Semarak Purnawiyata SD Bangunsari 3 Angkatan 87 Kental Nuansa Tradisional Modern.
Ponorogo, beritaplus.id | Sekolah Dasar Bangunsari 3 (Baga) Ponorogo menghelat kegiatan akhir tahun pelajaran purnawiyata angkatan 87 di Gedung Sasana Praja, Kamis (11/6/2026).
Sebanyak 84 siswa-siswi kelas 6 yang telah dinyatakan lulus dalam pengumuman kelulusan menerima ucapan selamat dari kepala sekolah.
Luar biasanya lagi suasana purnawiyata tahun ini sangat terasa nuansa jawa baik busana siswa kelas 6, guru dam semua panitia berkebaya dan beskab.
Bahkan pada beberapa sambutan-sambutan memakai bahasa jawa yang diringi gending-gending jawa oleh karawitan siswa-siswi SD Bangunsari 3.
Sebagaimana yang dikatakan Anik Rafika, ketua panitia purnawiyata menyampaikan bahwa di purnawiyata tahun ini mengusung tema tradisional modern.
”Anak-anak memakai baju tradisional, tampilan juga berkaitan dengan budaya Indonesia, juga ada sentuhan modern seperti Ada band. Jadi kami tetap sisipkan yang modernnya,”terang Anik pada awak media..
Lantaran, menurut Anik, karena panitia berharap pada anak-anak tetap menghargai budaya asli Indonesia, mencintai bahasa jawa, jadi anak-anak tidak terpuruk efek digitalisasi.
“Alhamdulillah penyelenggaraan purnawiyata kelas 6 tahun pelajaran 2025/2026 tahun ini berjalan suskes dan lancar. Kesuksesan ini tidak luput dari kerjasama antar pihak sekolah, panitia, komite sekolah dan sponsor yangn telah mendukung dan semuanya yang telah mendoakan juga,”tuturnya.
Sungkeman mewarnai kegiatan purnawiyata kelas 6 SD Bangunsari 3 (Baga) Ponorogo, sungkeman siswa kepada orang tua sangat khidmat apalagi mendengar teks sungkeman dan do`a-do`a yang dibacakan salah seorang guru SD baga yang sangat menyentuh.
Kepala SD Bangunsari 3 Ponoogo Mochtar Shapii dalam sambutannya mengatakan, sungkeman kepada orang tua atau wali siswa tersebut merupakan salah satu acara inti dalam prosesi purnawiyata siswa kelas 6 yang akan meninggalkan SD bangunsari setiap akhir tahun pelajaran.
Mochtar menegaskan acara sungkeman bukan ceremonial cium tangan orang tua saja tapi lebih dari itu supaya tahu dan bisa mengingat perjuangan orang tua mereka sehingga sampai dengan keadaan sekarang ini.
Menurut Mochtar acara ini akan terus dilaksanakan setiap akhir tahun pelajaran yang bersamaan dengan kegiatan purnawiyata siswa kelas 6.
“Dengan hadirnya ibu dan ayah siswa maka sesuai dengan teks sungkeman yang sudah disiapkan panitia karena banyak mengandung do`a-do`a kepada orang tua mereka, sehingga seolah-olah para siswalah yang mendo`akan orang tuanya,”jelasnya.
Salah seorang wali siswa dari Abyan Fahri Albar Fatih, Tyas Ratnasari mengaku sangat terharu dengan acara sungkeman, ditambah dengan didengarkankannya do`a yang menyentuh.
“Saya selalu mengaminkan setiap bait do`a yang dibacakan guru tadi, semoga dikabulkan Allah SWT anak kami menjadi saleh-salehah,”aku Tyas sambil sedikit menyeka air matanya.
Koordinator Pengawas SD/MI Kabupaten Ponorogo, Drs. Pujianto, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar SD Bangunsari 3 Ponorogo yang telah berhasil mengantarkan para siswa menyelesaikan pendidikan dasar dengan hasil yang membanggakan.
“Atas nama Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, kami menyampaikan apresiasi. Semoga seluruh dewan guru senantiasa istiqamah dan sabar dalam mendampingi anak-anak selama kurang lebih enam tahun,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada komite sekolah dan wali murid yang selama ini terus mendukung berbagai program sekolah.
Ketua Komite R. Daim Wibowo Budi H,S.Pd mengucapkan selamat kepada para siswa atas kelulusannya dan juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak sehingga acara purnawiyata bisa berjalan dengan lancar.
‘Kami berpesan agar para siswa tetap melanjutkan sekolah dan raihlah cita-citamu setinggi mungkin agar kelak bisa menjadi orang yang sukses. Semoga lulus dari SD Bangunsari 3 ini bisa menjadi anak yang selalu menjunjung tinggi akhlak dan budi pekerti yang baik dan sukses selalu,”pungkasnya.(aw)
Editor : Redaksi