Ponorogo – beritaplus.id | Pos Kamling Tentrem RT 02 RW 05 Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, mengikuti penilaian Lomba Siskamling Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026, Minggu (4/10/2026).
Penilaian dilakukan tim juri Provinsi Jawa Timur melalui verifikasi lapangan terhadap kesiapan pos kamling, kondisi lingkungan sekitar, partisipasi masyarakat, serta berbagai unsur pendukung keamanan dan ketertiban masyarakat.
Baca juga: Kirab Pusaka Adipati Joyonegoro Tradisi Menghidupkan Sejarah Ponorogo Selatan
Kedatangan tim penilai disambut meriah dengan penampilan Tari Bujang Ganong dari Sanggar Budaya Sekar Seto. Suasana penyambutan tersebut sekaligus menunjukkan kekayaan budaya dan kekompakan masyarakat Desa Tugurejo.
Tim juri tidak hanya menilai kelengkapan sarana dan prasarana Pos Kamling Tentrem, tetapi juga melihat sejauh mana keterlibatan masyarakat, koordinasi antarinstansi, serta konsistensi warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Tim penilai Provinsi Jawa Timur dipimpin Kompol Hari Aziz, S.H., M.M., dari Polda Jatim. Tim juga melibatkan Rodi Atam dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Waris selaku Ahli Madya Satpol PP, Dicky Suhartono, S.Sos., M.SE., dari Bakorwil V Jember, serta Findo Brestaria R., S.E., M.Si., dari Bakorwil III Malang.
Penilaian dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Kapolsek Slahung AKP Pitoyo, S.Sos., S.H., bersama jajaran turut melakukan pengamanan sekaligus mendampingi tim juri selama kegiatan berlangsung.
Berbagai aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan Siskamling dinilai, mulai dari kondisi pos kamling, lingkungan sekitar, kesiapan personel, hingga partisipasi masyarakat dalam mendukung sistem keamanan berbasis warga.
Kapolsek Slahung AKP Pitoyo mengatakan, lomba Siskamling hendaknya menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keamanan lingkungan. Namun, menurutnya, kegiatan Siskamling tidak boleh berhenti setelah penilaian lomba selesai.
“Kami mengapresiasi kekompakan warga. Semoga kegiatan ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan menjaga keamanan lingkungan membutuhkan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat.
“Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat agar potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini,” tambahnya.
Menurut AKP Pitoyo, Siskamling bukan sekadar kegiatan ronda malam, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Baca juga: Kirab Budaya Djoyo Negoro Napak Tilas Pendiri Ponorogo Selatan
“Melalui kebersamaan dan kepedulian antarwarga, potensi gangguan kamtibmas dapat dikenali lebih dini sehingga langkah pencegahan bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tugurejo Siswanto menyampaikan selamat datang kepada tim penilai Provinsi Jawa Timur. Ia menjelaskan, Desa Tugurejo merupakan salah satu desa di Kabupaten Ponorogo dengan karakteristik wilayah yang cukup luas.
Sekitar sepertiga wilayah Desa Tugurejo merupakan kawasan hutan, sementara sekitar 64 persen masyarakat tinggal di kawasan pegunungan. Desa tersebut memiliki luas wilayah sekitar 953,098 hektare dengan jumlah penduduk sekitar 5.000 jiwa.
Siswanto mengatakan, keberadaan Pos Kamling Tentrem tidak hanya berfungsi sebagai tempat kegiatan ronda, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, membangun komunikasi antarwarga, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
“Pos Kamling Tentrem sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan Desa Tugurejo memiliki sejumlah program unggulan, di antaranya aplikasi digital, sajadah sampah jadi sedekah, serta tanaman obat dan sayuran,” jelasnya.
Menurut Siswanto, keikutsertaan Desa Tugurejo dalam Lomba Siskamling Tingkat Provinsi Jawa Timur diharapkan tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas keamanan berbasis masyarakat.
“Semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan keterlibatan aktif warga menjadi fondasi dalam membangun ketahanan lingkungan di tengah dinamika kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan aparat penegak hukum, Desa Tugurejo berupaya memperkuat budaya saling menjaga demi mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
“Semua itu kita lakukan dalam rangka memberikan rasa aman, nyaman dan tenteram. Ketika terjadi sesuatu, masyarakat akan melaporkan dan kita yang ada di Pos Kamling akan responsif,” pungkasnya.
Penilaian tersebut turut dihadiri Kapolsek Slahung AKP Pitoyo, S.Sos., S.H., bersama jajaran, unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Satlinmas, perangkat desa, serta Karang Taruna.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya Siskamling sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menciptakan keamanan dan ketertiban secara berkelanjutan di Desa Tugurejo.(aw)
Editor : Redaksi