Semifinal Liga 4 Ricuh !. RMS Gempol Tuding Wasit Tak Adil, Pilih WO

Reporter : Didik Nurhadi
Seorang pemain RMS Gempol Putra ciderai cukup serius namun wasit tetap melanjutkan pertandingan dan berujung WO

Pasuruan - beritaplus.id | Tuding tidak adil dalam memimpin pertandingan sepak bola seminal liga 4 dilayangkan tim RMS Gempol Putra saat melawan Putra Jaya Nguling di lapangan Yonkav Beji, Rabu (19/11/2025). Aksi protes keras dan Walk Out (WO) diambil karena keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya (RMS Gempol Putra).

Kericuhan dipicu pada penghujung babak pertama saat RMS Gempol Putra unggul 1-0. Pemain mereka, Faqih, mengalami cedera serius di bagian kepala akibat benturan dengan pemain Putra Jaya Nguling. Namun wasit tetap melanjutkan jalannya laga hingga Putra Jaya Nguling mencetak gol penyeimbang, yang kemudian disahkan dan mengubah skor menjadi 1-1.

Baca juga: Tebar Kepedulian Sosial, Bun Wid dan Istri Santuni Anak Yatim Secara Konsisten

Pelatih RMS Gempol Putra, Arik, mengecam keputusan wasit yang dinilai mengabaikan pelanggaran berat.

"Pemain kami cedera parah karena pelanggaran, tetapi wasit tetap melanjutkan pertandingan. Gol tetap disahkan, dan tidak ada sanksi kepada pemain lawan," ujar Arik.

Ia menegaskan bahwa timnya memilih tidak melanjutkan pertandingan pada babak kedua karena situasi dianggap tidak aman bagi pemainnya.

"Kami putuskan tidak melanjutkan pertandingan karena kondisi tidak kondusif," tambahnya.

Kekesalan sama diungkapkan, Manajer RMS Gempol Putra, Rizky Putra. Bahkan, ia menilai, keputusan yang diambil panitia 'nyeleneh'.

Baca juga: Menembus Rimba demi Harapan: Perjalanan Menuntaskan Jalan Dusun Kedungdendeng

"Kalau begini caranya, Askab Kabupaten Pasuruan tidak lagi melakukan pembinaan dan lebih cenderung menguntungkan salah satu pihak," ucapnya.

Ia pun mendesak, pengurus Askab Kabupaten Pasuruan untuk di evaluasi.

"Sudah saatnya Askab Kabupaten Pasuruan dirombak dari orang-orang yang tidak berkompeten," ucapnya.

Baca juga: Lonjakan Pasien Tak Terbendung, RSUD Sampang Kian Mendesak Direlokasi Jadi RS Rujukan se-Madura

Pihaknya, meminta Bupati Pasuruan, Rusdi Suteja segera turun tangan terkait masalah tersebut.

"Kami akan minta Bupati Pasuruan ikut membenahi Askab. Selama tidak ada pembenahan menyeluruh, jangan harap sepak bola Pasuruan bisa maju," tutupnya.

Akibat keputusan WO yang diambil RMS Gempol Putra. Panitia liga 4 melalui Askab Kabupaten Pasuruan menetapkan RMS Gempol Putra kalah dan menjatuhkan sanksi sesuai regulasi kompetisi. (dik)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru