Uang Pungli SKS Pelajar di Puskesmas Prigen Diduga Disetorkan ke Dinkes

Reporter : Didik Nurhadi
Puskesmas Prigen yang diduga melakukan pungli pembuatan SKS bagi pelajar 

Pasuruan, beritaplus.id | Dugaan praktik pungutan liar (pungli) Surat Keterangan Sehat (SKS) bagi pelajar di Puskesmas Prigen di duga disetorkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan.

Informasi berhasil digali beritaplus.id di lingkup Puskesmas Prigen menyebut uang hasil pungli SKS di setorkan ke Dinkes. "Uang pungutan itu sudah disetorkan ke Dinas (Dinkes-red). Silahkan tanyakan ke sana saja," ungkap salah seorang sumber di lingkup Puskesmas Prigen, Sabtu (6/6/2026). 

Baca juga: Kepala Puskesmas Prigen Akui Adanya Pungutan Rp 20 Ribu di Pengurusan Surat Keterangan Sehat

Ditanya berapa pemohon SKS, ia pilih bungkam. Namun, dirinya mengaku setiap pemohon ditarik Rp 20 ribu. Lagi-lagi, awak media ini suruh konfirmasi ke Dinkes Kabupaten Pasuruan.

Sementara itu, sumber ini mengaku ditarik biaya Rp 20 ribu oleh oknum pegawai Puskesmas Prigen. Uang itu diberikan ke oknum pegawai yang ada di loket depan. "Setiap pemohon SKS ditarik Rp 20 ribu oleh oknum pegawai Puskesmas," tandasnya. 

Warga Prigen ini berharap kepada Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo segera menindak tegas kepada oknum pegawai nakal, agar kejadian serupa tak terulang lagi.

Viralnya pemberitaan ini, membuat Kepala Puskesmas Prigen, dr. Inkhud Muawanah panik hingga akhirnya mengumpulkan pegawai atau staf guna membahas kabar tersebut. Meskipun begitu, perempuan yang baru menjabat dua bulan di Puskesmas Prigen belum melayangkan sanksi kepada oknum pegawai yang diduga melakukan pungutan SKS. (dik)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru