x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Ponorogo Bekali 10 Penyandang Disabilitas Siap Kerja, Gandeng Sejumlah Perusahaan Inklusif

Avatar Bayu

Notaris

PONOROGO, Beritaplus.id – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Ponorogo menggelar program pembekalan, pelatihan kerja, dan magang bagi penyandang disabilitas melalui Pusat Layanan Disabilitas (PLD) ‘Aisyiyah Mentari Ponorogo. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dakwah PDA Ponorogo, Rabu (21/10/2026), ini menjadi langkah konkret dalam memperluas kesempatan kerja yang inklusif.

Mengusung tema “Mempersiapkan Mental, Motivasi, dan Keterampilan Disabilitas untuk Mendukung Kesiapan Kerja”, program tersebut menyasar kaum muda penyandang disabilitas agar memiliki kesiapan mental dan keterampilan untuk memasuki dunia industri, dunia usaha, dan dunia kerja (IDUKA).

Sebelum mengikuti pembekalan dan program magang, sebanyak 20 peserta telah menjalani pelatihan soft skill selama lima hari. Dari jumlah tersebut, dilakukan seleksi hingga terpilih 10 peserta yang dinilai siap melanjutkan ke tahap berikutnya.

Ketua PDA Ponorogo, Hj. Titi Listyorini, S.H., mengatakan program ini bertujuan menjembatani kaum muda penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan memasuki dunia kerja, sekaligus membangun kemandirian dan kepercayaan diri.

Menurutnya, komitmen ‘Aisyiyah Ponorogo terhadap anak-anak berkebutuhan khusus telah berlangsung sejak 1986 melalui pendirian panti sebagai bagian dari upaya pendampingan dan pelayanan.

“Alhamdulillah, PDA Ponorogo mendapatkan pilot project dari Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (PPA). Ponorogo memperoleh kesempatan menjalankan program inklusi melalui kerja sama dengan Australia dalam bentuk program kemitraan,” ujarnya.

Titi menambahkan, kegiatan pembekalan dan magang ini juga melibatkan orang tua peserta. Dukungan keluarga dinilai penting untuk membangun kesiapan mental serta mendorong kemandirian anak dalam menghadapi lingkungan kerja.

Program ini turut melibatkan sejumlah perusahaan dan pelaku usaha yang memiliki komitmen terhadap inklusi, di antaranya Hasby, Agrofarm, Rida Bordir, serta salon kecantikan Cici.

Keterlibatan dunia usaha tersebut diharapkan membuka ruang bagi peserta untuk mengenal lingkungan kerja secara langsung sekaligus memperoleh pengalaman yang relevan dengan kebutuhan industri.

Pemkab Apresiasi Upaya Perluasan Kesempatan Kerja
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ponorogo, yang diwakili Sekretaris Dinas Edi Kusnanto, menyampaikan apresiasi kepada PDA ‘Aisyiyah atas penyelenggaraan program tersebut.

Menurut Edi, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap penyandang disabilitas sekaligus langkah awal untuk meningkatkan akses mereka terhadap kesempatan kerja.

“Siapa lagi kalau bukan kita yang peduli terhadap mereka, khususnya ‘Aisyiyah yang luar biasa ini. Insyaallah, dengan niat yang tulus dan ikhlas, Allah akan memberikan jalan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Ponorogo, melalui Kasi SMA dan PK-PLK Ita Marantika, S.TP., M.Pd., menilai program tersebut sebagai langkah nyata dalam membangun masyarakat yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas.

Ia berharap para peserta dapat mengembangkan potensi diri dan memperoleh kesempatan untuk berdaya melalui pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Suatu kebanggaan tersendiri bagi siswa dan orang tua apabila mereka bisa berdaya di dunia kerja. Karena itu, orang tua diharapkan terus mendukung anak-anak untuk membangun kepercayaan diri bahwa keterbatasan tidak menghalangi mereka untuk berkarya,” jelasnya.

Dinsos Tekankan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas
Perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo, Arief Efendi, S.E., M.M., menjelaskan bahwa pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam bidang ketenagakerjaan telah diatur dalam Pasal 53 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Ketentuan tersebut mewajibkan pemerintah, pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), dan badan usaha milik daerah (BUMD) mempekerjakan paling sedikit 2 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerjanya. Sementara itu, perusahaan swasta diwajibkan mempekerjakan paling sedikit 1 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawainya.

Arief menegaskan, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ponorogo berkomitmen memfasilitasi, melindungi, dan memberdayakan penyandang disabilitas secara berkelanjutan.

Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada penanganan persoalan sosial, tetapi juga mencakup penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas melalui integrasi program bantuan sosial, rehabilitasi, serta pemberdayaan ekonomi.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki sejumlah program pelayanan yang dapat diakses penyandang disabilitas, termasuk bantuan alat bantu mobilitas dan pendukung aktivitas sehari-hari, seperti kursi roda, alat bantu dengar, kaki palsu, dan berbagai kebutuhan lainnya sesuai kondisi penerima manfaat.

Kolaborasi Jadi Kunci Mewujudkan Dunia Kerja Inklusif
Program pembekalan dan magang yang digagas PDA ‘Aisyiyah Ponorogo ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi berlanjut pada terbukanya kesempatan kerja yang nyata bagi para peserta.

Kolaborasi antara organisasi masyarakat, pemerintah, keluarga, dan dunia usaha menjadi faktor penting agar penyandang disabilitas dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap pekerjaan yang layak.

Dengan bekal keterampilan, pendampingan, dan dukungan lingkungan kerja yang inklusif, kaum muda penyandang disabilitas diharapkan mampu menunjukkan potensi, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.(aw)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Sabtu, 24 Okt 2026 16:32 WIB | Hukum dan Kriminal

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah ...
Sabtu, 24 Okt 2026 11:16 WIB | Politik dan Pemerintahan

TPA Mrican Baru Seluas 9,4 Hektare Segera Dibangun, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar

PONOROGO, Beritaplus.id – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam mengatasi persoalan sampah mulai menemukan titik terang. Pelaksana Tugas (Plt) B ...
Jumat, 23 Okt 2026 18:11 WIB | Notaris

Nama PWI Sampang Dicatut untuk Dugaan Pemerasan Sekolah, Hanggara Siap Lapor Polisi

Sampang, beritaplus.id - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sampang, Madura, menyoroti dugaan intimidasi dan pemerasan terhadap pihak sekolah oleh ...
Jumat, 23 Okt 2026 11:47 WIB | Notaris

PWI se-Madura Bersatu, Soroti KTA hingga Keterwakilan di PWI Jatim

Sampang, beritaplus.id | Ketua dan sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari empat kabupaten di Madura menggelar konsolidasi di Azana Style Hotel ...
Jumat, 23 Okt 2026 11:45 WIB | Politik dan Pemerintahan

Kominfo Ponorogo Deklarasikan Ekosistem Perlindungan Anak di Ruang Digital, Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Ponorogo, beritaplus.id – Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfo dan Statistik) Kabupaten Ponorogo menggelar Deklarasi Bersama Ekosistem P ...
Jumat, 23 Okt 2026 08:09 WIB | Politik dan Pemerintahan

Dari Pesantren ke Penegakan Hukum, Efianto Direktur LBH KORAK Ajak Masyarakat Teladani Semangat Santri

Surabaya, beritaplus.id – Direktur Lembaga Bantuan Hukum Komunitas Rakyat Anti Korupsi (LBH KORAK), Efianto, S.H., M.H., yang pernah menimba ilmu di Pondok P ...