Samsul Hidayat : Sejarah Emas Akan Kembali di Ukir Persekapas 

Reporter : Didik Nurhadi
Tim Sepak Bola Persekapas 

Pasuruan, beritaplus.id | Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, optimistis Persekapas akan mengulang sejarah emas musim 2006, ketika itu Laskar Sakera berhasil menembus babak semifinal kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional. 

Optimisme itu disampaikan Lek Sul sapaannya di tengah kemeriahan launching tim Persekabpas bertajuk Persekabpas Fast di Taman Candra Wilwatikta, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Senin malam (26/10/2026) malam.  

Baca juga: Persekabpas Vs Tornado FC. Kapolres Pasuruan Fokus Pengamanan Penonton

Menurut Samsul, persiapan yang dilakukan manajemen menunjukkan keseriusan untuk membawa Persekabpas naik kelas. Targetnya pun jelas, yakni merebut tiket promosi ke Liga 2 Pegadaian musim depan.

"Insyaallah kita bisa lolos Liga 2. Mohon doanya masyarakat Pasuruan, semoga kita bisa mengenang kembali bagaimana kejayaan Persekabpas di tahun 2006," ujarnya.

Launching yang berlangsung meriah dengan menghadirkan sejumlah band papan atas itu menjadi gambaran keseriusan manajemen dalam menyongsong kompetisi Liga 3 Nusantara musim 2026/2027.

Dari sisi kekuatan tim, Persekabpas juga diperkuat sejumlah pemain berpengalaman, di antaranya Bayu Gatra, Osvaldo Haay, Otavio Dutra, dan Beto Goncalves. Sementara itu, posisi pelatih dipercayakan kepada Bio Paulin dan Jendry Pitoy.

Legislator PKB mengatakan, persiapan Persekabpas kali ini bukan sekadar formalitas. Ia mengungkapkan, gaji seluruh pemain dan staf pelatih telah dilunasi untuk masa kontrak satu musim. Hal tersebut, menurutnya, menjadi salah satu bukti keseriusan manajemen dalam membangun tim yang kompetitif.

"Launching berlangsung meriah dan mewah. Ini menandakan manajemen sudah siap membawa Persekabpas naik kelas. Bahkan, gaji seluruh pemain dan staf pelatih sudah lunas. Persiapan kita tak main-main," tegasnya.

Ia menyinggung soal pembiayaan klub, diambil dari APBD Kabupaten Pasuruan. Walaupun Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menjabat sebagai CEO Persekabpas.
"Seluruh kebutuhan tersebut ditopang manajemen bersama dukungan pihak ketiga melalui sponsor. Nol  APBD," tegasnya.

Tahun 2006, Persekabpas pernah mencuri perhatian di kompetisi sepak bola nasional. Saat itu, tim yang diperkuat Siswanto dkk. mampu melangkah hingga semifinal meski tidak diunggulkan.

Memulai kompetisi di wilayah barat, Persekabpas bersaing dengan sejumlah klub besar, seperti Arema, Persija Jakarta, PSIS Semarang, PSMS Medan, dan Persib Bandung. Laskar Sakera menutup fase tersebut di posisi keempat dengan catatan 12 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 8 kekalahan.

Persekabpas kemudian melanjutkan kiprahnya di babak delapan besar Grup Timur bersama Persmin Minahasa, Persija Jakarta, dan PSM Makassar. Di bawah asuhan pelatih Subangkit, Persekabpas tampil impresif dengan mengalahkan Persija 3-1, bermain imbang 2-2 melawan Persmin, serta melumat PSM 5-1.

Hasil tersebut mengantarkan Persekabpas menjadi juara grup dan melaju ke semifinal. Sayangnya, langkah Laskar Sakera terhenti setelah kalah tipis 0-1 dari PSIS Semarang. PSIS kemudian melaju ke final, tetapi harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan Persik Kediri.

Kini, dua dekade setelah pencapaian bersejarah itu, Persekabpas kembali membangun kekuatan dengan target menembus Liga 2. Dukungan masyarakat dan konsistensi tim akan menjadi bagian penting dalam upaya mengembalikan kejayaan Laskar Sakera di kancah sepak bola nasional. (dik)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru