PUDAM Tirta Katong Ponorogo Catat Kemajuan Signifikan Sepanjang 2025, Siap Produksi AMDK 2026
Ponorogo, beritaplus.id | Kemajuan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Katong Ponorogo cukup menggembirakan.
Perusahaan milik Pemkab Ponorogo itu terus mengalami peningkatan pelayanan selama 2025 lalu. Secara umum PUDAM Tirta Katong mampu melayani persediaan air minum kepada kurang lebih 25563 pelanggan aktif.
“Alhamdulillah, sampai akhir tahun 2025 ini PUDAM Tirta Katong sudah mengalami perkembangan dan kamajuan dalam hal layanan air,”ungkap Lardi.
Menurut dia, PUDAM Tirta Katong mengemban tugas untuk memeratakan dan meningkatkan pelayanan air minum bagi masyarakat.
Kata Lardi, kualitas air PUDAM Tirta Katong teruji secara laboratorium. Sampel air produksi wajib diuji di laboratorium terakreditasi sesuai Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Juga memiliki laboratorium internal untuk deteksi dini perubahan kualitas air.
PUDAM Tirta Katong selama ini melayani kebutuhan air minum penduduk di 16 kecamatan di Ponorogo. Sedangkan wilayah lima kecamatan lainnya, termasuk Sukorejo, Pudak, dan Ngrayun, belum terlayani karena sejumlah kendala.
“Sumber air baku di wilayah-wilayah tersebut masih sulit dijangkau. Untuk daerah yang kering, seperti Slahung, kami baru bisa melayani sebagian kecil saja,”tuturnya pada awak media Rabu (31/12/2025).
Lardi menyebut wilayah dengan pengguna terbanyak berada di Kecamatan Jetis dengan konsumsi air mencapai 20 meter kubik per pelanggan per bulan. Sedangkan rata-rata konsumsi air di kawasan kota sekitar 15–16 meter kubik.
“Kami akan menerapkan sistem deposit bekerja sama dengan perbankan untuk meningkatkankan pelayanan dan mempermudah pelanggan,”jelasnya.
Ia mengaku, selama tahun 2025 ini semua kendala dan semua permasalahan itu bisa kita selesaikan dengan baik, artinya dengan semakin kita meningkatkan pelayanan semakin banyak konsumen tergantung pada kita.
Oleh karena itu, kata Lardi, bila ada keluhan dan kerusakan pihaknya berusaha menangani secepatnya, dalam 24 jam full bahkan malam hari pun tidak pernah istirahat.
“Sebelum air mengalir kita pantang pulang. Kalau air mati satu hari kita akan rugi pendapatan dari air ini,”tegasnya..
Tapi dirinya berharap ada timbal balik ada rasa ucapan terima kasih sebagai tanda kepuasan layanan. Setidaknya secara bersama-sama “mewakili pelanggan terima kasih pak sekarang sudah ada perbaikan masyarakat puas dan bangga”ia mencontohkan.
Hal ini setidaknya dapat menghapus lelah kita ketika berusaha menstabilkan aliran atau menormalkan aliran air yang dilapangan.
“Dalam operasionalnya, tentu terdapat pos pendapatan dan pengeluaran yang berujung ke perhitungan laba atau rugi. Pudam di tahun 2026 fokus pada pengembangan usaha hanya saja kita tinggal nunggu perijinan sehingga di pertengahan 2026 kita sudah bisa jualan air minum dalam kemasan air katong. Bangunan pabrik sudah siap, peralatan produksi dalam proses pemesanan. Diperkirakan pertengahan tahun 2026 sudah mulai produksi,”pungkasnya.(aw)
Editor : Redaksi