Alip Sugianto: Harkitnas Refleksi Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara

Reporter : Bayu

Ponorogo - beritaplus.id | Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Ponorogo, DR. Alip Sugianto menyampaikan harapan dan refleksinya dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) Ke 118. 

Peringatan ini jatuh pada hari Rabu (20/5/2026) mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” yang membawa nilai-nilai semangat menuju masa depan Indonesia yang kuat.

Baca juga: DPD PSI Pasuruan Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol 

Alip Sugianto, memandang peringatan Harkitnas ini sebagai momentum untuk merefleksikan sejarah peristiwa berdirinya Organisasi Budi Utomo pada tahun 1908. 

Menurut Alip moment tersebut sebagai titik awal kesadaran berbangsa ketika perjuangan fisik bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik.

Esensi Kebangkitan kini mengalami rekontekstualisasi, tidak hanya refklesi historis semata tetapi manifesto perjuangan kedaulatan bangsa di tengah pusaran disrupsi global. 

Baca juga: Anggota Satgas TMMD 130 Kodim 0814/Jombang Perkuat Komsos di Desa Klitih

“Pemuda adalah asset strategis yang menentukan arah kompas kemajuan suatu negara, di pundak para pemuda hari ini, harapan bangsa terletak padanya,"ujar Alip Sugianto saat ditemui media usai upacara Harkitnas di Aloon-Aloon Ponorogo.

Lebih lanjut, ia mengatakan hari ini tantangan tunas muda mengalami pergeseran, kebangkitan masa kini diukur dari sejauh mana pemuda mampu menguasai dynamic capabilities untuk mengubah tantang global menjadi peluang, innovator dan creator dengan banyak ide-ide baru, idealisme yang kuat sehingga pemuda sebagai katalisator kebangkitan. 

Baca juga: Dua Tahun Prabowo: Harapan Buruh, Janji Perlindungan, dan Pekerjaan Rumah!

Tunas Muda identik dengan iron stock, pengerak kesadaran sosial  untuk kedaulatan Negara di masa akan datang.

“Intinya, pemuda adalah agen perubahan, perubahan dimulai dari sendiri untuk menjadi lebih baik innallâha lâ yughayyiru mâ biqaumin ḫattâ yughayyirû mâ bi'anfusihim, Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka, saya mengingatkan khususnya pada diri sendiri dan turut berdoa semoga para pemuda senantiasa dalam lindungan-Nya”pungkasnya.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru