Lonjakan Pasien Tak Terbendung, RSUD Sampang Kian Mendesak Direlokasi Jadi RS Rujukan se-Madura
Sampang - beritaplus.id | Lonjakan jumlah pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohammad Zyn Kabupaten Sampang terus meningkat dan melampaui kapasitas bangunan yang ada. Kondisi tersebut membuat rencana relokasi rumah sakit sebagai rumah sakit rujukan se-Madura dinilai semakin mendesak untuk segera direalisasikan, Rabu (7/1/2026).
Dalam beberapa hari terakhir, ruang rawat inap RSUD Sampang mengalami kelebihan kapasitas. Banyaknya pasien yang datang, baik rujukan dari puskesmas maupun pasien umum, menyebabkan keterbatasan kamar perawatan.
Akibatnya, sebagian pasien terpaksa menjalani perawatan di luar ruang rawat inap. Bahkan, tidak sedikit pasien yang harus menunggu cukup lama di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebelum mendapatkan kamar.
Tingginya angka kunjungan pasien menunjukkan meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Sampang dan sekitarnya. Meski di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, pihak rumah sakit tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh pasien.
Humas RSUD Sampang, Amin Jakfar Shodiq, membenarkan kondisi over kapasitas yang tengah dialami rumah sakit. Ia menyampaikan bahwa situasi tersebut tidak hanya terjadi sesaat, melainkan sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir.
“Keterbatasan jumlah kamar rawat inap serta tingginya jumlah rujukan dari puskesmas menjadi faktor utama. Untuk saat ini, kami memang belum mampu menampung seluruh pasien secara bersamaan,” jelasnya.
Sebagai solusi sementara, manajemen rumah sakit tetap memprioritaskan penanganan pasien gawat darurat di IGD. Sementara pasien dengan kondisi stabil ditempatkan di ruang sementara sambil menunggu ketersediaan kamar rawat inap.
“Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan sesuai standar kepada seluruh pasien, meskipun dalam kondisi keterbatasan fasilitas,” pungkasnya.
Diketahui, rencana relokasi RSUD Sampang sebagai rumah sakit rujukan se-Madura akan dibangun di lahan baru yang berlokasi di Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang. Relokasi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Madura.(fen)
Editor : Redaksi