Ponorogo, beritaplus.id | Sebanyak 391 mahasiswa baru Program Sarjana Universitas Wijaya Putra (UWP) resmi memulai babak baru kehidupan mereka. Melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026, mereka tidak hanya diperkenalkan pada dunia kampus, tetapi juga ditempa menjadi generasi yang siap berdampak bagi masyarakat.
Mengusung tema "Membangun Generasi Unggul, Kritis, Berintegritas, dan Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045", kegiatan yang berlangsung di Kampus Benowo, Surabaya, pada 13 serta 16–20 September 2026 ini menjadi gerbang awal transformasi para mahasiswa baru dari remaja menuju pribadi dewasa yang mandiri, adaptif, dan berdaya saing.
PKKMB UWP 2026 bukan sekadar agenda rutin tahunan. Di bawah payung visi "Kampus Berdampak" yang berlandaskan semangat UWP Kampus Sociopreneur, kegiatan ini dirancang sebagai fondasi transformasi sosial dan ekonomi berkelanjutan.
Baca juga: UWP Gandeng LPK Tokiwa Nozomi Utama Siapkan Lulusan ke Jepang
Mahasiswa baru diajak untuk melihat kuliah dari sudut pandang berbeda: bukan hanya soal nilai, kelulusan, atau prestasi akademik semata, melainkan tentang bagaimana ilmu yang diperoleh dapat menjadi solusi nyata bagi permasalahan masyarakat.
"Mahasiswa hari ini hidup berdampingan dengan pesatnya teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan. Karena itu, mereka harus mampu menguasai literasi digital tanpa meninggalkan etika dan integritas akademik," ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UWP, Dr. Esa Wahyu Endarti, SH., M.Si., dalam sambutannya.
Di era yang bergerak cepat ini, mahasiswa dituntut tampil sebagai agent of change dan agen penggerak. Mereka perlu menguasai kompetensi Era Artificial Intelligence untuk berpikir nalar kritis, menyelesaikan masalah (problem solving), dan berkomunikasi dengan baik.
Namun, kecerdasan intelektual saja tidak cukup. PKKMB tahun ini juga menekankan penguatan keterampilan kemanusiaan (soft skills) dan pembentukan karakter.
Mahasiswa baru diarahkan untuk menjadi pribadi yang lincah, tangguh, adaptif, kolaboratif, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi sebagai bekal utama menghadapi dunia yang semakin kompetitif.
Baca juga: BEM FH UWP Gelar Kajian Hukum Terkait Pemakzulan Wakil Presiden
Komitmen UWP sebagai Kampus Sociopreneur menjadi ruh yang menghidupkan visi "Kampus Berdampak". Pendekatan ini mendorong mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan sosial sehingga mampu menciptakan solusi inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.
Merespons tantangan global tersebut, Rektor UWP, Dr. Budi Endarto, SH., M.Hum., menegaskan komitmen UWP pada pengelolaan organisasi yang berorientasi mutu dan keunggulan. "Implementasi ini mencakup penguatan tata kelola kelembagaan, tenaga pendidik, kegiatan kemahasiswaan, serta pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," tegasnya.
Menurutnya, pemahaman komprehensif dari seluruh komponen UWP termasuk mahasiswa menjadi kunci merealisasikan visi dan tata kelola UWP. Melalui PKKMB, mahasiswa baru diharapkan memahami nilai-nilai, visi, dan model tata kelola kampus, sehingga kolaborasi seluruh pihak dalam mewujudkan cita-cita bersama berjalan lancar.
PKKMB UWP 2026 diselenggarakan dengan asas edukatif, aman, nyaman, dan tegas menolak segala bentuk perploncoan maupun kekerasan. Pendekatan ini menegaskan bahwa orientasi mahasiswa baru harus menjadi ruang tumbuh yang positif, bukan ajang intimidasi.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, UWP optimistis dapat mencetak lulusan yang inovatif, bermartabat, dan berdaya saing tinggi untuk generasi unggul yang siap membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.(syd)
Editor : Redaksi