Ponorogo, beritaplus.id | Komitmen serius Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Kauman dalam mewujudkan Ponorogo berbudaya tampaknya tidak tanggung-tanggung.
Pasalnya untuk mendukung program pemerintah Ponorogo dalam melestarikan kesenian reog, sekolah yang dipimpin Drs.Indarto Bandono,M.Pd menggelar tari kolosal dan workshop tari dalam event Dakapo Festival dengan tema Jumangkah Gumregah Hambangun Taruna Unggul Berprestasi.
Pembukaan Dakapo Festival 2026 ditandai dengan pemukulan Gong oleh Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita didampingi Drs.Nurhadi Hanuri Kadindik, Imam Muslihin Sekdin Disbudparpora, Drs. Indarto Bandono,M.Pd Kepala SMPN 2 Kauman, Pranyoto Ketua komte, Mahmudi Kemenag, Toni camat Kauman.
Drs. Indarto Bandono,M.Pd Kepala SMPN 2 Kauman mengatakan bahwa Dakapo Festival 2026 diikuti 400 siswa SD/MI.
“Dakapo Festival mewadahi siswa yang punya potensi di SD dalam workshop tari jathil dan warok. Kita punya tanggung jawab untuk melestarikan kesenian reog jadi anak-anak mulai SD kita tanamkan rasa cinta pada budaya reog,”tuturnya.
Hal ini dibuktikan adanya kelas unggulan seni di SMPN 2 Kauman menjadikan sekolah ini sebagai sekolah yang peduli dengan kesenian reog yang adi luhur yang wajib dilestarikan.
“Apalagi reog Ponorogo sudah masuk daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO. Oleh karena pengakuan UNESCO tersebut membawa tanggung jawab besar bagi SMPN 2 Kauman khususnya dan mamsyarakat Ponorogo pada umumnya,”ungkapnya pada wartawan saat ditemui sebelum acara.
Ia menegaskan, Dakapo Festival menjadi ruang pembinaan yang konsisten. Bahkan sejak dua tahun terakhir paraih juara umum yang berhak atas Piala Bergilir Bupati Ponorogo.
“Kami berharap Dakapo Festival mampu menjadi wadah pengembangan talenta kalangan pelajar,”tegasnya.
Di tempat yang sama, Plt Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita mengapresiasi tinggi kepada SMPN 2 Kauman yang selama ini konsisten membangun ekosistem pendidikan serta kebudayaan di lingkungan sekolah.
Hal ini dikatakan Bunda Lisdyarita saat membuka Dakapo Festival 2026 SMPN 2 Kauman Senin (9/2/2026) dengan suguhan penampilan reog Singo Sumowicitro SMPN 2 Kauman.
“Apresiasi tinggi kepada kepala sekolah, tenaga pendidik, dan pendamping yang sudah berperan aktif menjaga keberlanjutan kesenian daerah,”kata Bunda Lis-sapaan Lisdyarita.
Sementara ketua panitia Dakapo Festival 2026 Ilham Khofid Tontowi menjelaskan pelaksanaan Dakapo Festival 2026 sudah dimulai tanggal 6 lomba bola voli, futsal se Kutho Kulon, tanggal 8 lomba pramuka se-kabupaten Ponorogo, tanggal 9 tari kolosal diikuti 400 siswa SD/MI se Kutho Kulon yang dihadiri Plt Bupati, tanggal 10 lomba yang tidak kalah bergengsinya yaitu lomba banjari hadroh memperebutkan piala bergilir Kepala Kemenag, try out TKA, lomba mendongeng, Rabu tanggal 11 sebagai penutup lomba puisi dan solo vokal.
“Rangkaian kegiatan Dakapo Festival 2026 untuk mewadahi anak didik SD/MI se Kutho Kulon yang digelar rutin tiap tahun dengan sajian semacam ini selalu berbeda untuk tahun ini tari kolosal dan sebagai workshop tari,”paparnya.
Dirinya berharap, kegiatan semacam ini bisa mewadahi bakat minat anak didik SD/MI yang mau ke jenjang SMP dan juga workshop tari sebagai bentuk melestarikan budaya yang sadah diakui UNESCO.
Dakapo Festival 2026 SMPN Dua Kauman Ponorogo merupakan kegiatan rutin tiap tahun dengan menggelar beragam kompetisi seni dan olahraga se Kutho Kulon.(aw).
Editor : Redaksi