Krisis Air Berakhir! 12 KK di Dukuh Kroyo Ponorogo Kini Nikmati Air Bersih
PONOROGO, Beritaplus.id – Air bersih yang kembali mengalir membawa kebahagiaan bagi warga Dukuh Kroyo, Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. Setelah sekian lama menghadapi kesulitan air akibat musim kemarau, kini belasan keluarga akhirnya bisa menikmati akses air bersih secara lebih mudah dan berkelanjutan.
Terwujudnya solusi tersebut tidak lepas dari langkah penanganan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang memfasilitasi pemanfaatan sumur bor milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melalui pembangunan jaringan pipanisasi air bersih.
Sebanyak 12 kepala keluarga (KK) yang selama ini terdampak keterbatasan air bersih kini dapat menikmati fasilitas tersebut. Jaringan pipa sepanjang 550 meter telah terpasang untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya mandi, cuci, dan kakus (MCK).
Tidak hanya itu, kolaborasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Kepolisian Resor (Polres) Ponorogo juga turut memberikan dukungan dengan menyediakan tiga unit tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter.
Dukungan tersebut semakin memperkuat ketersediaan air bersih bagi masyarakat setempat.
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, hadir pada Selasa (3/11/2026) untuk menyerahkan bantuan jaringan air bersih sekaligus memastikan penanganan kebutuhan dasar masyarakat berjalan dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Lisdyarita mengingatkan pemerintah desa dan masyarakat agar bersama-sama menjaga serta merawat fasilitas yang telah dibangun.
Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital, terlebih bagi wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan setiap musim kemarau. Tercatat terdapat 10 desa di enam kecamatan di Kabupaten Ponorogo yang membutuhkan perhatian serius terkait ketersediaan air bersih.
“Fasilitas instalasi pipa yang menyalurkan air bersih ini menjadi solusi permanen bagi 12 kepala keluarga di Dukuh Kroyo,” ujar Bunda Lisdyarita.
Ia juga mengapresiasi penerapan metode potong kompas dalam pembangunan jaringan pipanisasi tersebut. Dengan memilih jalur terpendek menuju permukiman warga, kebutuhan pipa yang semula diperkirakan mencapai satu kilometer melalui jalur utama berhasil dipangkas menjadi sekitar 550 meter.
“Luar biasa, instalasi pipa langsung mengarah ke bak penampungan di area permukiman,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas Provinsi Jawa Timur, Ilham Hambali, turut hadir di Kecamatan Sampung. Kehadirannya sekaligus bertepatan dengan rampungnya program bedah rumah terhadap 10 rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Gelang Kulon.
Ia menjelaskan bahwa Baznas merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang bersifat mandiri dan memiliki tugas mengelola zakat, infak, sedekah (ZIS), serta dana sosial keagamaan lainnya.
Ilham juga menyampaikan apresiasi terhadap lima program unggulan Baznas Ponorogo yang dinilai telah menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan umat.
Kini, setelah jaringan pipanisasi terpasang dan air bersih dapat disalurkan ke permukiman warga, ketergantungan terhadap distribusi air menggunakan tangki atau dropping air darurat dapat diakhiri.
Bagi warga Dukuh Kroyo, mengalirnya air bersih bukan sekadar hadirnya fasilitas baru. Lebih dari itu, air yang kini mengalir menjadi jawaban atas kesulitan panjang sekaligus menghadirkan kembali harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih layak.(aw)
Editor : Redaksi