x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

Turun Langsung ke Lapangan, Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand Data Korban Banjir di Koto Panjang

Avatar Ida Djumila

Peristiwa

Oleh : Febria Widyarta, mahasiswa KKN-K Kapalo Koto 7 Universitas Andalas

Padang, beritaplus.id — Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat kembali menyisakan dampak serius bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi kerusakan fisik, tetapi juga kondisi sosial dan keberlangsungan hidup warga terdampak. Salah satu wilayah yang merasakan dampak tersebut adalah Kelurahan Koto Panjang, Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Menyikapi kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kebencanaan (KKN-K) Kapalo Koto 7 Universitas Andalas turun langsung ke lapangan untuk terlibat dalam kegiatan pendataan dan verifikasi korban banjir.

Kegiatan pendataan ini dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026, sebagai bagian dari upaya penanganan pascabencana yang dilakukan secara terpadu. Mahasiswi yang tergabung dalam KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 berperan aktif mendampingi proses pendataan korban banjir melalui kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (PERKIM) Kota Padang. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperoleh data yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar dalam penyaluran bantuan serta perencanaan pemulihan pascabencana.

Pendataan dilakukan secara langsung dengan metode kunjungan rumah ke rumah atau door to door. Metode ini dipilih untuk memastikan bahwa kondisi warga terdampak dapat diketahui secara nyata dan menyeluruh. Mahasiswa tidak hanya mencatat jumlah rumah dan tingkat kerusakan, tetapi juga melakukan verifikasi kondisi hunian, kebutuhan mendesak warga, serta dampak banjir terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat.

Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 ditempatkan secara khusus di wilayah Kelurahan Koto Panjang, Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah. Wilayah ini merupakan salah satu kawasan yang terdampak banjir dengan intensitas yang cukup signifikan. Akses menuju rumah warga di beberapa titik sempat terhambat akibat sisa genangan air dan kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.

Berdasarkan hasil verifikasi lapangan dimana yang dilakukan pada 12 rumah di Ikua Koto bersama pihak terkait, tercatat sekitar 12 rumah warga tersebutnmengalami dampak banjir dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Kerusakan tersebut meliputi bagian atap rumah, dinding, hingga kondisi lantai yang terendam air. Selain kerusakan fisik, banjir juga menyebabkan sejumlah warga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk sementara waktu.

Beberapa warga memilih mengungsi ke masjid terdekat sebagai tempat perlindungan sementara. Langkah ini diambil karena kondisi rumah yang tidak lagi aman dan nyaman untuk ditinggali pascabanjir. Pengungsian dilakukan secara mandiri oleh warga dengan memanfaatkan fasilitas umum yang tersedia di lingkungan sekitar.

Kegiatan pendataan dan verifikasi ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan data kuantitatif, seperti jumlah rumah terdampak dan tingkat kerusakan, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung kondisi sosial masyarakat pascabencana. Kehadiran mahasiswa di tengah-tengah warga memberikan ruang interaksi yang memungkinkan terbangunnya komunikasi dua arah antara masyarakat dan pihak pendata.

.

Source: dokumentasi KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7

Salah satu warga terdampak, Ibu Yurniati, menyampaikan secara langsung kondisi rumahnya yang mengalami kerusakan akibat banjir. Ia menjelaskan bahwa air banjir menyebabkan genteng rumah bocor serta cat dinding terkelupas, sehingga rumah menjadi lembap dan tidak layak huni. Kondisi tersebut memaksa dirinya dan keluarga untuk mengungsi sementara waktu.

“Air masuk cukup tinggi, genteng jadi bocor dan dinding rusak. Rumah belum bisa ditempati, jadi kami mengungsi ke masjid bersama warga lain,” ujar Ibu Yurniati saat ditemui di kediamannya setelah kondisi banjir surut.

