x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

KKN Unand Kapalo Koto 7 Ikut Verifikasi Ulang 555 Rumah Terdampak Banjir Bandang di Kecamatan Koto Tangah

Avatar Redaksi

Peristiwa

Oleh: Serli Qairani Putri (Mahasiswa KKN-Kebencanaan Kapalo Koto 7 Universitas Andalas)

Padang – Keakuratan data merupakan hal yang sangat penting dalam suatu kebijakan publik. Dalam konteks pascabencana banjir bandang yang terjadi pada bulan November tahun 2025 lalu, data bukan hanya sekedar angka di atas kertas, namun juga untuk membantu bagi para korban terdampak yang mengalami kerusakan atau kehilangan tempat tinggal. Mengenai hal ini, kami para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kebencanaan Kapalo Koto 7 Universitas Andalas turun dan bekerja sama dengan Dinas Perkim untuk melakukan langkah konkret dalam mendukung pemulihan Kota Padang.

Pada tanggal 6 Januari 2026, kami sebagai tim mahasiswa KKN-Kebencanaan Universitas Andalas secara resmi bekerja sama dan turun ke lapangan langsung bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padang untuk melakukan verifikasi ulang terhadap hasil pendataan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padang. Sebanyak 555 rumah yang tersebar di wilayah terdampak banjir bandang di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang menjadi fokus utama bagi tim yang saya ikuti dalam agenda saat turun lapangan pada tanggal 6 Januari 2026 lalu.

 Keadaan rumah salah satu warga di Kelurahan Balai Gadang pascabencana Banjir Bandang.

Banjir bandang yang melanda Kecamatan Koto tangah Kota Padang pada akhir November tahun 2025 lalu menyisakan duka yang mendalam. Kecamatan Koto Tangah merupakan kecamatan dengan luas wilayah terbesar yang ada di Kota Padang. Kelurahan seperti Lubuk Minturun dan Balai Gadang menjadi titik tempat kami melakukan verifikasi ulang pendataan rumah dari Dinas Perkim.

Setelah bencana banjir bandang terjadi, Dinas Perkim Kota Padang telah melakukan pendataan awal. Namun, dikarenakan dinamika lapangan, seperti adanya perbaikan mandiri dari warga, kerusakan susulan akibat cuaca yang ekstrem, atau kemungkinan data yang belum ter-input secara akurat, maka diperlukan sebuah proses verifikasi.

Maka, di sinilah peran kami sebagai mahasiswa KKN-Kebencanaan Universitas Andalas digunakan. Dengan semangat pengabdian, kami menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk memastikan bahwa bantuan perbaikan rumah nantinya benar-benar akan diberikan kepada yang berhak. Kegiatan verifikasi ini bukan hanya sekedar tugas administratif, namun juga sebagai tanggung jawab moral untuk meminimalisir potensi konflik sosial akibat ketidaktepatan sasaran bantuan.

Namun sebelum turun ke lapangan yang dimulai pada hari Minggu, 4 Januari 2026, kami mahasiswa KKN-Kebencanaan Kapalo Koto 7 telah melakukan serangkaian pembekalan teknis agar kami dapat memahami bagaimana ketentuan dan kriteria kerusakan bangunan berdasarkan standar teknis, yaitu Rusak Ringan (RR), Rusak Sedang (RS), Rusak Berat (RB), dan Tidak Rusak. Pembekalan ini dilakukan agar penilaian di lapangan bersifat objektif.

Selain pembekalan materi, kami sebagai tim verifikasi dari KKN-Kebencanaan Kapalo Koto 7 Universitas Andalas juga diberikan formulir dan diminta untuk mendownload aplikasi Timemark sebagai pendukung kegiatan pendataan berbasis koordinat. Setiap rumah yang sudah diverifikasi ulang wajib dicatat koordinatnya dalam formulir yang telah diberikan dan didokumentasikan dengan menggunakan aplikasi Timemark yang tercantum titik koordinatnya. Cara ini digunakan dengan tujuan untuk menciptakan transparansi data yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik maupun instansi yang memberikan bantuan.

Rumah-rumah yang sudah diverifikasi ulang didokumentasikan melalui foto dari 3 sisi, yaitu sisi depan, sisi samping kanan, dan sisi samping kiri, ditambah dengan foto pada bagian bangunan yang rusak jika ada. Kerusakan yang masuk ke dalam kategori, yaitu seperti pondasi/sloof, kolom/balok, rangka atap atau kuda-kuda, penutup atap, dinding, dan lantai. Dari bagian bangunan tersebut, diverifikasi jenis-jenis kerusakannya berupa jumlah komponen serta bobot kerusakannya.

Pada hari pelaksanaan, kelompok KKN-Kebencanaan Kapalo Koto 7 Universitas Andalas dibagi menjadi beberapa tim untuk memverifikasi ulang data dari 555 rumah di Kecamatan Koto Tangah. Saya bergabung ke dalam tim yang turun ke Kelurahan Lubuk Minturun dan Kelurahan Balai Gadang.

Dalam setiap kunjungan ke rumah, kami tim pendataan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur bangunan rumah warga. Kami juga menanyakan langsung kepada pemilik rumah mengenai dimana dan bagian rumah apa saja yang rusak untuk didokumentasikan dan kemudian diunggah ke google drive dengan folder khusus sesuai nama pemilik rumah yang tercantum di data.

Proses ini melibatkan komunikasi dua arah, dimana kami sebagai tim verifikasi ulang pendataan rumah memperkenalkan diri dan menjelaskan kepada pemilik rumah mengenai maksud dan tujuan dari verifikasi ulang ini agar tidak terjadi kesalahpahaman. Dan kami dengan pendekatan ini berhasil mengumpulkan informasi terkait hal-hal yang diperlukan untuk memverifikasi ulang data dan informasi mengenai kerusakan rumah tersebut.

Hingga sore hari pada tanggal 6 Januari 2026 lalu, ratusan data berhasil kami kumpulkan dan kami sinkronkan dengan basis data milik Dinas Perkim. Hasil pendataan di lapangan menunjukkan adanya beberapa perbedaan antara data awal dengan kondisi terbaru, yang langsung kami catat untuk pembaruan data bagi pemerintah daerah.

Menurut saya pribadi, kegiatan verifikasi ulang pendataan rumah warga yang terdampak pascabencana banjir bandang ini sangat membantu dalam menyusun skala prioritas pemberian bantuan. Kegiatan verifikasi ulang pendataan rumah di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa KKN-Kebencanaan Universitas Andalas mampu menjadi solusi dan bantuan antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam situasi darurat bencana ini.

Dari kegiatan verifikasi ulang pendataan rumah yang terdampak bencana ini tersirat harapan besar agar pemulihan infrastruktur di Kecamatan Koto Tangah dapat segera terealisasi. Masyarakat di Kelurahan Lubuk Minturun, Kelurahan Balai Gadang, dan sekitarnya diharapkan dapat segera menempati hunian yang layak dan aman, meminimalisir risiko jika bencana serupa terjadi di masa depan.

Update dari pascabencana melalui verifikasi ulang 555 rumah di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang oleh mahasiswa KKN-Kebencanaan Kapalo Koto 7 Universitas Andalas ini adalah bentuk dari pengabdian kepada masyarakat yang ideal. Langkah ini memastikan bahwa pemulihan Kota Padang pascabencana banjir bandang berjalan lancar, menjunjung tinggi keadilan, dan mempercepat langkah warga untuk bangkit kembali.(*)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Minggu, 25 Okt 2026 18:58 WIB | Hukum dan Kriminal

Penonton Balapan Sepeda Dibacok, Korban Didampingi Dodik Firmansyah Lapor Polrestabes Surabaya

Penonton Balapan Sepeda Dibacok, Korban Didampingi Dodik Firmansyah Lapor Polrestabes Surabaya ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:55 WIB | Ekbis dan Hiburan

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Jakarta, beritaplus.id - Di tengah tantangan persaingan usaha yang semakin ketat, sejumlah UMKM binaan Pertamina menunjukkan bahwa bisnis tidak hanya dapat ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

DPD PSI Pasuruan Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol 

Pasuruan - beritaplus.id | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pasuruan menggelar konsolidasi dan bimbingan teknis ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

Semarak HUT ke-81 TNI, Kodim Ponorogo Gelar Prima Run 2026, Diikuti 1.300 Peserta

PONOROGO, Beritaplus.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2026, Kodim 0802/Ponorogo menggelar l ...
Sabtu, 24 Okt 2026 16:32 WIB | Hukum dan Kriminal

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah ...
Sabtu, 24 Okt 2026 11:16 WIB | Politik dan Pemerintahan

TPA Mrican Baru Seluas 9,4 Hektare Segera Dibangun, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar

PONOROGO, Beritaplus.id – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam mengatasi persoalan sampah mulai menemukan titik terang. Pelaksana Tugas (Plt) B ...