Akafarma Sunan Giri dan RSU Muhammadiyah Ponorogo Bersinergi  Upaya Cetak Lulusan Farmasi Siap Kerja

Reporter : Bayu

Ponorogo, beritaplus.id | Dalam upaya mencetak tenaga teknis kefarmasian yang siap pakai dan kompeten di era industri kesehatan yang kian dinamis, Akafarma Sunan Giri Ponorogo resmi menjalin kerja sama strategis dengan Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Ponorogo.

Agenda utama pertemuan yang berlangsung Senin, 5 Januari 2026 bertempat di Ruang Direktur RSU Muhammadiyah Ponorogo ini adalah koordinasi sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait program Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa Program Studi D3 Farmasi Akafarma Sunan Giri.

Baca juga: Kolaborasi Akafarma Sunan Giri Ponorogo dan BPBD : Pelatihan Manajemen Bencana Pemahaman Mitigasi Bencana

Fokus pada Link and Match Pendidikan Kesehatan
Direktur Akafarma Sunan Giri Ponorogo, Nasruhan Arifianto menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari visi besar kampus untuk mengimplementasikan kurikulum berbasis kompetensi.

"Kami tidak ingin lulusan Akafarma Sunan Giri hanya kuat di teori, namun melalui kerja sama dengan RSU Muhammadiyah Ponorogo, mahasiswa akan mendapatkan paparan langsung mengenai standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit tipe utama. Ini adalah bagian dari proses link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja," ujarnya di sela-sela acara.

Gaung bersambut, Direktur RSU Muhammadiyah Ponorogo, dr. Barunanto Ashadi menyambut baik inisiatif ini. 

Menurutnya, rumah sakit memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta mengedukasi calon tenaga kesehatan.

"Pelayanan kefarmasian saat ini tidak hanya soal meracik obat, tapi juga mencakup edukasi pasien, keselamatan pasien (patient safety), hingga manajemen logistik farmasi yang kompleks. Kami siap menjadi laboratorium hidup bagi para mahasiswa Akafarma,"terangnya.

Poin Utama Kerja Sama (MoU)
Kerja sama ini mencakup beberapa poin krusial yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM kesehatan di Ponorogo, antara lain:
1. Praktik Kerja Lapangan (PKL): Penempatan mahasiswa D3 Farmasi untuk belajar langsung di bawah bimbingan apoteker klinis senior.
2. Transfer Pengetahuan: Peluang bagi praktisi rumah sakit untuk memberikan kuliah tamu atau workshop praktis di kampus.
3. Standarisasi Kompetensi: Penyelarasan materi praktik dengan standar akreditasi rumah sakit terbaru.

Dampak Bagi Mahasiswa dan Masyarakat
Bagi mahasiswa Akafarma Sunan Giri, pengalaman di RSU Muhammadiyah Ponorogo akan memberikan nilai tambah yang signifikan. 

Lantaran RSU Muhammadiyah dikenal memiliki sistem manajemen farmasi yang terintegrasi dan pelayanan yang mengedepankan nilai-nilai profesionalisme.

Diharapkan, setelah menyelesaikan program PKL ini, lulusan Akafarma memiliki kesiapan mental dan keahlian teknis yang mumpuni, sehingga saat terjun ke masyarakat, mereka dapat memberikan pelayanan kefarmasian yang akurat, aman, dan edukatif.(aw)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru