Ponorogo, beritaplus.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ponorogo sukses menyelenggarakan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) 2026 yang mempertandingkan 15 cabang olahraga (cabor). Ajang tersebut berlangsung meriah dan sukses sejak dibuka di Stadion Batoro Katong hingga resmi ditutup pada Rabu (29/7/2026) di GOR Singodimedjo Ponorogo.
Penutupan Kejurkab berlangsung semarak dengan tingginya antusiasme masyarakat. Tribun GOR Singodimedjo dipadati penonton yang menyaksikan partai final bola voli putri antara Tunas Harapan melawan Ganesha, serta final bola voli putra yang mempertemukan Kusuma Bhirawa melawan Ganesha.
Baca juga: Siapkan Atlit Kejurprov KONI Ponorogo Gelar Kejurkab
Acara penutupan dihadiri unsur Forkopimda, jajaran pengurus KONI Ponorogo, serta Ketua Harian KONI Ponorogo, Sumani, yang sekaligus menyerahkan piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan kepada para juara.
Dalam sambutannya, Sumani menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terselenggaranya Kejurkab Ponorogo 2026 yang berlangsung sejak 7 hingga 29 Juli 2026 dengan mempertandingkan 15 cabang olahraga. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, meriah, dan penuh semangat kebersamaan.
Ia menegaskan bahwa Kejurkab tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga sebagai sarana membangun sportivitas, mempererat persaudaraan, serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan potensi di bidang olahraga.
“Kejurkab Ponorogo ini bertujuan menjaring bibit-bibit atlet berprestasi yang akan kami proyeksikan untuk mengikuti Porprov Jawa Timur 2027 di Surabaya,” ujar Sumani.
Menurutnya, mayoritas peserta yang tampil masih berusia muda dan berstatus pelajar sehingga memiliki peluang besar untuk dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. Hal itu sejalan dengan ketentuan sebagian besar cabang olahraga di Porprov yang menetapkan batas usia maksimal atlet 23 tahun.
Sumani juga mengungkapkan tekad KONI Ponorogo untuk meningkatkan prestasi pada Porprov Jatim 2027. Pada ajang Porprov IX Jawa Timur 2025 di Malang Raya, Kontingen Ponorogo berhasil meraih 9 medali emas, 11 medali perak, dan 18 medali perunggu, sehingga menempati peringkat ke-26 dengan total 76 poin.
“Dari Kejurkab ini diharapkan lahir atlet-atlet baru yang mampu bersaing di tingkat provinsi. Kejurkab merupakan bagian dari proses seleksi atlet yang selanjutnya akan dibina oleh masing-masing induk cabang olahraga,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sumani menjelaskan bahwa penyelenggaraan Kejurkab 2026 dilatarbelakangi keinginan untuk memberikan perhatian lebih kepada seluruh cabang olahraga di Kabupaten Ponorogo sekaligus mempererat silaturahmi antar-atlet, pelatih, dan pengurus olahraga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh cabang olahraga yang telah berpartisipasi serta kepada panitia yang telah bekerja keras menyukseskan Kejurkab 2026. Dari 41 cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI Ponorogo, tahun ini baru 15 cabang yang mampu melaksanakan Kejurkab. Semoga para atlet mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi pada Porprov 2027 nanti,” pungkasnya.
Adapun 15 cabang olahraga yang mengikuti Kejurkab Ponorogo 2026 meliputi Bulutangkis, Atletik, Sepak Takraw, Tenis Meja, Ju-Jitsu, Angkat Berat, Bola Basket, Petanque, Akuatik, Bola Voli, Panjat Tebing, Kick Boxing, Pencak Silat, Pickleball, dan Pordasi Berkuda Memanah.
Kejurkab 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam pembinaan olahraga prestasi di Kabupaten Ponorogo sekaligus menjadi langkah awal mencetak atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah pada ajang Porprov Jawa Timur 2027.(aw)
Editor : Redaksi