Pasuruan, beritaplus.id | Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan berencana melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terletak di Jalan Raya Dr Soetomo, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan setelah terjadi insiden keracunan yang dialami belasan pelajar SMAN 1 Pandaan beberapa hari lalu.
Meskipun, dapur SPPG milik warga Kota Surabaya berenisial G ini tidak beroperasi lagi menyuplai Makan Gizi Gratis (MBG). Komisi membidangi pendidikan terus menelusuri penyebab belasan pelajar yang mengalami muntah-muntah hingga gatal usai makan MBG.
Baca juga: Terjadi Debat Sengit Antar Anggota Komis I, Soal Audensi Pencopotan Oknum Kades Nakal
"Kita jadwal Minggu ini untuk melakukan sidak ke lokasi dapur SPPG," kata Najib Setiawan Sekertaris Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Rabu (29/7/2026).
Politisi senior PKS asal Beji menegaskan bahwa hal tersebut masih dalam penelusuran pihak SPPG dan BGN. Namun demikian, pihaknya tetap akan meninjau langsung ke lokasi dapur SPPG untuk memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini berjalan lebih baik kedepannya.
Baca juga: Hari Jadi Kab. Pasuruan ke-1097. Ketua DPRD Ajak Lestarikan Budaya
Sementara itu, Ketua Ketua Satgas MBG Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko mengku belum menerima hasil laboratorium. "Sampai saat ini hasil lab belum kami terima sehingga penyebab belasan pelajar yang mengalami muntah-muntah disertai gatal belum kami ketahui," tandas Yudha.
Informasinya, lanjut dia, dapur SPPG tersebut berhenti beroperasi sambil menunggu BGN. "Apabila pengelola SPPG melanggar aturan akan diberi sanksi mulai dari surat teguran tertulis, suspensi hingga penutupan permanen," pungkasnya
Baca juga: Terdeteksi Ada 14 Tambang Ilegal Tersebar di Pasuruan. Komisi III Jadwalkan Sidak Lokasi
Perlu diingat, keberadaan dapur SPPG terletak di Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan pernah dikomplen warga sekitar sampai pengendara motor karena bau busuk menyengat hitung. Diduga sumber bau berasal dari pembuangan limbah dapur SPPG yang dibuang ke saluran air meluber ke jalan raya. (dik)
Editor : Redaksi