2 orang berinisial S dan D ini diduga mencuri dan menjual barang milik negara tanpa prosedur. Anehnya, keduanya tidak mendapatkan sanksi pidana, malah sampai sekarang aktif bekerja di Dinkes Gresik.

Dari informasi yang didapat, inisial D merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kesehatan Gresik di bidang Laboratorium. Sedangkan S statusnya masih tenaga honorer di Dinas Kesehatan Gresik. Posisinya sebagai staf di bidang Farmasi.

Dugaan pencurian dan penjualan tersebut diketahui oleh pihak Dinas Kesehatan Gresik, kemudian keduanya dimintai klarifikasi. Dan mereka mengakui perbuatannya bahwa material bekas hasil bongkaran gedung Labkesmas dijual. Klaim mereka, material bekas bangunan tersebut laku sebesar Rp 1.500.000.

Setelah dilakukan klarifikasi dan mengakui, D dan S diminta mengembalikan material bekas yang dijualnya atau membayar uang sebesar Rp 20.000.000. Keduanya diberi tenggat waktu seminggu setelah diklarifikasi.

“Material yang bernilai tersebut seperi kaca yang dilapisi besi diduga dijual oleh Oknum ASN bernama D dan oknum Honorer berinisial S. Material tersebut diambil dan diangkut menggunakan kendaraan pick up pada Sabtu, 18 Mei 2024. Berat material yang diangkut dan dijual ke tukang rongsokan diperkirakan seberat 3 ton,” ungkap sumber internal kepada wartawan.

Menurutnya, material bekas bangunan yang diduga dicuri dan dijual tersebut merupakan bekas bangunan Labkesmas Dinas Kesehatan Gresik. Diketahui, Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Satuan Kerja Dinas Kesehatan mengalokasikan anggaran untuk Belanja Modal Bangunan Kesehatan Pembangunan Labkesmas (Kode Tender : 11622122). Nilai pagu paket sebesar Rp. 5.902.899.657,00 yang bersumber dari APBD Kab. Gresik TA 2024, yang sekarang masih dalam proses tender.

Lingkup pekerjaan dalam proyek Belanja Modal Bangunan Kesehatan Pembangunan Labkesmas mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, pembongkaran dan atau pembangunan kembali bangunan yang dipakai untuk gedung kesehatan, seperti Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas).

“Sebelum dilakukan pembangunan, terlebih dahulu dilakukan pembongkaran gedung. Dalam pembongkaran tersebut, terdapat material yang bisa dimanfaatkan atau bernilai (dijual lagi). Seperti material besi, kaca, dan lain-lain. Itulah yang diambil dan dijual oleh terduga pelaku. Aksi mereka lakukan disaat Security tidak ada,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Gresik, dr Mukhibatul Khusnah saat dikonfirmasi perihal temuan tersebut memilih diam. Dihubungi melalui sambungan telpon di nomor pribadinya maupun secara tertulis, juga belum memberikan tanggapan.

Secara terpisah, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Front Pembela Suara Rakyat (LSM FPSR), Aris Gunawan sangat prihatin dengan tindakan dua oknum staf di Dinas Kesehatan Gresik tersebut. Terkait dengan hal tersebut, Aris akan melaporkan tindakan mereka ke Inspektorat Kabupaten Gresik dan juga ke pihak berwenang, dalam hal ini Kepolisian.

“Barang milik negara dijual harusnya melalui sistem lelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) atau aturan lain. Tidak bisa dijual langsung tanpa prosedur meski itu barang bekas. Ada tindakan pidananya,” tegas Aris. (*)

Editor : Ida Djumila

beritaplus.id horizontal
Artikel Terbaru
Senin, 15 Jul 2024 11:01 WIB | Peristiwa
Pasuruan - beritaplus.id | Calon Bupati Pasuruan, Rusdi Sutedja dari Partai Gerindra sambang Pondok Pesantren (Ponpes) Nurudh Dholam, Jalan Pasar ...
Minggu, 14 Jul 2024 17:18 WIB | Peristiwa
Jombang-beritaplus.id | Desa Carangrejo, Kesamben, Jombang, menjadi saksi suksesnya kerjasama antara anggota Polsek Kesamben dan Koramil Kesamben ...
Minggu, 14 Jul 2024 17:10 WIB | Peristiwa
Pasuruan - beritaplus.id | Sejumlah Ketua RW-RT di Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan mengeluh. Sudah hampir tiga bulan insentif tak kunjung ...