Jakarta, beritaplus.id - Bulan Ramadan selalu menjadi momen refleksi dan perubahan, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi lingkungan sekitar. Tahun 2025 menjadi saksi lahirnya sebuah gerakan inspiratif yang melampaui batas spiritualitas individu, yakni The Glow Up Movement. Inisiatif ini tidak hanya mengajak umat Muslim untuk meningkatkan ketakwaan, tetapi juga untuk berkontribusi dalam menjaga bumi yang lebih lestari.
Gerakan Puasa Energi yang berlangsung pada 9-20 Maret 2025 ini merupakan hasil kerja sama luar biasa antara Dompet Dhuafa Volunteer, GreenFaith Indonesia, dan Indorelawan. Dengan semangat kebersamaan, mereka mengajak masyarakat dari berbagai daerah untuk berpartisipasi dalam dua aksi besar: Gerakan Puasa Energi dan Glow Up Our Mosque. Keduanya bertujuan untuk membangun kesadaran akan pentingnya penghematan energi serta menjaga kebersihan rumah ibadah sebagai pusat spiritual dan sosial.
Dalam Gerakan Puasa Energi, para peserta diajak untuk mengurangi penggunaan listrik dan air selama Ramadan, sebuah langkah kecil yang ternyata memberikan dampak besar. Bayangkan, lebih dari 500 orang di 28 provinsi telah berpartisipasi dalam gerakan ini. Total 17.263 alat elektronik dimatikan dengan akumulasi waktu penghematan mencapai 59.063 jam! Ini setara dengan penghematan listrik hingga Rp46.359.725, sebuah kontribusi nyata untuk mengurangi jejak karbon.
Sementara itu, Glow Up Our Mosque menghadirkan aksi nyata di 25 titik masjid di seluruh Indonesia. Ratusan relawan membersihkan tempat ibadah, mendistribusikan alat-alat kebersihan, hingga memberikan fasilitas khusus seperti kursi untuk lansia dan karpet anti-selip di area wudu. Semua dilakukan dengan tujuan menciptakan lingkungan masjid yang lebih bersih, nyaman, dan ramah bagi seluruh jamaah.
Yang membuat gerakan ini lebih istimewa adalah bagaimana partisipasi tidak hanya datang dari relawan yang hadir secara fisik di lapangan, tetapi juga dari rumah masing-masing. Banyak individu yang tanpa disadari telah menjadi bagian dari perubahan ini hanya dengan langkah sederhana: mematikan lampu yang tidak terpakai, mengurangi penggunaan AC, atau menghemat air saat berwudu.
Kesuksesan gerakan ini juga mendapat perhatian luas. Bahkan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi turut mengadopsi konsep Gerakan Puasa Energi untuk mengajak masyarakat di daerah terpencil lebih sadar akan efisiensi energi. Sebuah bukti bahwa kebaikan yang dimulai dari langkah kecil bisa menginspirasi lebih banyak orang.
Menyalakan Cahaya Kebaikan
Lebih dari sekadar inisiatif Ramadan, The Glow Up Movement berkomitmen untuk berlanjut sepanjang tahun. Seperti yang disampaikan oleh Hening Parlan, Koordinator Nasional Greenfaith Indonesia, gerakan ini bisa diterapkan tidak hanya dalam bulan suci, tetapi juga di hari-hari lain seperti puasa Senin-Kamis.
Baca juga: Menggalang Kolaborasi Lintas Agama untuk Perlindungan Hutan Tropis dan Masyarakat Adat di Indonesia
“Bahkan ke depannya, gerakan ini diharapkan bisa menjadi kebiasaan nasional yang melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, termasuk pemerintah dan sektor swasta,” kata Hening Parlan saat memberikan sambutannya secara daring di acara Glow Up Celebration pada Sabtu, 22 Maret 2025.
Bagi relawan yang terlibat, pengalaman ini bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga sebuah refleksi mendalam tentang peran manusia sebagai khalifah di bumi. Seperti yang dikatakan oleh seorang peserta dari Sulawesi Selatan, "Kami belajar bahwa berbuat baik tidak selalu harus dengan hal besar, cukup dengan mematikan satu lampu atau berbagi takjil dalam kemasan ramah lingkungan, itu sudah memberikan dampak."
Di penghujung acara The Glow Up Celebration, ribuan relawan dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul secara daring, berbagi pengalaman, serta merayakan pencapaian luar biasa mereka. Tidak ada kata-kata yang lebih tepat untuk menggambarkan semangat mereka selain kebersamaan dalam kebaikan.
Gerakan ini telah membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal-hal kecil. Dengan kesadaran dan aksi sederhana, kita tidak hanya memperbaiki diri, tetapi juga menjaga bumi agar tetap layak huni bagi generasi mendatang. Ramadan boleh berlalu, tetapi semangat Glow Up harus terus menyala!.
Baca juga: Tokoh Agama dan Lintas Iman Riau Bersatu Hadapi Krisis Lingkungan
Tentang Dompet Dhuafa Volunteer
Dompet Dhuafa Volunteer adalah wadah relawan yang bergerak dalam berbagai program kemanusiaan, pendidikan, dan lingkungan, dengan tujuan menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Tentang GreenFaith Indonesia
GreenFaith adalah lembaga lintas iman yang berpusat di New York sejak 1992 dan kini telah berkembang di 11 negara. GreenFaith adalah gerakan yang mendorong kerja sama lintas agama untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Di Indonesia, GreenFaith berdiri sejak 2023 dengan fokus pada Faith for Climate Action, yaitu aksi nyata individu lintas agama dalam mengatasi dampak perubahan iklim, pelatihan lintas agama untuk climate justice, serta membangun perspektif lintas agama dalam transisi energi. Update kegiatan GreenFaith Indonesia dapat diikuti melalui Instagram @greenfaith.id.
Tentang Indorelawan
Indorelawan adalah platform yang menghubungkan relawan dengan berbagai inisiatif sosial dan lingkungan di seluruh Indonesia.(*)
Editor : Ida Djumila