x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

Tak Lolos Zonasi. Wali Murid Diminta Uang Rp 5 Juta sampai Rp 10 Juta

Avatar Didik Nurhadi

Peristiwa

Pasuruan - beritaplus.id | Seorang Wali Murid asal Pandaan mengaku dimintai uang Rp 3 juta oleh pihak sekolah (SMPN 2 Pandaan), jika ingin anaknya diterima lewat jalur zonasi. Karena tidak punya uang sebanyak itu, bapak yang sehariannya bekerja sebagai buruh kebersihan terpaksa harus mengubur impian anaknya yang ingin masuk SMPN 2 Pandaan. Padahal semua persyaratan pendaftaran sistem zonasi untuk masuk di SMPN 2 Pandaan sudah dipenuhi.

"Semua persyaratan sistem zonasi sudah terpenuhi tetap saja tidak diterima oleh pihak sekolah," kata dia kecewa pada beritaplus.id, Senin (27/5/2024).

Ia menilai, salah satu syarat lewat sistem zonasi sangat terpenuhi. "Jarak rumah dengan SMP N 2 Pandaan tidak begitu jauh. Tapi kenapa tidak diterima di sekolah itu. Sedangkan, ada seorang anak didik yang rumah jauh dari sekolah tersebut diterima, ini kan aneh. Lalu untuk apa sistem zonasi ini dibuat? Kami masuk dalam zonasi sekolah tapi tidak diterima. Mencoba jalur prestasi juga tidak bisa," ucapnya.

Nasib sama juga dialami tetangganya. Bahkan, tetangganya ngaku diminta uang Rp 5 sampai Rp 10 juta untuk masukan anaknya di SMP N 1 Pandaan.

"Ada tetangga saya yang ngaku dimintai uang Rp 10 juta masuk di SMP N 1 Pandaan. Jika tidak membayar uang sebanyak itu maka anaknya tidak diterima disekolah itu," imbuhnya.

Ia berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan menanggapi persoalan ini. "Jangan sampai persoalan ini dibuat ajang pratik jual- beli kursi sekolah yang diduga melibatkan oknum," pungkasnya.

Terpisah, Humas SMPN 1 Pandaan Sri Handayani menampik tudingan adanya dugaan jual-beli kursi sekolah. "Itu tidak benar. Kalau benar kita akan kros cek kebenaran informasi itu," ucapnya.

Menurut Sri, sistem zonasi yang dilakukan pihaknya sudah sesuai aturan. Begitu juga soal rekom dinas pendidikan itu tidak benar.


Sementara itu, Tri Agus Budiharto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan berjanji akan cek and ricek kebenaran informasi itu. "Kita akan cros cek kebenaran informasi tersebut. Kalau pun ada tentu ada sanksinya," tegasnya.

Selama tiga bulan menjabat sebagai Kadis Dikbud Kabupaten Pasuruan. Dirinya tidak pernah mengeluarkan rekom. "Tidak ada rekom dari dinas. Jika ada rekom seperti apa isinya saya ingin tahu," ucap Tri.

Langkah awal, pihaknya akan melayangkan panggilan ke pihak sekolah. "Pemanggilan itu sifatnya klarifikasi untuk mendalami informasi itu. Jika informasi itu benar ada permintaan sejumlah uang untuk diterima di SMP N, tentunya ada sanksinya," tutupnya. (dik)

Editor : Ida Djumila

Artikel Terbaru
Senin, 02 Feb 2026 19:02 WIB | Politik dan Pemerintahan

Usut Kasus Pungli PT SL. Kades Wonosari dan Ketua Pokmas Diperiksa Kejari 

Pasuruan, beritaplus.id | Tim penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan kembali panggi dua orang yakni Kades Wonosari, Herlambang dan Ketua ...
Senin, 02 Feb 2026 17:28 WIB | Peristiwa

BHS Santuni Puluhan Anak Yatim Piatu Serta Mengajak Peduli Terhadap Sesama  

Pasuruan, beritaplus.id | Organisasi masyarakat (ormas) Berkah Hasana Sosial (BHS) menggelar bakti sosial (baksos) dengan menyantuni puluhan anak yatim piatu ...
Senin, 02 Feb 2026 15:24 WIB | TNI dan Polri

Polres Pasuruan Kota Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026

Pasuruan Kota, beritaplus.id – Polres Pasuruan Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 pada Senin (2/2/2026) pukul 08.00 WIB, b ...
Senin, 02 Feb 2026 14:11 WIB | Peristiwa

Abah Shobri Bentuk Ormas BHS Fokus di Bidang Sosial 

Pasuruan, beritaplus.id | Abah Shobri Eks tim sukses pasangan Calon Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo dan Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori membentuk organisasi ...
Minggu, 01 Feb 2026 12:21 WIB | Peristiwa

Lek Sul Tinjau SDN 1 Bulusari usai Direhap  

Pasuruan - beritaplus.id | Usai direhap, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat langsung melakukan peninjuan ke SDN1 Bulusari Kecamatan Gempol, Sabtu ...
Minggu, 01 Feb 2026 12:18 WIB | Peristiwa

Dewan Mengaprisiasi Polisi, Mengkritik Pemkot. Soal Penutupan Kafe Menyediakan Miras 

Pasuruan - beritaplus.id | Langkah tegas aparat kepolisian (Polres Pasuruan Kota) dalam menertibkan kafe yang kedapatan menjual minuman keras (miras) ilegal di ...