Temui Pendemo, Pengelola Makam Puncak Nirwana Janji Penuhi Tuntutan

Reporter : Didik Nurhadi
Diskusi antar pendemo dengan pengelola makam cina puncak nirwana di lokasi

Pasuruan - beritaplus.id | Sejumlah warga Dusun Baos Kidul, Desa Pager, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan melakukan aksi demontrasi diarea makam. Mereka menuntut kompensasi Rp 5 juta per bulan kepada pengelola makam cina puncak nirwana.

"Kami minta pihak pengelola puncak nirwana memberikan kompensasi ke warga dusun sebesar Rp 5 juta per bulan," tandas Dulriat disela diskusi dengan puncak nirwana disaksikan muspika setempat, Rabu (13/5/2026).

Baca juga: DPD PSI Pasuruan Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol 

Ia mengacam, apabila tuntutan warga dusun tidak dipenuhi oleh pengelola makam cina puncak nirwana. Semua kegiatan proyek makam harus dihentikan. "Untuk sementara kita blokade dulu jalan dusun. Dan semua kegiatan diarea makam harus dihentikan dulu sebelum ada kepastian dari pihak pengelola," tegasnya. 

Menanggapi tuntutan warga dusun, H Pur selaku pengelola makam cina puncak nirwana berjanji akan menyampaikan tuntutan pendemo ke pimpinan. 

Baca juga: Anggota Satgas TMMD 130 Kodim 0814/Jombang Perkuat Komsos di Desa Klitih

"Kami hadir di sini untuk bersilaturahmi serta mendengar aspirasi warga," ujar H Pur. 

Terkait tuntutan, pihaknya akan sampaikan ke pimpinan. "Mohon kami diberikan waktu untuk menyampaikan tuntutan panjenengan. Karena kami punya pimpinan," imbuhnya.

Baca juga: Dua Tahun Prabowo: Harapan Buruh, Janji Perlindungan, dan Pekerjaan Rumah!

H Pur berharap, adanya hubungan harmonis antara pihak pengelola makam dengan warga sekitar. "Mari sama-sama ciptakan suasana kondusif. Mudah-mudahan dengan diskusi ini ada akan muncul win-win solution bagi kita semua," pungkasnya. 

Usai menyampaikan tuntutan sambil diskusi di area makam. Para pendemo pulang ke rumah masing-masing. Dilokasi makam terlihat tiga alat berat terdiri dari dua excavator dan satu bulldozer tidak melakukan aktifitas proyek. Jalan yang diklaim milik dusun diblokade oleh warga. Mereka memasang bambu dan tali rapia di sepanjang jalan dusun. (dik)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru