x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

Jika Ada Laporan, Kejari Pastikan Usut Kasus "Mafia" Pita Cukai di Bea Cukai

Avatar Didik Nurhadi

Investigasi

Pasuruan, beritaplus.id | Kasus dugaan permainan pita cukai yang diduga melibatkan "Mafia" di lingkup Bea dan Cukai Kabupaten Pasuruan jadi perhatian serius Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Korps Adhiyaksa pastikan mengusut kasus tersebut, jika ada pihak yang melaporkan.

Penegasan ini dikemukakan Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Kabupaten Pasuruan, Ferry Hary Ardianto kepada beritaplus.id, Jumat (3/1/2025).
"Kita akan mengusut kasus itu (permainan pita cukai) jika ada yang melaporkan. Karena untuk suatu kasus harus didahului adanya laporan," tukas Ferry.

Kasi Intel menjelaskan, sebelum melakukan penyelidikan. Pihaknya mempelajari serta mendalami laporan itu. Dengan pengumpulan data dan bahan keterangan atau Pulbaket. Hal itu dilakukan untuk menemukan indikasi sebuah tindak pidana melawan hukum.

"Tidak semua laporan kita tindak lanjuti. Tapi kita kaji dan dalami dulu seperti apa kontruksi kasus yang dilaporkan," imbuhnya.

"Silahkan laporan ke kita (Kejari) kalau ada dugaan melawan hukum. Pasti akan kita tindaklanjuti," sarannya.

Menanggapi dugaan Bea dan Cukai Kabupaten Pasuruan 'melindungi' pemain pita cukai yang melibatkan 'mafia' langsung ditampik Hardi Humas Bea dan Cukai. "Itu tidak benar. Tolong dibuktikan kalau ada oknum Bea dan Cukai bermain pita cukai. Kami akan unsut," tegas Hardi.

Ia mengaku, pihaknya tidak pernah menerima surat terkait permohonan data jumlah perusahaan rokok di wilayah Pasuruan dari kalangan NGO. "Tidak ada surat masuk ke kita. Jika ada tentunya akan kita jawab pakai surat juga," akunya.

Ditanya berapa jumlah perusahaan rokok di wilayah Pasuruan yang mendapat jatah kuota pita cukai. "Soal itu kita tidak bisa jawab. Karena itu sudah masuk rahasia negara yang telah diatur dalam UU KIP," ujar dia.

Menurutnya, istilah kuota tidak ada yang ada golongan. Diterangkan dia, setiap perusahaan rokok yang mendapat jatah pita cukai dilihat dari hasil produksi setiap tahunnya. Artinya, perusahaan rokok mendapat jatah pita cukai disesuaikan dari hasil produksinya. "Contohnya Gudang Garam perusahaan rokok itu masuk golongan 1. Karena hasil produksi banyak," sebutnya.

"Ada tiga golongan untuk perusahaan rokok. Yaitu golongan 1, 2 dan 3. Sebelum mendapat jatah pita cukai, tiga bulan terakhir perusahaan rokok tersebut membuat laporan serta disertai pengajuan pita cukai diajukan ke kami (Bea dan Cukai)," urainya.

Disingung adanya pengusaha rokok yang tidak ingin usahanya naik golongan. Hardi menanggapi enteng, "Wajar saja semua pengusaha rokok ingin untung. Dari pada naik golongan mereka lebih milih buka pabrik rokok lagi. Karena pajaknya tinggi dan itu syah-syah saja. Apakah melanggar hukum," tanyanya.

Waktu yang sama, Karfithul Anam Humas Bea dan Cukai Kabupaten Pasuruan menyebut, ada 151 perusahaan rokok di wilayah Kabupaten Pasuruan. Sedangkan untuk wilayah Kota Pasuruan cuma 5 perusahaan rokok. "Total seluruhnya 156 perusahaan rokok. Semua pabrik tersebut sudah mempunyai NPPBKC (Nomor Pokok Pengusaha Batang Kena Cukai)," pungkasnya.

Sebelumnya, PUSAKA (Pusat Studi dan Avokasi Kebijakan Publik) salah satu NGO menduga, Bea dan Cukai Kabupaten Pasuruan melindungi para 'mafia' yang bermain pita cukai. Modus, manipulasi data produksi rokok setiap tahunnya. Tujuan menghindari kenaikan pajak. Praktik-praktik seperi jelas berpotensi merugikan negara. Untuk itu, dalam waktu dekat PUSAKA berencana melaporkan kasus tersebut ke Kejari Kabupaten Pasuruan. (dik)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Minggu, 25 Okt 2026 18:58 WIB | Hukum dan Kriminal

Penonton Balapan Sepeda Dibacok, Korban Didampingi Dodik Firmansyah Lapor Polrestabes Surabaya

Penonton Balapan Sepeda Dibacok, Korban Didampingi Dodik Firmansyah Lapor Polrestabes Surabaya ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:55 WIB | Ekbis dan Hiburan

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Jakarta, beritaplus.id - Di tengah tantangan persaingan usaha yang semakin ketat, sejumlah UMKM binaan Pertamina menunjukkan bahwa bisnis tidak hanya dapat ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

DPD PSI Pasuruan Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol 

Pasuruan - beritaplus.id | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pasuruan menggelar konsolidasi dan bimbingan teknis ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

Semarak HUT ke-81 TNI, Kodim Ponorogo Gelar Prima Run 2026, Diikuti 1.300 Peserta

PONOROGO, Beritaplus.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2026, Kodim 0802/Ponorogo menggelar l ...
Sabtu, 24 Okt 2026 16:32 WIB | Hukum dan Kriminal

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah ...
Sabtu, 24 Okt 2026 11:16 WIB | Politik dan Pemerintahan

TPA Mrican Baru Seluas 9,4 Hektare Segera Dibangun, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar

PONOROGO, Beritaplus.id – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam mengatasi persoalan sampah mulai menemukan titik terang. Pelaksana Tugas (Plt) B ...