x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

Korban Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Surabaya Bertambah, Nama Ariadi Mencuat

Avatar Rosyid

Peristiwa

SURABAYA, BeritaPlus.id – Persoalan dugaan penipuan dan penggelapan dalam pengurusan sertifikat tanah yang menyeret nama Ariadi semakin menjadi perhatian. Jumlah orang yang mengaku menjadi korban disebut terus bertambah. Bahkan, informasi terbaru menyebut salah seorang tetangga Ariadi di kawasan Kapas Lor Wetan juga mengaku menjadi korban.

Para korban mengaku telah menyerahkan sejumlah uang dan dokumen untuk keperluan pengurusan sertifikat tanah. Namun, hingga kini mereka belum mendapatkan kepastian mengenai penyelesaian proses tersebut.

Berdasarkan keterangan sejumlah korban yang dihimpun, kerugian yang telah teridentifikasi di antaranya dialami LS sebesar Rp95 juta, MJN sebesar Rp78 juta, dan AK sebesar Rp3 juta. Dengan demikian, total kerugian dari tiga korban tersebut mencapai Rp176 juta.

Angka tersebut diduga belum mencakup keseluruhan kerugian. Informasi lain menyebut terdapat pihak tambahan yang mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Bertambahnya orang yang mengaku dirugikan membuat persoalan ini semakin membutuhkan penjelasan dari Ariadi.

Dijanjikan Rampung dalam Waktu 3–12 Bulan

Menurut keterangan para korban, Ariadi sebelumnya menjanjikan proses pengurusan surat maupun sertifikat tanah dapat diselesaikan dalam jangka waktu tiga hingga 12 bulan.

Namun, setelah melewati waktu yang dijanjikan, sejumlah korban mengaku belum mendapatkan kepastian mengenai perkembangan pengurusan dokumen tersebut.

Para korban mempertanyakan kejelasan proses yang telah dipercayakan, termasuk keberadaan dokumen dan penggunaan uang yang telah diserahkan untuk keperluan pengurusan sertifikat.

Mereka berharap Ariadi segera memberikan penjelasan secara terbuka dan bertanggung jawab atas persoalan yang dialami.

Korban Datangi Kantor di Jalan Ketintang Baru II

Dalam upaya memperoleh kejelasan, sejumlah korban mendatangi sebuah kantor yang berlokasi di Jalan Ketintang Baru II, Surabaya.

Kedatangan mereka bertujuan meminta penjelasan mengenai proses pengurusan sertifikat yang hingga kini belum menunjukkan kepastian.

Namun, persoalan tersebut masih membutuhkan klarifikasi lebih lanjut dari pihak kantor terkait, terutama mengenai hubungan kantor tersebut dengan kegiatan pengurusan sertifikat yang dipersoalkan.

Dua Kediaman Didatangi, Ariadi Tidak Ditemukan

Para korban juga berupaya mencari keberadaan Ariadi dengan mendatangi kediamannya di Jalan Anggrek I No. 17, RT/RW 008/001, Wage, Sidoarjo. Namun, saat didatangi, Ariadi tidak berada di rumah.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Ariadi disebut sudah tidak pernah pulang ke kediaman tersebut. Sementara itu, istrinya menyampaikan bahwa dirinya bersama anak-anak selama ini tidak mendapatkan pengurusan dari Ariadi.

Pencarian kemudian berlanjut ke kediaman Ariadi lainnya di kawasan Kapas Lor Wetan, Gang 4 Makam. Sejumlah korban mendatangi rumah tersebut untuk mencari keberadaan Ariadi sekaligus meminta penjelasan mengenai persoalan yang mereka alami.

Namun, setibanya di lokasi, Ariadi kembali tidak ditemukan. Rumah tersebut diketahui sudah dalam keadaan kosong.

Berdasarkan keterangan sejumlah tetangga sekitar, Ariadi disebut telah pindah dari rumah tersebut sekitar satu bulan lalu. Hal yang menjadi perhatian warga adalah informasi bahwa kepindahan itu dilakukan pada tengah malam.

Tidak hanya itu, menurut keterangan tetangga, istri kedua Ariadi juga dikabarkan telah berpindah tempat tinggal ke kawasan Bulak Rukem, Surabaya.

