x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

Lengkapi Pemeriksaan Kasus PKBM. Dua Mantan Kadispendik Diperiksa Kejari

Avatar Didik Nurhadi

Politik dan Pemerintahan

Pasuruan, beritaplus.id | Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan periksa dua mantan Kadispendik Kabupaten Pasuruan yakni Ninuk Ida Suryani dan Hasbullah. Pemeriksaan itu terkait kasus Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ditanganinya. Sebelumnya, koprs Adhiyaksa telah menetapkan Bayu Putra Subandi (BPS) Ketua PKBM Salafiyah Kejayan sebagai tersangka. Dan langsung dijebloskan ke Rutan Bangil.

Tersangka dijerat Pasal 2 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomer 31 Tahun 1999 tentan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomer 20 Tahun 2021. Subsider Pasal 3 jo. pasal 18 Undang-Undang 31/1999 sebagai diubah dengan UU 20/2021 mengatur tentang tindak pidana korupsi yang dilakukan dengan penyalahgunaan jabatan untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain atau korporasi.

Pantauan beritaplus.id di kantor Kejari Kabupaten Pasuruan, dua mantan Kadispendik terlihat duduk didepan ruang pemeriksaan Pidsus. Menunggu giliran diperiksa oleh tim penyidik. Hasbullah memakai masker seolah-olah menutupi keberadaannya. Sedangkan Ninuk Ida Suryani berpakaian dinas terlihat lebih santai.

"Kok disini (Kejari) ada apa bu. Iya mas di panggil kejaksaan mau dimintai keterangan," kata Ninuk Ida Suryani pada beritaplus.id, Senin (13/1/2025).

Selain dua mantan Kadispendik, nampak sejumlah staf Dinas Pendidikan terlihat diruang tunggu dengan memakai seragam dinas. Mereka menunggu giliran diperiksa oleh tim penyidik Kejari.

Informasi, didapat tim penyidik Pidsus. Pemeriksaan dua mantan Kadispendik Kabupaten Pasuruan bersama sejumlah stafnya untuk melengkapi berkas perkara PKBM. "Benar dua mantan Kadispendik dan sejumlah staf dipanggil untuk diperiksa. Hal itu dilakukan untuk melengkapi berkas perkara PKBM," sebut sumber di Pidsus.

Seperti diketahui, dipenghujung Tahun 2024. Kejari menetapkan Bayu Putra Subandi Ketua PKBM Salafiyah Kejayan sebagai tersangka. Atas kasus korupsi merugikan keuangan negara Rp 1,9 M. Modus operandi yang dilakukan tersangka membuat SPJ fiktif dalam program PKBM. (dik)

Editor : Ida Djumila

Artikel Terbaru
Senin, 26 Okt 2026 14:25 WIB | TNI dan Polri

Kasat ReskrimPolres Pasuruan Kota Decky Menunggu Kurator Melaporkan

Pasuruan, beritaplus.id | Kasus pembobolan gudang PT Segoro Kidul yang dalam sitaan Bank masih berlanjut. Kasat Reskrim Decky menunggu kurator untuk melaporkan ...
Senin, 26 Okt 2026 13:53 WIB | Politik dan Pemerintahan

Duh ! Lurah Petungasri Keluarkan IMB, Lalu Dicabut Lagi 

Pasuruan, beritaplus.id | Lurah Petungasri, kecamatan Pandaan diduga menerima titipan dari seorang pengusaha untuk mengeluarkan Surat Keterangan Izin ...
Senin, 26 Okt 2026 10:42 WIB | TNI dan Polri

Polres Ponorogo Gelar Operasi Patuh Semeru 2026, 200 Personel Dikerahkan, Knalpot Brong Jadi Sasaran

PONOROGO, Beritaplus.id – Polres Ponorogo menggelar apel Operasi Kewilayahan Patuh Semeru 2026 di halaman Mapolres Ponorogo, Senin (26/10/2026). Operasi yang b ...
Minggu, 25 Okt 2026 18:58 WIB | Hukum dan Kriminal

Penonton Balapan Sepeda Dibacok, Korban Didampingi Dodik Firmansyah Lapor Polrestabes Surabaya

Penonton Balapan Sepeda Dibacok, Korban Didampingi Dodik Firmansyah Lapor Polrestabes Surabaya ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:55 WIB | Ekbis dan Hiburan

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Jakarta, beritaplus.id - Di tengah tantangan persaingan usaha yang semakin ketat, sejumlah UMKM binaan Pertamina menunjukkan bahwa bisnis tidak hanya dapat ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

DPD PSI Pasuruan Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol 

Pasuruan - beritaplus.id | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pasuruan menggelar konsolidasi dan bimbingan teknis ...