Pasuruan - beritaplus.id | Keluarga korban mendesak polisi mengusut tuntas kecelakaan kerja yang menimpa Suryadi saat melakukan pemotongan dahan di Jalan Raya Gempol beberapa hari lalu. Kecelakaan itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga salah satunya Ryan anak kedua korban. Ia pun terpaksa memikul baban ekonomi dua keluarga sekaligus yakni keluarganya dan ibu kandung yang saat ini mengalami sakit penyakit kencing manis (diabetes melitus).
Ryan menyebut ayahnya kerja sebagai tukang potong pohon harian lepas. Ayah kerja ikut mandor bernama Ajed warga Dusun Kalibutuh, Desa Winong, Kecamatan Gempol. Ketika itu, ayahnya bernama kakak kandung dapat job proyek perancapan pohon di kawasan Gempol.
Baca juga: DPD PSI Pasuruan Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol
"Ayah naik ke pohon tanpa memakai septy (alat pengaman) melakukan pemotongan dahan. Namun tiba-tiba pohon yang di panjatnya patah ayah pun jatuh ke bawah," kata Ryan dengan raut muka sedih, Sabtu (27/6/2026).
Melihat ayahnya jatuh, anak korban dibantu rekan kerjanya berusaha menolong dengan membawah korban ke rumah sakit umum di wilayah Sidoarjo untuk mendapat perawatan intensif. Namun naas, nyawa korban tidak tertolong. "Pak Ajed sempat melihat kondisi ayah ke rumah sakit dan memberikan uang Rp 2 juta. Serta menyodorkan surat pernyataan tidak tahu tujuannya apa," ungkap Ryan.
Baca juga: Anggota Satgas TMMD 130 Kodim 0814/Jombang Perkuat Komsos di Desa Klitih
Menurutnya, uang Rp 2 juta yang terima keluarganya bukan sebagai uang santunan. "Apabila uang itu dianggap uang santunan pastinya tidak sesuai. Nyawa kok murah ini jelas tidak manusiawi," sebutnya.
Pihak keluarga korban meminta polisi segera mengusut kasus yang menimpa korban. "Rencana pekan depan kami akan membuat surat aduan ke polisi agar kasus yang menimpa korban diusut," pungkasnya.
Baca juga: Dua Tahun Prabowo: Harapan Buruh, Janji Perlindungan, dan Pekerjaan Rumah!
Terpisah, Kapolsek Gempol, Kompol Giadi Nugraha mengaku tidak mengetahui kejadian yang dialami korban. Meskipun demikian, pihaknya akan kros cek ke anggotanya. "Terima kasih informasinya saya akan cek dulu ke anggota," singkatnya.
Seperti diketahui, Suryadi korban kecelakaan kerja melakukan pemotongan lahan dengan penanggung jawab kegiatan Ajed di pinggir jalan raya tepatnya sebelah Balai Desa Gempol pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Pada saat naik ke pohon sambil membawah gergaji mesin korban mulai melakukan pemotongan tanpa septy. Sialnya, dahan pohon yang di panjat korban tiba-tiba patah, korban pun jatuh ke bawah dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit. (dik)
Editor : Redaksi