Wabup Minta RS Asih Abyakta Dievaluasi Usai Pasien Telat Penanganan Meninggal
Pasuruan, BeritaPlus.id - Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori angkat bicara terkait meninggalnya pasien yang diduga terlambat ditangani oleh pihak rumah sakit (RS) Asih Adyakta. Ia mengaku kecewa, dan minta pihak rumah sakit terletak di Jalan Raya Surabaya-Malang No KM 42 Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol dievaluasi.
"Harus dilakukan evaluasi total mulai dari manajemen rumah sakit sampai Standar Operasional Prosedur (SOP)," tegas Wakil Bupati Pasuruan ini.
Menurutnya, penanganan pasien harus diutamakan, apalagi kondisi si pasien kritis.
"Jangan disuruh mengurus administrasi dulu baru ada tindakan medis," tambahnya.
Gus Shobih sapaanya Shobih Asrori menyesalkan fasiltas kesehatan berupa mobil ambulan di RS Asih Abyakta yang tidak standby (siaga).
"Mobil ambulan tujuannya memberikan pertolongan medis segera untuk membawa si pasien ke rumah sakit yang lebih besar mendapat perawatan medis lebih intensif," ujar dia.
Mantan anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan menyebut, kasus-kasus seperti ini telah menjadi atensi, supaya kasus serupa tidak terulang kembali. Kejadian yang menimpa almarhumah ZK (18) seorang pasien meninggal di RS Asih Abyakta sebagai pembelajaran kita bersama. Ia bisa mengetehui akar persoalan yang selama ini dialami warga terutama warga kurang mampu yang BPJS kesehatannya ditanggung pemerintah atau BPJS Kesehatan Peserta Bantuan Iuran (PBI).
Sebelumnya, Najib Setiawan, Sekertaris Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan menyatakan akan menindaklanjuti persoalan tersebut. Bahkan, politisi senior PKS tegaskan akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke RS Asih Adiyakta. Ia juga mengaku kerap mendapatkan aduan warga terkait lambatnya penanganan pasien oleh pihak rumah sakit.
Masih terngiang di kepala seorang mahasiswi Universitas Terbuka (UT) bersenisial ZK mengalami sakit lambung atau dikenal sebagai asam lambung naik (GERD) dan dirawat di RS Asih Abiyakta Kepulungan, Kecamatan Gempol. Sehari dirawat, kondisi pasien semakin memburuk.
Keluarga pasien pun meminta surat rujukan ke RSUD Bangil agar anaknya (pasien) mendapat perawatan medis lebih instensif. Namun, pihak RS Asih Adiyakta enggan memberikan surat rujukan. Dengan dalih akan komunikasikan dulu ke pihak RSUD Bangil yang berujung si pasien meninggal dunia.
Mirisnya, mobil ambulan yang seharus siaga di rumah sakit tidak ada di lokasi. Terpaksa jenazah diantar memakai mobil ambulan rumah sakit lain mengantarkan jenazah pasien ke rumahnya. (dik)
Editor : Redaksi