Informasi mengenai kepindahan tersebut masih berdasarkan keterangan warga sekitar dan belum mendapatkan konfirmasi langsung dari Ariadi maupun pihak keluarga. Keberadaan Ariadi saat ini juga belum diketahui secara pasti.

Tetangga Ikut Mengaku Menjadi Korban, Ariadi Dikabarkan Pindah ke Gempol

Perkembangan lain muncul dari kawasan Kapas Lor Wetan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah seorang tetangga Ariadi di lingkungan tersebut juga mengaku menjadi korban dalam persoalan yang sama.

Informasi ini menambah daftar pihak yang mengaku mengalami kerugian dan semakin memperluas persoalan pengurusan sertifikat yang dipersoalkan.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima dari pihak korban, Ariadi disebut sempat tinggal dengan cara mengontrak di kawasan Kahuripan Nirwana, Sidoarjo. Namun, keberadaannya di lokasi tersebut dikabarkan tidak berlangsung lama.

Setelah itu, Ariadi disebut kembali berpindah tempat tinggal ke wilayah Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Informasi mengenai perpindahan dari Kahuripan Nirwana ke Gempol tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Hingga kini, belum diperoleh keterangan langsung dari Ariadi mengenai lokasi tempat tinggalnya maupun alasan perpindahan tersebut.

Rangkaian informasi mengenai beberapa tempat yang disebut pernah ditempati Ariadi membuat para korban semakin berupaya mencari keberadaannya demi memperoleh kejelasan dan meminta pertanggungjawaban atas uang serta dokumen yang telah diserahkan.

Korban Desak Uang dan Dokumen Segera Dikembalikan

Di tengah bertambahnya pihak yang mengaku dirugikan, para korban meminta Ariadi segera menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Mereka mendesak agar uang yang telah diserahkan dikembalikan apabila proses pengurusan sertifikat tidak dapat diselesaikan. Selain itu, seluruh surat dan dokumen milik para korban yang masih berada dalam penguasaan Ariadi juga diminta segera dikembalikan kepada pemiliknya.

Para korban menegaskan bahwa mereka membutuhkan kepastian, bukan sekadar janji penyelesaian. Mereka berharap Ariadi memberikan penjelasan mengenai perkembangan pengurusan sertifikat, keberadaan dokumen, serta alasan belum terealisasinya pekerjaan sesuai waktu yang sebelumnya dijanjikan.

Masing-Masing Korban Bersiap Melapor ke Polisi

Merasa belum mendapatkan kepastian atas uang dan dokumen yang telah diserahkan, masing-masing korban menyatakan akan menempuh jalur hukum.

Dalam waktu dekat, para korban berencana membuat laporan secara resmi kepada pihak kepolisian terkait dugaan penipuan dan penggelapan dalam pengurusan sertifikat tanah tersebut.

Langkah hukum ini ditempuh sebagai upaya mendapatkan kepastian hukum sekaligus meminta pertanggungjawaban atas kerugian yang mereka klaim telah dialami.

Para korban berharap laporan yang nantinya disampaikan dapat ditindaklanjuti aparat penegak hukum. Mereka juga meminta agar persoalan tersebut diusut secara menyeluruh, termasuk menelusuri aliran uang, keberadaan dokumen, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. (*)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Sabtu, 07 Nov 2026 13:26 WIB | Politik dan Pemerintahan

Geger Solar Truk Sampah Dipindahkan ke Galon, Kepala DLH Surabaya Interogasi Sopir

Surabaya, beritaplus.id – Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari armada truk pengangkut sampah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ...
Sabtu, 07 Nov 2026 13:10 WIB | Hukum dan Kriminal

Tanahnya Berdiri Gedung SDN 207 Sidoraharjo, Ahli Waris Tagih Janji Ganti Rugi kepada Pemkab Gresik

Gresik, beritaplus.id – Sengketa lahan yang di atasnya berdiri bangunan SDN 207 Sidoraharjo, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, tak kunjung menemui p ...
Sabtu, 07 Nov 2026 10:02 WIB | Peristiwa

Dinkes Ponorogo Peringati HKN ke-62 dengan Health Creative Carnival, Ini Pesan Bunda Lisdyarita

