x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

Dampak Pandemi, Pengelola Pemandian Air Panas Mengeluh Sepi Pengunjung

Avatar beritaplus.id

Desa Wisata dan Religi

Ponorogo - beritaplus id. | Setelah di berlakukannya sistem lock down oleh pemerintah Kabupaten Ponorogo. Wilayah tempat wisata Telaga Ngebel kini terlihat menjadi sepi pengunjung, 

Hal ini sangat dikeluhkan oleh para pengusaha serta pedagang di wilayah area wisata tersebut.

Mereka merasa kebijakan pemerintah dengan menutup tempat wisata Ngebel itu kurang efisien, lantaran dengan di berlakukan penutupan tempat tersebut pendapatan para pedagang menjadi tidak ada,

sedangkan setiap hari mereka menggantungkan nasib dengan mencari nafkah di tempat wisata tersebut dengan berdagang.

Seperti yang di ungkapkan oleh Suprapto, Pengelola Pemandian air panas yang berada di Dukuh Pucuk, Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo ini, dirinya merasa atas kebijakan dari pemerintah dengan menutup area wisata ini kurang efektif, karena dengan menutup tempat wisata Ngebel ini bisa menyebabkan penghasilan para pelaku usaha di tempat tersebut menjadi merugi, padahal disitu pelaku usaha juga harus memikirkan gaji pekerja dan menghidupi keluarga sendiri.

"Saya rasa kebijakan dari pemerintah dengan menutup area wisata ini kurang tepat, karena harusnya pemerintah juga harus bisa memberikan solusi bukan terus melakukan tindakan sepihak. Seperti pemandian air panas ini, dengan adanya penutupan penghasilan kita jadi hilang sedangkan kita harus memikirkan gaji karyawan serta menghidupi keluarga, bagaimana kita bisa menghidupi keluarga dan gaji karyawan kalo pemasukan tidak ada." terangnya.

Menurut Suprapto, pemandian air panas yang dia kelola ini adalah air panas yang memiliki kandungan belerang, kalau pemerintah tahu air panas yang mengandung belerang itu bisa digunakan untuk membunuh bakteri atau virus harusnya pemerintah bisa tidak mengambil keputusan tersebut.

"Menurut keterangan dari seorang Dokter yang berasal dari Nganjuk dulu, waktu berkunjung ketempat ini pada 3 bulan lalu, yang menyampaikan bahwa air panas belerang ini bisa membunuh virus Corona. Jadi kami minta perhatian pemerintah, kalau bisa memikirkan kembali keputusan itu, ya paling tidak mengurangi kapasitas pengunjung gitu kan cukup bukannya malah menutup." Pungkasnya.( Mrt ).

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Minggu, 25 Okt 2026 18:58 WIB | Hukum dan Kriminal

Penonton Balapan Sepeda Dibacok, Korban Didampingi Dodik Firmansyah Lapor Polrestabes Surabaya

Penonton Balapan Sepeda Dibacok, Korban Didampingi Dodik Firmansyah Lapor Polrestabes Surabaya ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:55 WIB | Ekbis dan Hiburan

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Jakarta, beritaplus.id - Di tengah tantangan persaingan usaha yang semakin ketat, sejumlah UMKM binaan Pertamina menunjukkan bahwa bisnis tidak hanya dapat ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

DPD PSI Pasuruan Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol 

Pasuruan - beritaplus.id | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pasuruan menggelar konsolidasi dan bimbingan teknis ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

Semarak HUT ke-81 TNI, Kodim Ponorogo Gelar Prima Run 2026, Diikuti 1.300 Peserta

PONOROGO, Beritaplus.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2026, Kodim 0802/Ponorogo menggelar l ...
Sabtu, 24 Okt 2026 16:32 WIB | Hukum dan Kriminal

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah ...
Sabtu, 24 Okt 2026 11:16 WIB | Politik dan Pemerintahan

TPA Mrican Baru Seluas 9,4 Hektare Segera Dibangun, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar

PONOROGO, Beritaplus.id – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam mengatasi persoalan sampah mulai menemukan titik terang. Pelaksana Tugas (Plt) B ...