x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

Terkait Kasus Dugaan Penyerobotan Tanah. Kades Baujeng Dipanggil Polisi

Avatar Didik Nurhadi

Hukum dan Kriminal

Pasuruan, beritaplus.id | Kepala Desa (Kades) Baujeng, Ahmad Sobik memenuhi panggilan Polres Pasuruan. Ia dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan penyerobotan tanah milik Ichwan seluas 473 M2 yang terletak di Dusun Nyangkring, Desa setempat.

"Iya benar saya dipanggil untuk dimintai keterangan seputar riwayat tanah milik pelapor," kata Ahmad Sobik saat dikonfirmasi beritaplus.id, Selasa (23/12/2025).

Ahmad Sobik mengaku, pemanggilan terhadap dirinya baru sekali ini. "Baru sekali semua pertanyaan penyidik saya jawab semua tidak ada yang saya tutup-tutupi," ucapnya. 

Selain itu, lanjut kades, soal saksi lainnya yang telah diminta keterangan. Ia menyebut tidak tahu. "Karena bukan ranah saya coba tanya langsung kepada pengacaranya pelapor (Ichwan)," sarannya.

Meskipun demikian, ia pastikan, dokumen berupa buku kretek desa atau Letter C yang tercatat desa masih atas nama Ichwan. Bahkan, ungkap Ahmad Sobik, buku kretek masih belum dihapus. Artinya, data tersebut belum dicoret oleh pemerintah desa (Pemdes). "Sesuai data di desa tanah seluas 40120 M2 atas nama Narupa. Tanah seluas 1057 M2 dikasihkan ke Muzamil," bebernya.

"Sedangkan Ichwan membeli tanah dari Umiatin. Sampai sekarang PBB-nya masih atas nama Ichwan," tegasnya.    

Sementara itu, Eko R Handoko pengacara menyampaikan, ada sejumlah orang yang sudah dimintai keterangan. "Salah satunya adik pelapor dan juga Kades Baujeng," kata Eko.

Pengcara korban menduga adanya keterlibatan makelar tanah yang menyulap proses pembuatan hak milik (sertifikat), karena tanah milik kliennya masuk masuk ke dalam sertifikat orang lain.
"Aneh bin ajaib tanah kliennya tiba-tiba masuk ke dalam sertifikat milik orang lainnya. Padahal kliennya tidak pernah menjual-belikan tanah tersebut," kata Eko nada heran.

Eko mendesak penyidik Polres Pasuruan serius mengusut kasus yang dilaporkan kliennya itu. "Kita minta penyidik mengusut kasus ini sampai tuntas. Siapa-siapa yang merasa mendengar, dan mengetahui harus diperiksa untuk diminta keterangannya. Supaya kasus tersebut menjadi terang benerang," pungkasnya. (dik)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Minggu, 25 Okt 2026 18:58 WIB | Hukum dan Kriminal

Penonton Balapan Sepeda Dibacok, Korban Didampingi Dodik Firmansyah Lapor Polrestabes Surabaya

Penonton Balapan Sepeda Dibacok, Korban Didampingi Dodik Firmansyah Lapor Polrestabes Surabaya ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:55 WIB | Ekbis dan Hiburan

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Jakarta, beritaplus.id - Di tengah tantangan persaingan usaha yang semakin ketat, sejumlah UMKM binaan Pertamina menunjukkan bahwa bisnis tidak hanya dapat ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

DPD PSI Pasuruan Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol 

Pasuruan - beritaplus.id | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pasuruan menggelar konsolidasi dan bimbingan teknis ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

Semarak HUT ke-81 TNI, Kodim Ponorogo Gelar Prima Run 2026, Diikuti 1.300 Peserta

PONOROGO, Beritaplus.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2026, Kodim 0802/Ponorogo menggelar l ...
Sabtu, 24 Okt 2026 16:32 WIB | Hukum dan Kriminal

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah ...
Sabtu, 24 Okt 2026 11:16 WIB | Politik dan Pemerintahan

TPA Mrican Baru Seluas 9,4 Hektare Segera Dibangun, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar

PONOROGO, Beritaplus.id – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam mengatasi persoalan sampah mulai menemukan titik terang. Pelaksana Tugas (Plt) B ...