Surabaya-beritaplus.id | Masyarakat menengah ke bawah yang mayoritas bermukim di kampung jiwa sosialisasi tentu sudah menjadi bagian dari kehidupan.
Saling bahu membahu, kegiatan sosial kemudian berkembang, menelurkan beberapa kegiatan seperti PKK, Muda-mudi, Ronda, komunitas dan lain sebagainya. Inilah jiwa sosial di negara-negara maju tidak membudaya.
Hanya di Indonesialah embrio kerjasama ini tumbuh menjadi budaya.
Dimasa New Normal pasca pandemi virus Covid 19 cukup membuat ekonomi masyarakat kalang kabut, tidak sedikit masyarakat terdampak secara ekonomi mengeluhkan dengan keadaan pasca pandemi ini.
Pemutusan hubungan kerja, berhentinya job jasa semakin menambah beban hidup masyarakat, belum lagi kekhawatiran masyarakat dengan masih belum di temukan vaksin anti covid-19, semakin membuat masyarakat resah.
Akan tetapi, dari berbagai macam dampak Virus Covid 19, bermunculan individu ataupun komunitas yang perduli akan masyarakat terdampak.
Seperti salah satunya komunitas Ibu Sholihah. Komunitas yang hanya digawangi 4 orang ibu-ibu, Aisyah Camelia (35), Rika (45), Iin (38), Endra (45).
IMG-20200627-WA0038_1
Kali ini komunitas Ibu Sholihah menunjukkan rasa perduli atas dampak pandemi Covid 19 dengan sedekah gantung, Berbagi sembako dengan cara digantung di pagar. Saat ditemui awak media beritaplus.id di daerah Kecamatan Krembangan Surabaya, Jumat (26/6/2020).
Salah satu dari komunitas Ibu Sholihah, Aisyah Camelia membeberkan kegiatan sosial yang mereka lakukan setiap hari Jumat di jalan Bangunsari Tengah.
" Kami membuat sedekah gantung ini karena kami ingin berbagi tanpa harus kontak langsung dengan penerima manfaat mas, untuk menjaga social distancing" ungkap Aisyah Camelia yang biasa dipanggil Chica.
Lebih lanjut, Chica mengatakan bahwasannya masyarakat sekitaran Bangunsari tampak antusias & merasa terbantu dengan sembako yang dibagikan oleh komunitas ini.
"Kantong plastiknya sengaja kita bikin transparan agar mereka bisa memilih yang dibutuhkannya" pungkas Chica selaku koordinator kegiatan. (Bw80)
Editor : Redaksi