Pasuruan - beritaplus.id | Dituding tabrak AD/ART Organisasi, salah satu Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangil berenisial SF diadukan ke PBNU.
Hal itu diungkapkan Najib Syafi'i salah satu Mustasyar PCNU Bangil, Minggu (7/6/2026) di sela-sela sosialisasi pemberian beasiswa pada 100 calon mahasiswa di Hotel Tanjung, Tretes.
Baca juga: DPD PSI Pasuruan Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol
"Saya sudah melayangkan surat aduan ke PBNU terkait rangkap jabatan yang dilakukan oleh salah seorang pengurus PCNU Bangil," tandasnya.
Pemohonan Penonaktifan Tanfidziyah PCNU Bangil telah diajukan pada bulan Mei 2026 ke Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf. Gus Najib menduga di dalam kepengurusan PCNU baru bermuatan politik praktis dan adanya rangkap jabatan pengurus harian dengan pengurus partai politik.
"Semua bukti sudah saya serahkan beserta surat aduan ke PBNU," kata Gus Najib.
Baca juga: Anggota Satgas TMMD 130 Kodim 0814/Jombang Perkuat Komsos di Desa Klitih
Mengacu pada AD/ART Nahdlatul Ulama Tahun 2015 Pasal 36 ayat (1) yang menyatakan bahwa "Pengurus NU pada semua tingkat, baik Tanfidziyah maupun Syuriyah, tidak boleh merangkap jabatan struktural di partai politik. Hal ini juga diperkuat Surat Edaran PBNU No. 247/PB.01/A.11.04.99/99/2023 tentang
netralitas pengurus NU dari politik praktis.
Sementara itu, Eddy Supriyanto Tanfidziyah PCNU Bangil menilai kepengurusan tersebut sudah sesuai aturan AD/ART ditubuh organisasi.
"Sudah sesuai aturan AD/ART organisasi. Yang tidak boleh pengurus harian NU rangkap jabatan menjadi pengurus partai atau anggota dewan," dalihnya.
Baca juga: Dua Tahun Prabowo: Harapan Buruh, Janji Perlindungan, dan Pekerjaan Rumah!
Sebelum menjadi pengurus NU, yang bersangkutan harus membuat surat pernyataan siap mengundurkan diri dari kepengurusan partai. Artinya, setiap pengurus diberikan memilih menjadi pengurus partai atau NU. Ia juga klaim telah mengundang Gus Najib selaku pembina PCNU Bangil di acara pelantikan pengurus PCNU Bangil. "Tak hadirnya Gus Najib itu haknya. Mungkin beliau ada acara yang lebih penting sehingga tidak hadir di pelantikan pengurus PCNU Bangil," pungkasnya.
Seperti diketahui, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menghadiri pelantikan pengurus PCNU Bangil yang digelar pada Minggu (7/6/2026) di gedung Graha PCNU Bangil yang dihadiri seluruh pengurus. (dik)
Editor : Redaksi