Kolaborasi Akafarma Sunan Giri Ponorogo dan BPBD : Pelatihan Manajemen Bencana Pemahaman Mitigasi Bencana
Ponorogo, beritaplus.id | Akafarma Sunan Giri Ponorogo berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman bagi seluruh civitas akademika melalui pelatihan manajemen bencana pemahaman mitigasi bencana, Jumat (2/1/2026).
Hal tersebut dilakukan Akafarma Sunan Giri Ponorogo guna memperkuat ketangguhan civitas akademika dalam menghadapi potensi ancaman bencana.
Workshop pelatihan manajemen bencana diikuti seluruh mahasiswa bertempat di aula lantai 3 gedung Akafarma Sunan Giri dengan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo sebagai instruktur utama.
Acara yang dimulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB ini menghadirkan dua narasumber ahli dari BPBD Ponorogo Hadi dan Irgi yang akan memaparkan materi komprehensif mulai dari pemetaan risiko hingga langkah praktis mitigasi bencana di lingkungan kampus dan masyarakat.
Langkah panitia memberikan pelatihan ini mendapat animo luar biasa dari peserta mahasiswa Akafarma Sunan Giri mulai semester satu hingga semester lima.
Antusiasme mahasiswa terlihat pada saat sesi diskusi aktif mengenai prosedur evakuasi dan penanganan darurat medis awal
Ketua Panitia Workshop, Anggun Dian Permatasari, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas formalitas namun ada urgensi besar di balik penyelenggaraan pelatihan ini.
"Tujuan utama kami adalah meningkatkan kesiapsiagaan, kapasitas SDM, dan kolaborasi dalam manajemen bencana. Ini merupakan upaya preventif dan mitigasi yang harus diperkuat agar mahasiswa memiliki respon yang cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat," ujar Anggun di sela-sela acara.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Direktur Bidang Akademik, Yaya Sulthon Aziz, dalam sambutannya menekankan peran strategis institusi pendidikan dalam isu kemanusiaan. Ia memandang bahwa pemahaman manajemen bencana adalah bagian dari kompetensi non-akademik yang wajib dimiliki mahasiswa.
"Kampus memiliki peran krusial, tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga dalam pengabdian kepada masyarakat, termasuk manajemen bencana,"tegas Yaya.
Dirinya berharap melalui workshop ini, akan terbangun partisipasi dan kemitraan yang kuat antara perguruan tinggi dan BPBD ke depannya.
Dengan terlaksananya workshop ini, Akafarma Sunan Giri Ponorogo menunjukkan komitmen nyata dalam mencetak lulusan yang tidak hanya ahli di bidang farmasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kesiapan mental dalam menghadapi bencana di wilayah sekitar.
Di tempat yang sama, Direktur Akafarma Suna Giri Ponorogo Apt. Nasruhan Arifianto, M.Farm.Klin berharap para civitas lebih siap dan tangguh ketika merespon adanya bencana dan melakukan mitigasi agar dapat meminimalisir adanya bencana.
“Diucapkan terima kasih dan apresiasi kepada mahasiswa Akafarma Suna Giri Ponorogo atas partisipasinya dalam melakukan simulasi dan pelatihan untuk penanganan dan mitigasi kedaruratan dan kebencanaan di lingkungan kampus,"pungkasnya.(aw)
Editor : Redaksi