Melalui wawancara dan pendataan yang dilakukan, mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 tidak hanya mencatat kerusakan fisik yang dialami warga, tetapi juga mendengarkan langsung cerita, keluhan, serta harapan masyarakat terdampak. Proses ini menjadi bagian penting dalam memahami dampak bencana secara menyeluruh, baik dari sisi material maupun nonmaterial.

Kehadiran mahasiswa di lapangan diharapkan dapat memberikan dukungan moral bagi warga yang terdampak. Interaksi yang terjalin selama proses pendataan mencerminkan kepedulian dan empati terhadap kondisi masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi situasi pascabencana.

Data yang dikumpulkan melalui kegiatan pendataan dan verifikasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pihak-pihak terkait, khususnya dalam penyaluran bantuan yang tepat sasaran. Keakuratan data menjadi faktor penting agar bantuan yang diberikan dapat sesuai dengan kebutuhan riil warga terdampak.

Bagi mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Universitas Andalas, keterlibatan langsung dalam kegiatan pendataan korban banjir ini menjadi pengalaman berharga. Kegiatan ini memberikan pembelajaran nyata tentang pentingnya peran aktif mahasiswa dalam situasi kebencanaan dan kemanusiaan. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kepekaan sosial serta kemampuan beradaptasi di lapangan.

Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi refleksi bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada saat kejadian berlangsung, melainkan memerlukan perhatian berkelanjutan hingga tahap pemulihan. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap kondisi masyarakat terdampak, khususnya di wilayah Kelurahan Ikua Koto.

Perhatian tersebut tidak hanya diwujudkan dalam bentuk bantuan material, seperti perbaikan rumah dan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga bantuan nonmaterial berupa pendampingan, dukungan psikososial, serta upaya pemulihan kondisi sosial masyarakat pascabencana. Dampak banjir sering kali meninggalkan persoalan jangka panjang yang membutuhkan penanganan menyeluruh dan berkesinambungan.

Peristiwa banjir yang terjadi menjadi pengingat bahwa risiko bencana masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah mitigasi yang lebih konkret dan berkelanjutan dari pemerintah, antara lain melalui perbaikan infrastruktur, pengelolaan lingkungan yang lebih baik, serta sistem penanggulangan bencana yang responsif dan terintegrasi.

Selain peran pemerintah, kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan juga menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan bencana. Menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta merawat saluran air merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar dalam mengurangi risiko terjadinya banjir.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan. Kegiatan pendataan dan verifikasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Universitas Andalas ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam upaya bersama menghadapi dan memulihkan dampak bencana.(*)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Minggu, 25 Okt 2026 18:58 WIB | Hukum dan Kriminal

Penonton Balapan Sepeda Dibacok, Korban Didampingi Dodik Firmansyah Lapor Polrestabes Surabaya

Penonton Balapan Sepeda Dibacok, Korban Didampingi Dodik Firmansyah Lapor Polrestabes Surabaya ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:55 WIB | Ekbis dan Hiburan

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Jakarta, beritaplus.id - Di tengah tantangan persaingan usaha yang semakin ketat, sejumlah UMKM binaan Pertamina menunjukkan bahwa bisnis tidak hanya dapat ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

DPD PSI Pasuruan Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol 

Pasuruan - beritaplus.id | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pasuruan menggelar konsolidasi dan bimbingan teknis ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

Semarak HUT ke-81 TNI, Kodim Ponorogo Gelar Prima Run 2026, Diikuti 1.300 Peserta

PONOROGO, Beritaplus.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2026, Kodim 0802/Ponorogo menggelar l ...
Sabtu, 24 Okt 2026 16:32 WIB | Hukum dan Kriminal

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah ...
Sabtu, 24 Okt 2026 11:16 WIB | Politik dan Pemerintahan

TPA Mrican Baru Seluas 9,4 Hektare Segera Dibangun, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar

PONOROGO, Beritaplus.id – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam mengatasi persoalan sampah mulai menemukan titik terang. Pelaksana Tugas (Plt) B ...