Siswa SMKN 1 Ponorogo Callysta Putri Evania Sabet Wakil 1 Senduk Ponorogo 2026

Reporter : Bayu

Ponorogo, beritaplus.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Ponorogo. Callysta Putri Evania Anindita, siswi kelas XII SMK Negeri 1 Ponorogo, berhasil meraih predikat Wakil 1 Senduk Ponorogo 2026 dalam ajang bergengsi Pemilihan Kakang Senduk Ponorogo 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMKN 1 Ponorogo. Bahkan, Kepala SMKN 1 Ponorogo, Joko Wilis Putro, M.Pd., bersama pembina dan teman-teman sekolah turut hadir secara langsung memberikan dukungan kepada Callysta hingga malam grand final.

Baca juga: Peringati Hari Santri Nasional 2026, SMKN 1 Ponorogo Hadirkan Dai Ambassador 5 Negara

Kepala SMKN 1 Ponorogo, Joko Wilis Putro, M.Pd., mengaku bangga atas prestasi yang berhasil diraih anak didiknya tersebut.

“Callysta adalah siswa yang sangat berdedikasi dan berbakat. Kami sangat senang melihatnya mencapai prestasi luar biasa ini dalam ajang Kakang Senduk. Ia adalah contoh nyata bahwa pendidikan dan bakat dapat menciptakan prestasi,” ungkap Joko Wilis dengan bangga usai pengukuhan.

Menurutnya, capaian Callysta bukan sekadar keberhasilan meraih sebuah predikat, melainkan juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Ponorogo untuk terus mengejar impian, mengembangkan potensi diri, sekaligus ikut melestarikan budaya lokal.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak sekolah, bapak dan ibu guru, seluruh tim pendukung, pembina, serta keluarga yang telah memberikan doa, dukungan, dan kepercayaan selama proses persiapan hingga malam grand final.

Joko berharap Callysta mampu menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab, terus mengembangkan kapasitas diri, serta menjadi duta muda yang dapat memperkenalkan kekayaan budaya, pariwisata, dan potensi Kabupaten Ponorogo secara kreatif dan membanggakan.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa SMK tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki kompetensi keahlian, tetapi juga mampu tampil sebagai generasi muda yang percaya diri, berwawasan luas, berkarakter, dan berdaya saing,” tuturnya.

Sementara itu, pembimbing Kakang Senduk SMKN 1 Ponorogo, Resti Aji Prawistasari, menegaskan bahwa keberhasilan Callysta meraih predikat Wakil 1 Senduk Ponorogo 2026 merupakan pencapaian yang membanggakan bagi seluruh keluarga besar SMKN 1 Ponorogo.

Sebagai pembimbing, dirinya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian tersebut. Pasalnya, perjalanan menuju malam grand final bukanlah proses yang instan.

Baca juga: Spektakuler Defile dan Kirab Pramuka SMKN 1 Ponorogo Tampilkan Ponoragan

“Di balik keberhasilan ini tentu ada kerja keras, kedisiplinan, keberanian, proses pembelajaran, serta komitmen untuk terus mengembangkan potensi diri yang telah dilalui,” terangnya.

Menurut Resti, ajang Kakang Senduk bukan sekadar kompetisi untuk memperoleh gelar atau predikat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan ruang pembentukan karakter, pengembangan kepercayaan diri, wawasan, kemampuan komunikasi, serta kecintaan terhadap budaya dan potensi daerah Ponorogo.

“Callysta telah menunjukkan bahwa generasi muda SMK memiliki kapasitas untuk berprestasi, berkompetisi secara positif, dan mengambil peran dalam mempromosikan identitas serta potensi daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, predikat Wakil 1 Senduk yang diraih Callysta bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab dan kesempatan yang lebih besar untuk menjadi representasi generasi muda Ponorogo yang berkarakter, berbudaya, dan inspiratif.

“Kami bangga, bukan hanya karena gelar yang diraih, tetapi karena proses, perjuangan, dan keberanian untuk melangkah hingga titik ini,” ungkapnya.

Baca juga: Dewa Shima SMKN 1 Ponorogo Tampil Pukau Penonton Pawai Lintas Sejarah Grebeg Suro 2025

Lebih lanjut, Resti menjelaskan bahwa selama proses pembinaan, pihaknya menanamkan lima hal utama kepada peserta, yakni mental dan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi dan public speaking, wawasan tentang budaya serta potensi Ponorogo, etika dan karakter, serta kemampuan mengenali keunikan diri.

“Kami membiasakan peserta untuk berani tampil, berpikir kritis, mampu menyampaikan gagasan, dan memiliki sikap yang santun. Kakang Senduk bukan sekadar tentang penampilan, tetapi tentang bagaimana seseorang mampu merepresentasikan daerahnya dengan wawasan, kepribadian, dan tanggung jawab,” paparnya.

Ia pun berpesan agar generasi muda tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga terus berproses dan mengembangkan kualitas diri.

“Jangan sekadar berusaha menjadi yang terbaik, tetapi jadilah versi terbaik dari diri sendiri,” pungkasnya.

Prestasi Callysta menjadi bukti bahwa ruang pendidikan tidak hanya melahirkan lulusan yang kompeten di bidang keahlian, tetapi juga mampu mencetak generasi muda yang percaya diri, berprestasi, serta siap mengambil peran dalam menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya daerah.(*) 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru