Bukan Sekadar Produk, Aries Ingin SMA Double Track Cetak Siswa Percaya Diri dan Mandiri
Ponorogo, beritaplus.id | Program SMA Double Track di Jawa Timur tidak cukup hanya mengajarkan siswa membuat sebuah produk. Lebih dari itu, program tersebut didorong mampu membangun keberanian, kepercayaan diri, dan kemandirian siswa dalam menentukan masa depannya.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., MM., saat menghadiri monitoring dan evaluasi (monev) Program SMA Double Track di SMAN 1 Badegan, Kabupaten Ponorogo, Kamis (3/9/2026).
Monev tersebut dirangkai dengan Focus Group Discussion (FGD) dan pembinaan. Hadir dalam kegiatan itu Kabid PPSMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kacabdin Pendidikan Wilayah Ponorogo, serta Tim SMA Double Track dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Sebelum kegiatan berlangsung, Aries bersama rombongan mengunjungi stand pameran sekolah penyelenggara Double Track di Kabupaten Ponorogo.
Beragam hasil karya siswa dipamerkan. Mulai produk kuliner, tata boga, multimedia, tata rias, tata busana hingga produk kewirausahaan.
Penampilan grup reog Ki Ageng Punuk Smanida turut membuka rangkaian kegiatan di sekolah tersebut.
Di hadapan peserta, Aries menekankan bahwa ukuran keberhasilan Double Track bukan hanya pada produk yang dihasilkan siswa.
Menurutnya, keterampilan harus diikuti dengan keberanian untuk mencoba dan kemauan untuk terus belajar. Dari proses tersebut, siswa diharapkan memiliki keyakinan bahwa dirinya mempunyai kemampuan untuk mengambil peluang.
“Double Track harus membuat anak percaya bahwa dengan keterampilan, keberanian, dan kemauan belajar, ia mampu menentukan masa depannya sendiri,” kata Aries.
Manfaat mengikuti Double Track juga dirasakan langsung oleh siswa. Windy Septya Rahmadani, siswi SMAN 1 Kauman Ponorogo, menceritakan pengalamannya selama mengikuti program tersebut.
Menurut Windy, siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori, tetapi juga terlibat dalam praktik membuat produk dan memasarkannya.
“Melalui program DT, kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung membuat produk, belajar memasarkan, hingga memperoleh laba dari hasil penjualan. Program ini sangat membantu kami membentuk mentalitas tangguh dan percaya diri untuk menjadi wirausaha mandiri,” ujarnya.
Pengalaman siswa tersebut menjadi salah satu bahan dalam forum evaluasi yang mempertemukan unsur sekolah, trainer, dan peserta didik.
Dalam forum tersebut, pelaksanaan program dibahas dari pengalaman masing-masing pihak. Masukan yang muncul menjadi bahan evaluasi untuk melihat bagian yang telah berjalan serta aspek yang masih dapat dikembangkan.
Pada kesempatan yang sama, Aries memberikan apresiasi kepada Marini, S.Pd., dari SMAN 1 Sambit Ponorogo. Apresiasi diberikan atas konsistensinya dalam mengelola program Double Track sejak 2018.
Bagi Dinas Pendidikan Jatim, keberlanjutan program tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pelatihan. Pendampingan dan evaluasi diperlukan agar keterampilan yang diberikan tetap relevan dengan kebutuhan siswa.
Program Double Track sendiri memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman di luar pembelajaran akademik melalui kegiatan berbasis keterampilan dan kewirausahaan.
Dinas Pendidikan Jatim berharap pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu bekal siswa setelah menyelesaikan pendidikan, baik ketika melanjutkan studi maupun memilih jalur kerja dan kewirausahaan.
Monev di SMAN 1 Badegan menjadi bagian dari upaya melihat pelaksanaan program secara langsung sekaligus mendengar pengalaman dari sekolah dan peserta didik.
Dari ruang kelas hingga stand pameran, pesan yang ingin dibangun sederhana: siswa tidak hanya dituntut bisa membuat sesuatu, tetapi juga berani mencoba, mampu melihat peluang, dan percaya pada kemampuan dirinya sendiri.(aw)
Editor : Redaksi