Pasuruan - beritaplus.id | Penyebab kematian Widi Nur Cahyono (43) asal Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan masih misterius. Widi disebut-sebut menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oknum anggota Polsek Beji pada, Senin (3/8/2026) sore. Korban digerebek dan diamankan polisi dirumahnya.
Adik Widi Nur Cahyono, Lukman mengaku tidak mengetahui kasus apa yang disangkakan ke kakaknya sampai ditangkap polisi.
Baca juga: DPD PSI Pasuruan Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol
"Tahu-tahu polisi datang ke rumah lewat pintu belakang dan langsung menangkap kakak saya," kata Lukman pada awak media, Selasa (4/8/2026).
Penangkapan Widi juga diketahui kakak perempuannya yang saat itu sedang mencuci telor. "Polisi langsung nyelonong masuk rumah begitu saja, tidak permisi. Apalagi menunjukan surat perintah atau pun surat penangkapan," sebutnya.
Ia menyebut, mendengar teriakan ampun. Meskipun begitu, Lukman tidak melihat langsung kalau Widi dianiaya oleh oknum polisi.
"Yang mendengar ampun pak gak isok nafas itu Adi dan bak saya," ungkapnya.
Baca juga: Anggota Satgas TMMD 130 Kodim 0814/Jombang Perkuat Komsos di Desa Klitih
Selang beberapa menit, kakaknya mendatangi ruangan tersebut. Namun, Widi tidak bergerak lagi, tangannya diborgol dan mulutnya mengeluarkan busa.
“Ketika diangkat, sudah tidak ada gerakan. Tapi keterangan dari pihak kepolisian katanya masih ada nafas,” sambung dia.
Sementara dari pihak Puskesmas melalui perawat menyebut kondisi kakaknya sudah tidak bernyawa.
Baca juga: Dua Tahun Prabowo: Harapan Buruh, Janji Perlindungan, dan Pekerjaan Rumah!
"Ketika dilakukan pertolongan menggunakan alat pacu jantung sudah tidak ada respon. Artinya nyawa kakak saya tidak tertolong," paparnya.
Saat kejadian di kios itu, posisi gelap. Lampu tidak nyala. Jadi, kalau lihat foto yang beredar luka di bawah telinga kanan agak benjol.
“Telinga sebelah kanan kakak saya itu agak benjol. Benjolnya agak besar, beda dengan yang kiri,” pungkasnya. (dik)
Editor : Redaksi