Ponorogo, beritaplus.id– Tak tanggung-tanggung, Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo yang dinakhodai Dr. Dyah Ayu Puspitaningarti, S.KM., M.Kes., menggelar k ...
Jumat, 06 Nov 2026 18:48 WIB | Hukum dan Kriminal

Warga Wonorejo Ngaku Jadi Korban Penipuan di Sosmed. Anehnya, Kunci dan STNK Mobil Ikut Disita 

Pasuruan, beritaplus.id | Seorang warga Desa Coban Blimbing, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan mengaku menjadi korban penipuan jual-beli mobil melalui ...
Jumat, 06 Nov 2026 17:25 WIB | Hukum dan Kriminal

Kasus Tambang Diduga Ilegal di Desa Blimbing, Polres Tulungagung Tetapkan 1 Tersangka

Kasus Tambang Diduga Ilegal di Desa Blimbing, Polres Tulungagung Tetapkan 1 Tersangka ...
Jumat, 06 Nov 2026 15:18 WIB | Politik dan Pemerintahan

Kunker ke Jakarta, Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan Kosong Melompong 

Pasuruan, beritaplus.id  | Dua hari ini suasana ruangan anggota DPRD Kabupaten Kabupaten Pasuruan, sepi melompong. Tidak satu pun wakil rakyat yang terlihat ...
Kamis, 05 Nov 2026 21:58 WIB | Politik dan Pemerintahan

Kejari Tunggu Putusan Inkracht Untuk Tetapkan Heru Tersangka lagi

Pasuruan, beritaplus.id | Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan mengonfirmasi masih menunggu putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) ...
Kamis, 05 Nov 2026 01:05 WIB | Peristiwa

Kebakaran di Sumenep Hanguskan Dua Dapur dan Kandang Sapi, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Sumenep, beritaplus.id – Kebakaran hebat menghanguskan dua bangunan dapur dan satu kandang sapi milik warga bernama Sunaidi di Dusun Pordapor Timur, Desa P ...
Rabu, 04 Nov 2026 18:25 WIB | Politik dan Pemerintahan

SMAN 3 Ponorogo Masuk 5 Besar Inotek Award 2026 Lewat Inovasi Lampu Pintar Tenaga Surya

Ponorogo, beritaplus.id – Kreativitas siswa SMA Negeri 3 (SMAN 3) Ponorogo kembali menorehkan prestasi membanggakan. Inovasi aplikasi lampu pintar bertenaga s ...
Rabu, 04 Nov 2026 13:57 WIB | Politik dan Pemerintahan

Siapa Letjen Ariyo Windutomo? Ini Profil Jenderal TNI yang Dipercaya Prabowo Jadi Plt KSP

Jakarta, beritaplus.id |  Nama Letnan Jenderal (Letjen) TNI Ariyo Windutomo menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai ...
Rabu, 04 Nov 2026 13:29 WIB | TNI dan Polri

TNI Siapkan 20.980 Prajurit ke Jakarta, Ada Apa dengan Ibu Kota?

Jakarta, beritaplus.id – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan pengerahan puluhan ribu personel untuk memperkuat pengamanan di wilayah DKI Jakarta. Total ...
Rabu, 04 Nov 2026 13:23 WIB | Politik dan Pemerintahan

Istana Umumkan Pergantian KSP, Listyo Sigit Diberhentikan, Ariyo Windutomo Ditunjuk Plt

Jakarta, beritaplus.id – Presiden Prabowo Subianto mengambil keputusan memberhentikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya sebagai Kepala Staf K ...
Rabu, 04 Nov 2026 08:23 WIB | Politik dan Pemerintahan

Ponorogo Berpesta! KPRP 2026 Diserbu Ribuan Pengunjung, Last Child Tampil Memukau

PONOROGO, Beritaplus.id – Ribuan masyarakat memadati kawasan Alun-Alun Ponorogo untuk menyaksikan pembukaan Kemilau Pekan Raya Ponorogo (KPRP) 2026, Senin ( ...
Rabu, 04 Nov 2026 06:14 WIB | Politik dan Pemerintahan

Krisis Air Berakhir! 12 KK di Dukuh Kroyo Ponorogo Kini Nikmati Air Bersih

PONOROGO, Beritaplus.id – Air bersih yang kembali mengalir membawa kebahagiaan bagi warga Dukuh Kroyo, Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Kabupaten P ...