PONOROGO, Beritaplus.id – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Ponorogo periode 2026–2028 resmi dilantik di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Minggu (25/10/2026). Pelantikan 47 personalia tersebut mengusung tema “Pelajar Progresif, Berpikir Maju, Bergerak Maju”.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 200 undangan dari unsur Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah, serta pelajar se-Kabupaten Ponorogo.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PD IPM Ponorogo periode 2023–2026, Hilma Rofi Mahmfudshah, serta Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur, Muhammad Yudha Wahyu Saputra.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PW IPM Jawa Timur, Muhammad Yudha Wahyu Saputra. Dalam kepengurusan periode 2026–2028, Mahmuda dipercaya sebagai Ketua Umum PD IPM Ponorogo, Aglis Nindya Paramita sebagai Sekretaris Umum, dan Faaza Anas Romadhoni sebagai Bendahara Umum.
Dorong Pelajar Berpikir Kritis dan Bergerak Nyata
Ketua Panitia Pelantikan, Zydan Rais El Fyzee, menjelaskan bahwa tema yang diusung mengandung pesan agar pelajar Muhammadiyah tidak hanya memiliki pola pikir maju, tetapi juga mampu mewujudkan gagasan melalui tindakan nyata.
Menurutnya, pelajar perlu membangun pola pikir kritis dan berkemajuan, sekaligus berani menerjemahkan ide menjadi kegiatan yang memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah.
“Melalui tema ini, kami berharap pelajar Muhammadiyah mampu membangun pola pikir yang kritis dan berkemajuan, sekaligus berani menerjemahkan gagasan menjadi tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan persyarikatan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi demi sukses dan lancarnya kegiatan pelantikan PD IPM Ponorogo,” tambahnya.
PW IPM Jawa Timur Siap Berkolaborasi
Ketua Umum PW IPM Jawa Timur, Muhammad Yudha Wahyu Saputra, menyampaikan apresiasi atas pelantikan PD IPM Ponorogo. Ia mengungkapkan bahwa Ponorogo menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam agenda pelantikan kepengurusan IPM di Jawa Timur.
Menurut Yudha, masih terdapat sejumlah daerah yang belum melaksanakan pelantikan, di antaranya Trenggalek dan Bojonegoro. PW IPM Jawa Timur berkomitmen melanjutkan agenda pelantikan sekaligus membangun kolaborasi dengan pimpinan daerah.
“Semoga dalam awal perjalanan ini, kami PW IPM Jawa Timur siap berkolaborasi,” ungkapnya.
Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan mengajak mereka untuk terus belajar, berjuang, serta mengabdi melalui organisasi.
“Kami atas nama PW IPM Jawa Timur mengucapkan selamat serta sukses atas dilantiknya PD IPM Kabupaten Ponorogo periode 2026–2028. Hari ini menjadi titik ke-100 yang sudah kami datangi dari 38 kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur. Di sinilah kita belajar, berjuang, dan mengabdi. Jangan takut dan jangan ragu,” tegas Yudha.
Pelajar Diharapkan Menjadi Mitra Strategis Pemerintah
Sementara itu, Luhur Aprianto menyampaikan pesan Plt. Bupati Ponorogo yang menaruh harapan besar terhadap peran Ikatan Pelajar Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, potensi generasi muda sangat besar untuk membantu pelaksanaan berbagai program pemerintah daerah. Karena itu, pelajar perlu mengambil peran aktif melalui kegiatan positif, pengembangan kapasitas diri, serta kontribusi nyata di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen, meningkatkan tanggung jawab, dan menumbuhkan semangat pengabdian.
“Pelantikan ini bukan hanya sekadar seremoni organisasi, tetapi juga merupakan momentum untuk menentukan komitmen, meningkatkan tanggung jawab, dan memperkuat semangat pengabdian,” tuturnya.
Ia berharap pengurus PD IPM Ponorogo yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan, integritas, dan tanggung jawab demi kemajuan organisasi serta kemanfaatan bagi masyarakat.
Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi dan tantangan zaman yang semakin kompleks, pelajar tidak cukup hanya unggul dalam ilmu pengetahuan. Mereka juga perlu memiliki akhlak mulia, karakter yang kuat, kreativitas, serta kepedulian sosial.
IPM diharapkan menjadi wadah pembentukan generasi muda yang berilmu, berakhlak, berprestasi, dan mampu menjadi pelopor perubahan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Tiga Pesan untuk Pengurus IPM Ponorogo
Dalam pesannya, Luhur menyampaikan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian pengurus PD IPM Ponorogo.
Pertama, meningkatkan kualitas diri dan karakter melalui kebiasaan belajar yang rajin, menjunjung tinggi integritas, serta menerapkan kedisiplinan. Ilmu pengetahuan yang diperoleh hendaknya dimanfaatkan untuk hal-hal positif.
Kedua, menjadikan organisasi sebagai tempat belajar kepemimpinan. Melalui IPM, para pelajar diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berorganisasi, membangun kerja sama, serta melatih tanggung jawab dalam menjalankan amanah.
Ketiga, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui koordinasi dan kerja sama bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menyusun dan melaksanakan program kerja yang bermanfaat, sejalan dengan upaya memajukan Kabupaten Ponorogo dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Selamat kepada seluruh pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Ponorogo. Selamat berhikmat. Semoga program-program kegiatan yang telah ada maupun yang akan direncanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung kemajuan Kabupaten Ponorogo,” pungkasnya.
Dengan dilantiknya kepengurusan periode 2026–2028, PD IPM Ponorogo diharapkan semakin memperkuat perannya dalam mencetak pelajar yang progresif, berintegritas, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan umat, bangsa, dan daerah.(aw)
Editor : Redaksi