x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

Realisasi Pajak Kendaraan di Sampang Tersendat, Target Tahun 2025 Terancam Meleset

Avatar Redaksi

Peristiwa

Sampang, beritaplus.id | Pendapatan pajak kendaraan bermotor di Samsat Kabupaten Sampang mengalami tekanan signifikan pada tahun 2025. Hingga awal Desember, realisasi pendapatan baru mencapai 90 persen, menandakan adanya perlambatan dibandingkan tahun 2024 yang berhasil menuntaskan target hingga 100 persen.

Kepala Bidang Administrasi Pelayanan (Adpel) Samsat Sampang, Wildan Mahbuby, mengakui bahwa capaian tahun ini belum berada pada level ideal. Meski begitu, ia masih optimis sisa waktu menjelang pergantian tahun dapat dimanfaatkan untuk mendongkrak penerimaan.

“Harapan kami, pada penghujung tahun 2025 capaian pajak kendaraan bisa kembali menembus target seperti tahun sebelumnya,” jelas Wildan, Rabu (10/12/2025).

Wildan menjelaskan bahwa perlambatan realisasi pajak bukan semata persoalan teknis di internal Samsat. Situasi ekonomi masyarakat yang tengah melemah memberikan dampak besar terhadap kemampuan pembayaran pajak kendaraan.

Salah satu sektor yang terdampak adalah pertanian, terutama para petani tembakau dan garam di Sampang. Banyak di antara mereka mengalami gagal panen akibat cuaca tidak menentu sepanjang tahun. Hal ini memengaruhi pendapatan dan daya beli masyarakat yang lazimnya berpengaruh terhadap kepatuhan pajak.

“Jika penghasilan masyarakat terganggu, otomatis kewajiban seperti pajak kendaraan menjadi tertunda. Ini kondisi yang harus dipahami bersama,” ungkapnya.

Selain faktor eksternal, penyesuaian regulasi mengenai pembagian pendapatan pajak kendaraan antara Samsat dan Pemerintah Kabupaten Sampang juga berpengaruh terhadap angka realisasi yang dicatatkan tahun ini.

Jika sebelumnya seluruh penerimaan pajak kendaraan dicatat langsung di Samsat Sampang, kini pemasukan tersebut harus dibagi sesuai mekanisme baru. Kondisi ini membuat angka akhir terlihat lebih rendah dibanding tahun lalu.

Wildan kembali menyerukan pentingnya ketepatan waktu dalam membayar pajak kendaraan. Menurutnya, pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi juga berkaitan dengan perlindungan hukum bagi pemilik kendaraan.

“Jika pajak kendaraan belum diperbarui, pengajuan santunan ke Jasa Raharja ketika terjadi kecelakaan dapat terhambat. Karena itu, kami imbau masyarakat tidak menunda pembayaran,” tegasnya.(Fen)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Selasa, 27 Okt 2026 14:25 WIB | Peristiwa

Diduga Overload, Truk Muatan Pupuk Kandang Terjung ke Jurang

Pasuruan, beritaplus.id | Diduga kelebihan muatan atau overload, sebuah truk muatan pupuk kandang mengalami kecelakaan tunggal di jalur tanjakan, Desa Gerbo, ...
Selasa, 27 Okt 2026 13:10 WIB | TNI dan Polri

Awali Operasi Patuh Semeru 2026, Kasatlantas Polres Ponorogo Bagikan Bunga dan Helm kepada Pengendara

PONOROGO, Beritaplus.id — Mengawali pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ponorogo mengedepankan pendekatan humanis m ...
Selasa, 27 Okt 2026 12:15 WIB | Notaris

Samsul Hidayat : Sejarah Emas Akan Kembali di Ukir Persekapas 

Pasuruan, beritaplus.id | Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, optimistis Persekapas akan mengulang sejarah emas musim 2006, ketika itu Laskar Sakera ...
Senin, 26 Okt 2026 23:24 WIB | Hukum dan Kriminal

Setahun Lebih Perkara Berjalan, Sujadi Pertanyakan Status Khusnan Ulmy dalam DPS Polda Jateng

Semarang, beritaplus.id — Kuasa Hukum Pelapor, Sujadi, S.H., mempertanyakan kedudukan hukum Khusnan Ulmy dalam penanganan perkara di Direktorat Reserse PPA dan ...
Senin, 26 Okt 2026 22:27 WIB | Peristiwa

PD IPM Ponorogo Periode 2026–2028 Resmi Dilantik, Usung Semangat Pelajar Progresif

PONOROGO, Beritaplus.id – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Ponorogo periode 2026–2028 resmi dilantik di Pendopo Agung Kabupaten Po ...
Senin, 26 Okt 2026 18:51 WIB | Peristiwa

Lawan Hoaks, SMSI-RRI Bersatu, Perkuat Kompetensi

Jakarta, beritaplus.id | Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) MoU dengan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) melawan hoaks yang kian ...