Ponorogo - beritaplus.id | Tradisi perang sarung yang kerap muncul saat bulan ramadhan kembali mendapat perhatian dari pihak kepolisian.
Kali ini, Polsek Ponorogo Polda Jatim mengamankan 11 pelajar yang diduga hendak menggelar aksi perang sarung di kawasan Aloon-aloon Ponorogo.
Baca juga: Forum Evaluasi RSMZ, Pemkab Sampang Perkuat Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan
Kapolsek Ponorogo, AKP Catur Juli Hernawan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa para pelajar tersebut diamankan dalam kegiatan cipta kondisi (Cipkon) guna menjaga ketertiban selama bulan suci Ramadan.
Setelah dilakukan pembinaan, mereka diberikan pemahaman mengenai bahaya dari perang sarung dan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.
Baca juga: Imam Saifudin Buka Zapo Competition 2026 SMPN 1 Ponorogo Waktunya Unjuk Bakat dan Prestasi
"Para pelajar ini sudah menyatakan paham dan berjanji untuk tidak melakukan perang sarung selama Ramadan. Setelah membuat surat pernyataan, mereka dipulangkan ke rumah masing-masing," ujar AKP Catur, Rabu (5/3/2025).
Tak hanya itu, pihak kepolisian juga berkomunikasi dengan orang tua para pelajar guna meningkatkan pengawasan dan bimbingan terhadap anak-anak mereka.
Baca juga: Lek Sul Tinjau SDN 1 Bulusari usai Direhap
Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, berharap agar masyarakat dapat menjalankan ibadah ramadhan dalam suasana yang aman, tenang, dan kondusif.
"Kami ingin bulan ramadhan ini berjalan dengan damai. Oleh karena itu, peran serta orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka sangat penting,"pungkasnya.
Editor : Ida Djumila