Samsul Hidayat : Tolak Ukur Pembangunan Bukan di Anggaran Terserap, Tapi Wujud Nyata Pelayanan Bagi Masyarakat
Pasuruan, beritaplus.id | Dalam forum jagongan wakil rakyat (Jawara), Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat menegaskan tolak ukur keberhasilan pembangunan daerah, bukan pada besarannya anggaran yang terserap melainkan wujuh nyata pelayanan bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Lek Sul sapaanya Samsul Hidayat pada acara program dialog interaktif yang digelar di obyek wisata sumber air panas, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Rabu (24/6/2026).
Pengetatan fiskal digulirkan pemerintah pusat, membuat program pembangunan yang diusulkan warga atau masyarakat melalui musrenbang dan pokok-pokok pikiran dewan terpaksa tertunda.
"Efisiensi boleh, asal jangan sentuh pelayanan dasar," kata Samsul Hidayat.
Ia pun mengapresiasi gebrakan Pemkab Pasuruan soal pelayanan kesehatan 24 jam di seluruh puskesmas. "Jujur saya sangat setuju pelayanan kesehatan buka selama 24 jam di semua Puskesmas," tandasnya.
Dibukanya pelayanan kesehatan 24 jam nonstop, menurut dia, merupakan langkah kongkret Pemkab Pasuruan. Meskipun ditengah efisiensi anggaran.
"Jadi warga yang mengalami sakit tidak perlu menunggu rujukan ke RSUD Bangil. Tetapi bisa langsung berobat ke puskesmas terdekat," ujar Lek Sul.
Dari catatannya, sejumlah jalan dan jembatan rusak sudah dilakukan perbaikan. Begitu pun dengan sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Pasuruan juga dilakukan rehap gedung sekolah. "Bukti komitmen Pemkab bersama DPRD Kabupaten Pasuruan menyelaraskan usulan demi kepentingan masyarakat," imbuhnya.
Keberhasilan Pemkab Pasuruan kembali sebet Predikat WTP dari BPK-RI, merupakan bukti nyata tata kelola keuangan yang bagus.
Sementara itu, Rohani Siswanto Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah menjelaskan arah kebijakan pemerintah di fokuskan pada visi-misinya Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo.
"Tidak semua usulan masyarakat bisa terpenuhi. Itu karena keterbatasan dan kemampuan keuangan daerah," pungkasnya. (dik)
Editor : Redaksi