Ponorogo - beritaplus.id | Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ponorogo dalam mempercepat sertifiksi halal mengadakan pelatihan juru sembelih halal.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ponorogo Prof. Dr. KH Luthfi Hadi Aminuddin,M.Ag membuka pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) sektor unggas yang digelar di aula Halking Kemenag Ponorogo Sabtu (24/11/2026).
Dalam sambutannya Ketua MUI Ponorogo KH Luthfi Hadi Aminuddin mengucap rasa syukur Alhamdulillah atas nama ketua MUI Ponorogo menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Plt Kantor Kemenag Ponorogo yang telah bersinergi untuk menggelar cara pelatihan juru sembelih halal.
Ia menyampaikan bahwa acara ini dilatar belakangi atas keprihatinan MUI yang punya tanggung jawab bersama terhadap jaminan kehalalan.
Hal ini lantaran, fakta di lapangan pada 2 tahun yang lalu di Ponorogo ini masih banyak sembelihan yang kurang memenuhi ketentuan syariat.
Menurutnya, pengaruh pada penyembelihan yang tidak halal itu tidak hanya berhenti pada yang atas, bisa-bisa berantai. Baik yang menyembelih, menjual, membeli, memakan dampaknya pada semua menjadi haram.
Hal ini menjadi keprihatinan kita bersama diadakan kegiatan yang sudah ke 4 kalinya menjadi komitmen kita bersama hak jaminan yang diproduksi oleh umat dikonsumsi masyarakat itu betul-betul halal.
“Untuk itu kepada bapak ibu yang hadir disini kami ucapkan terima kasih sebagai komitmen bersama menuju Ponorogo sebagaai kota kuliner halal,”jelasnya.
Oleh karena itu dengan digelarnya pelatihan ini MUI berharap bahwa dari waktu ke waktu kita tekan sembelihan yang tidak halal.
“Besar harapan kami itu tidak hanya berhenti pada administrasi label halal tetapi kita punya tanggung jawab moral betul agar kepastian kehalalan yang dikonsumsi umat dapat terjamin,”terangnya.
Di tempat yang sama, Plt Kemenag Ponorogo Drs. Thohari mengucap selamat datang kepada peserta pelatihan di Halking Kantor Kemenag Ponorogo.
Baca juga: Dorong Lahirnya SDM Unggul, Program “Gerakan Madura Maju” Fokuskan Siswa Sampang ke Perguruan Tinggi
“Juga kepada pemerintah Kabupaten Ponorogo, MUI dan Juleha ayo terus kita jaga untuk mensukseskan program Ponorogo sebagai kota kuliner halal. Sinergi sebagai kunci energi sinergi sebagai kunci bersangsi,”tuturnya.
Sementara Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita dalam sambutannya yang disampaikan Asisten 2 Drs.Harjono, M.Kes Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengapresiasi yang luar biasa kepada MUI Ponorogo yang telah mengadakan kegiatan pelatihan Juleha.
Kegiatan ini luar biasa karena sertifikat halal bagi makanan bukan hanya kewajiban tapi sebagai kebutuhan.
Dikatakannya tim Juleha sendiri merupakan individu terlatih secara khusus dalam proses penyembelihan hewan sesuai prinsip syariah, memastikan pemotongan leher dengan pisau tajam untuk kematian instan tanpa rasa sakit berlebihan.
“Tak hanya memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat halal, Ketua MUI Ponorogo menekankan pentingnya aspek thoyyib, baik dan layak konsumsi,”katanya..
Baca juga: Bupati Jombang Launching Distribusi SPPT PBB-P2 Tahun 2026 dan Inovasi QR Code
Selain materi tentang tata cara penyembelihan hewan sesuai syariat, pelatihan ini juga mencakup materi mengenai kesehatan hewan.
Materi pelatihan disampaikan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo, Kantor Kementerian Agama Ponorogo, dan tim DPD Juleha Ponorogo.
“Para jagal memiliki tanggung jawab besar untuk menyediakan daging yang tidak hanya halal secara hukum agama, tetapi juga bersih dan sehat.
Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari upaya menjalankan perintah Allah SWT serta membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.
“Tugas kita adalah menyediakan makanan yang halal dan thoyyib di seluruh pasar. Agar kita terhindar dari dosa, dan generasi kita tumbuh dengan tubuh yang sehat dan hati yang baik,” tegasnya.
Kita berharap penyembelihan halal itu penting, maka agar ilmu ini tidak berhenti di pelatihan saja, tetapi juga dijalankan secara nyata di daerah masing-masing.(aw)
Editor : Redaksi